(Lokal AU! Social Media AU! )
Kota Bandung yang biasanya dipandang Arthit sebagai 'tempat kuliah' saja, mulai berbeda semenjak ia menjalin hubungan dengan adik tingkatnyaㅡ Kongpob. Setiap sudut kota Bandung sekarang mengingatkannya pada pria bermul...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Sementara group chat Arthit;
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
———————-
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Anjing, read doang??" Arthit menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, melangkahkan kakinya sambil membawa kantong plastik berisi makanan yang ia beli untuk Kongpob, permintaan maaf karena sudah memarahinya.
"Gue kenapa kebiasaan banget sih marah marah duluㅡ" lanjutnya memarahi diri sendiri.
Di sisi lain, di dalam kelas, seorang laki-laki dengan surai hitamnya yang mengkilat, hanya terkekeh pelan melihat chat room berisi dirinya dan kekasih. Kongpob tidak marah, tidak sama sekali, ia sudah terbiasa dengan Arthit yang seperti ini.
Fin.
Visualisasi Kongpob dan Arthit pagi ini;
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.