One thing you should know, that I am more dangerous than what you think.
_______
Sehun menatap jalanan kota Seoul di hadapannya. Jalanan yang sedikit ramai seharusnya membuat pria tampan itu fokus pada jalanan. Namun, kini pikiran Sehun terbagi karena pertemuannya bersama Jisoo tadi siang. Entah mengapa Sehun tidak dapat melupakan sosok cantik itu. Kim Jisoo seakan mampu menarik perhatian seorang Oh Sehun dan itu adalah hal yang luar biasa.
Selama ini tidak ada satu pun wanita yang mampu menarik perhatian seorang Oh Sehun selain Jisoo. Wanita itu seakan memiliki daya tarik yang kuat hingga membuat Sehun tidak mampu melupakan sosoknya. Sehun terkekeh, ketika ingatan pria itu kembali pada beberapa hari yang lalu. Benar apa yang di katakan oleh Byun Baekhyun, ia memang pria yang tidak tahu malu. Pada saat itu Kim Jisoo menolongnya dengan tulus dan hal itu mampu membuat Sehun merasa tersanjung.
“Damn, mengapa aku jadi memikirkan wanita itu?” tanya Sehun pada dirinya sendiri.
Tak lama kemudian pria tampan itu tertawa, menertawakan dirinya yang tiba-tiba memikirkan Kim Jisoo.
Beberapa menit kemudian Sehun memarkirkan mobilnya di sebuah rumah mewah. Pria tampan itu segera keluar dari mobil lalu melangkah memasuki rumah mewahnya. Ketika berada di ruang tamu, langkah pria itu terhenti. Mata tajamnya menatap dua sosok wanita yang kini duduk manis di atas sofa. Di sana terdapat Jessica—Ibunya dan Sowon—wanita menyebalkan yang selalu menganggu hidupnya, sepertinya mereka sudah menunggu kehadiran Sehun sejak lama.
Sehun menghembuskan napasnya dengan kasar, hari ini pekerjaannya sangat banyak dan ia merasa lelah. Sehun ingin segera beristirahat. Namun, sepertinya itu akan sulit di lakukan karena kini sosok Jessica tengah menatap dengan tajam ke arahnya. Sehun mendelik ketika Sowon tersenyum manis di balik punggung Ibunya. Sehun bersumpah jika itu adalah senyuman paling menjijikan yang pernah ia temukan.
“Sehun, ada yang ingin Ibu bicarakan.”
Sehun menghembuskan napasnya dengan kasar lalu duduk di hadapan Jessica. Pria itu hanya terdiam, menunggu hal apa yang akan di ucapkan oleh Ibunya tersebut. Jessica mengubah posisi duduknya menjadi agak tegak, perhatian wanita paruh baya itu kini hanya tertuju pada sosok putranya. Tak lama kemudian Jessica mulai membuka mulutnya.
“Pernikahanmu dengan Sowon akan di percepat,” ucap Jessica dengan tegas.
Sehun tersentak. Pria tampan itu segera menatap Ibunya dengan sorot yang sangat tajam. Apa yang baru saja ia dengar? Pernikahannya dengan Sowon di percepat? Oh Sehun tentu saja tidak menyetujui apa yang baru saja Ibunya katakan. Bagaimana bisa Ibunya itu mengambil keputusan secara sepihak seperti itu tanpa persetujuannya? Sehun menggeram marah. Tangan kekar pria itu terkepal dengan kuat.
“Ibu tidak bisa mengambil keputusan secara sepihak seperti itu,” desis Sehun tajam.
Jessica menyeringai, wanita paruh baya itu sangat mengetahui jika hal ini akan terjadi. Putranya itu pasti akan menolak keputusan yang ia ambil. Oh Sehun adalah orang yang keras kepala, tidak mungkin ia menerima pernikahan ini begitu saja. Jessica knows her son very well.
“Keputusan ini sudah disepakati oleh dua keluarga, Oh Sehun.” Jessica menatap Sowon sekilas lalu kembali menatap kearah putranya.
Sehun terdiam. Pria itu berusaha mencari cara untuk menolak keputusan Ibunya dan membatalkan pernikahan ini.
“Kau akan menikah bulan depan.”
Sehun semakin terbelalak. Pria itu segera menatap Ibunya dengan pandangan yang sulit di artikan. Kini Sehun meyakini satu hal, bahwa Ibunya—benar-benar wanita yang sangat egois.
KAMU SEDANG MEMBACA
Our Struggle
FanfictionI never thought that loving someone could be this beautiful. When I look into your eyes, I know that my world is in you. -Kim Jisoo- If I can change destiny, I will change our destiny to be more beautiful. In this world I just want to live with you...
