1. NOSTALGIA PESAWAT KERTAS

5 0 0
                                        

Playlist : Pesawat Kertas – Joko In Berlin 🎶🎵

Teman-teman semangat ya buat vote dan komennya.

Semoga saya juga semangat buat nulisnya.

SELAMAT MEMBACA 🌟

_______________________________

Aku Jingga dan Kamu Bulan.
Jingga hanya mampu menemani Senja.
Lalu, Bagaimana jika Jingga memaksa untuk bersama Bulan?

⚫⚪⚫


Jingga mengayuh sepeda dengan cepat menuju sekolahnya, lalu lintas yang padat karena banyak aktivitas pada jam kerja membuatnya semakin tidak tenang karena takut akan terlambat.

“Kring..Kring..” Ia sudah dekat didepan sekolah tetapi ada saja kucing yang melintas didepannya. Benar-benar Jingga yang kurang beruntung. Ia pun mengayuh sepedanya lagi dengan harap ia akan sampai tanpa terlambat.

Sesampainya di depan sekolah, upacara telah dimulai. Ia terlambat 11 menit dari waktu bel masuk, jika kalian berharap nantinya akan ada seorang badboy ataupun kakak OSIS tampan yang membantunya, kalian salah. Jingga hanya mampu meminta bantuan kepada Pak Udin, yaitu satpam di sekolahnya, untuk membukakan pintu gerbang. Walaupun nantinya akan dihukum, tapi setidaknya ini lebih baik daripada ia tidak masuk sekolah dan harus kena omelan Bunda karena membaca novel hingga larut malam.

Ia yang melihat Pak Udin mulai membukakan pintunya langsung saja mengayuh sepedanya sembari berterimakasih pada Pak Udin, “Pak Udin, makasih ya besok saya bawain bekel deh pak!” teriaknya saat mempercepat kayuhan sepeda untuk segera memarkirkan sepedanya di parkiran sekolah.

Setelah itu, Jingga langsung berjalan melewati lorong sekolah yang tentunya sudah terdapat guru BK yang berdiri sembari memasang wajah dengan dahi mengerut, menatap nyala kepada para siswa yang datang terlambat.

Jingga hanya mampu memasang muka melasnya sembari berjalan dengan enggan menuju barisan paling pojok nan belakang,

“Kamu kenapa telat?” Tanya Bu Ratih sang guru BK yang terkenal asik namun tegas. Jingga sontak melebarkan matanya, aksi menjadi bunglonnya agar tidak terlihat sang guru tidak berhasil. Dengan menampilkan gigi-gigi rapi dan ketawa kakunya, ia menjawab.

“Maaf, Bu. Saya kesiangan sekaligus macet belom lagi ada kucing nyebrang Bu tadi”, katanya sambil meringis dan memainkan kuku jarinya.

“Makin hari, makin aneh juga jawaban kamu Jingga. Sudah cepat sana ke lapangan, jangan lupa setelahnya hormat bendera sampe jam pertama selesai. Nanti ibu cek loh ya!” ujar Bu Ratih. Jingga ingin menolak, tapi ia tahu jika dirinya salah.

Gadis dengan rambut kuncir kuda itu langsung saja menuju lapangan bersama teman-temannya yang telat, pas sekali saat sedang pemberian amanat oleh pembina upacara. Dan topik pembahasan kali ini adalah, 'Terlambatnya Siswa Datang ke Sekolah'.

Saat ia mulai memasuki barisan, Kepala Sekolah SMA Haritma Jaya, yaitu Pak Sariman, tengah memberikan arahan pada para murid untuk tidak terlambat datang ke sekolah.

“Lihatlah murid-murid yang dibelakang itu, adalah murid-murid yang memiliki penyakit kudis yaitu kurang disiplin, mereka kurang disiplin terhadap waktu. Bukankah sudah sepatutnya mereka menjalankan sanksinya?” ujar sang Kepala Sekolah.

Saat ia memberikan arahan untuk melihat ke arah murid-murid yang telat, Jingga sontak merasa semakin malu. Bagaimana tidak? Seantero sekolah menatap ke arahnya. Ya, walaupun ada tujuh orang lainnya yang telat, tapi tetap saja— malu tetaplah malu.

