"aku,biarlah seperti bumi.
menopang meski diinjak,
memberi meski dihujani,
diam meski dipanasi,
sampai kau sadar,
jika aku hancur,
kau pun hancur juga"- Naila Naziya✿✿✿✿✿✿✿✿
Matahari menyinari kediaman rumah Naila, berserta awan biru yang indah itu membuat Naila bersemangat di pagi harinya.
"Morning bundaa" sapa Naila menggunakan seragam rompi pink disertai rok berwarna abu abu bawah lutut itu sambil berlari diatas tangga menuju lantai bawah.
"Morning sayang, aduhh hati hati dong turun tangganya" ucap bunda.
"hehehe yaa maaf bun, Naila hari ini gak tau kenapa lebih semangat dibanding hari kemarin" seru Naila sambil mengangkat tangan semangatnya itu.
"gitu dong, setiap hari kalau bisa bangunnya jangan siang terus" ucap bunda sambil merapihkan menu sarapannya diatas meja makan.
"hehehe iyahh dehh iyahh" terkekeh Naila.
"bun, ayah mana?" tanya Naila sambil duduk di meja makan.
"ayah tadi subuh langsung berangkat ke kantor katanya ada meeting klien" jawab bunda sambil duduk di meja makan.
"ayah sibuk terus, kapan sihh ada waktu buat Naila?" tanya Naila sambil memainkan garpu dan sendok.
"Nakk, ayah sibuk itu karna demi kebutuhan hidup kita juga, ayah gak mau keluarga kita sengsara jadi ayah bekerja keras buat keluarga kita bahagia terus" jawab lembut bunda sambil mengelus rambut Naila.
Naila hanya terdiam menatap bundanya itu.
"yaudah lanjutin dulu sarapannya keburu telat lohh" ucap bunda.
"Iyah bunn" ucap Naila sambil menghela nafasnya.
Tiba tiba dalam benak Naila muncul secara cepat yang berisi ucapan bunda tentang "cowok berhati dingin" pada malam kemarin.
"emm bun, waktu kemarin malem kata bunda cara buat ngubahin cowok berhati dingin itu dengan mengeluarkan isi hati kita maksudnya gimana?" tanya Naila.
"iyahh seperti kita tanya nama cowok itu, hobi dia apa, makanan kesukaan dia apa, ajak dia kemana gituu, yaa pokoknya yang membuat cowok itu nyaman sama kamu baru deh dia bisa berkomunikasi sama kamu tanpa sifat dinginnya itu" jawab bunda.
"karna aku dah tau nama si cowok itu siapa, jadi pura pura gak tau aja kali yahh basa basi aja gitu" dalam hati Naila.
"Emangnya Naila punya temen cowok yang hatinya dingin?" tanya Bunda.
"Hah? emm gak gak bun itu temen cowok nya Anisa" gugup Naila.
"Oalahh okee dehh" ucap bunda.
"Ehh Iyah bun, Naila lanjutin sarapannya di sekolah yahh Bun keburu telat ntar malah ditutup lagi gerbangnya sama pak satpam"
"emm oke dehh, mau di bekel aja nak?" tanya bunda.
"Iyah bun"
"Yaudah sini bunda masukin wadah makanan dulu" ucap bunda.
"Okee bun" jawab Naila.
"Nareeza bakal dateng lagi gak yahh? kan kita beda sekolah" dalam hati Naila yang terbingung itu.
"Ihh?! kok aku harus mikirin tuh cowok?! ihh bodo amat yahh Naila lu masih ada dendam sama tuh cowok awas aja yahh dugong!" dalam hati Naila sambil emosi.

KAMU SEDANG MEMBACA
Tersenyum Untuk Siapa?
RomanceKalian bayangin coba kalau ada salah satu cewek pindahan dari kota lain dan baru masuk sekolah baru di Bandung saja sudah sangat terpopuler karena kecantikannya yang sangat mempesona itu dan bertemu dengan salah satu cowok anak basket dari sekolah l...