Sampai akhirnya mereka kembali mendengarkan amanat dari Kepala Sekolah dan menyelesaikan rangkaian upacara. Setelahnya, di lapangan hanya tersisa delapan orang yang telat dan beberapa siswa/i yang akan menuju kelasnya dibarisan paling akhir, salah satu laki-laki yang berpenampilan sedikit berantakan namun tetap terlihat apik menghampiri Jingga.

Ia berhenti di depan Jingga sembari berkata, “Makanya, besok-besok bawa pesawat beneran supaya bisa landing di lapangan jadi ngga akan telat. Bukannya bawa pesawat kertas”.

Jingga termangu, sedangkan laki-laki itu langsung berjalan menuju kelasnya. Jingga sadar siapa laki-laki itu, dia adalah Bulan yang tidak sengaja tertabrak pesawat kertasnya. Wajah Jingga semakin kesal, selain karena terik matahari juga karena Bulan.

Jingga terus berdiri sampai jam pembelajaran pertama habis. Jingga bukan perempuan lemah ataupun perempuan yang lupa sarapan seperti di cerita novel. Jingga juga bukan anak nakal yang nantinya akan meninggalkan hukuman. Prinsip hidupnya, “Kalau nggak cobain, minimal trobos, sisanya let it flow, dan terima hidayahnya aja.”

⚫⚪⚫

Setelah bel berbunyi, Jingga beserta dua sahabatnya berbondong-bondong menuju kantin di lantai satu bersama siswa-siswi lainnya. Ya, sahabat Jingga hanya dua, yaitu Kanaya dan Koko.

Kanaya Tabitha Putri, seorang gadis cantik, ceriwis, dan royal abis. Menjadi idaman beberapa laki-laki di sekolahnya. Meski bukan seorang famous girl, tapi masih tergolong dalam batas standar dan layak untuk dijadikan mantan oleh para laki-laki.

Coco Channel, sahabat Jingga lainnya, jangan kaget mendengar namanya, ini semua disebabkan oleh orang tua Coco yang begitu mencintai dunia fashion. Seringkali disapa Koko Crunch, membuatnya terlihat manis, dengan kulit sedikit lebih gelap, dan memiliki hobi dengan kegiatan lingkungan. Si paling memiliki pikiran terbuka tetapi juga dapat bersikap weird dan freak di beberapa kesempatan.

Setibanya di kantin, Jingga langsung duduk di bangku yang masih kosong. Hari ini adalah tugas Kanaya untuk memesan makanan.

“Nay, gue mau nasi bakar cumi sama es teh manis ya,” Setelah mengharapkan nasi bakar cumi sejak hari libur kemarin, akhirnya ia bisa mewujudkannya.

“Gue mau ayam geprek sama es matcha-nya Mas Jail aja deh satu, Nay.”

“Baik, Ndoro. Pesanan akan di antarkan ke meja anda dalam beberapa waktu kemudian, harap bersabar .” Ujar Kanaya dengan memberikan curtsy-nya. Lalu berlalu mengunjungi stand-stand penjual kantin sesuai pesanan Jingga dan Koko.

“Jingga, lo harus tau, sekarang Dior lagi ngadain Fashion Show Spring Summer 2023. Lo buruan cek instagramnya deh, lagi ada livenya.” Dengan antusiasme dunia fashionnya, tentu saja Koko semakin menjerumuskan dirinya untuk berpenampilan lebih baik dengan mengajaknya menjelajahi dunia fashion. Meski terbilang tomboy, tapi Koko bukan orang yang minim pengetahuan mengenai fashion. Bahkan, terkadang pakaian aneh yang cenderung nyentrik menjadi pakaian yang sedap dipandang setelah dipadu-padankan olehnya.

“Serius Lo? Oke coba gue cek.” dengan senang hati Jingga membuka akun Instagramnya. Namun, suatu notif mengalihkan perhatiannya.

@bulangrshm started following you

“W.. WHAT! are you kidding me? seriously?” pekiknya.

“Ini beneran nggak sih? atau kepencet ya?” gumamnya lagi.

⚫⚪⚫
TBC YAA!!

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Oct 13, 2024 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

PERIHAL JINGGATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang