30 Agustus 2019
Semenjak Aku dan Jessie chattingan di tahun baru kemarin, kami sesekali chattingan, saling komen story Instagram, kami menjadi teman baik, hanya teman. Hari ini, hari ulang tahun Jessie, tahun lalu di saat ultahnya aku tidak bisa bertemu langsung memberikan kado padanya. Dan untuk tahun ini aku sudah merencanakan semuanya, aku akan membuat surprise untuk Jessie.
Aku sudah membeli kadonya, aku membeli anting hijau yang indah untuknya. Aku masukkan ke dalam sebuah kotak dan membungkusnya dengan kertas kado. Aku lihat jam sudah menunjukkan pukul 10 pagi, aku mengeluarkan motorku dari dalam rumahku, menghidupkannya lalu menjalankannya, aku pergi ke rumah Jessie. Karena aku kurang tahu jalan ke rumahnya, aku memakai aplikasi Google maps untuk membantuku bisa sampai ke rumahnya.
Namun, tetap saja aku salah jalan, kini aku kesasar dan memasuki jalan yang tidak aku ketahui. Aku berkali-kali menghentikan motorku dan melihat maps, perlahan aku bisa sampai ke jalan rumahnya. Akhirnya aku sampai di lorong rumahnya, aku memasukinya, melihat ke kanan dan ke kiri mencari rumahnya, tapi aku tidak menemukannya, aku melihat sebuah rumah berwarna hijau, aku rasa itu adalah rumahnya, aku memarkirkan motorku di samping rumah itu, aku duduk di motorku menunggu ada yang keluar di rumah itu untuk memastikan kalau rumah itu adalah rumahnya.
'Hmm.. asalkan bukan abangnya yang keluar dari rumah, abis gue ntar.' pikirku dalam hati
****
Setelah selama setengah jam menunggu di tengah-tengah teriknya matahari, tidak ada seorang pun yang keluar dari rumah itu. aku terus menatap ke arah rumah itu, tiba-tiba seorang kakek keluar dari rumah itu hendak membuang sampah ke dalam tong sampah di teras rumah itu.
'Haah? Jessie kan ga punya kakek.' aku kaget
Berarti rumah itu bukan rumah Jessie, aku menghidupkan motorku lalu keluar dari lorong itu. Aku terus mengendarai motorku sambil berpikir bagaimana bisa memberikan kado ini pada Jessie, aku menghentikan motorku kemudian mengambil handphoneku, aku menghubunginya via whatsapp dan video call di Instagram, tapi ia sedang tidak aktif.
Aku terus berpikir harus pergi kemana, terlihatku ada warung kopi di persimpangan jalan, aku pergi kesana, nongkrong, memesan segelas kopi menunggu Instagram Jessie aktif. Setelah 15 menit aku duduk menunggu disana, handphoneku bordering tanda chat masuk. Aku lihat itu chat dari Jessie, akhirnya dia aktif juga.
Jessie
Ada apa tadi nelpon ?
Alfin
Hehehe gapapa, Cuma mau bilang
Kalau aku udah di lorong rumahmu
Jessie
Ngapain ??
Alfin
Mau hantar kado
Untukmu
Jessie
Hah ?? seriuslah
Jangan gila
Alfin
Hahaha, ya serius lah
Aku cari rumahmu ni
Jessie
Ini sekarang kamu dimana ?
Alfin
Hahaha, aku udah di warkop
di dekat rumahmu
Ok aku sekarang kesana ya
Jessie
Iya cepat kamu datang
Alfin
5 menit (Read)
Aku mematikan handphoneku, membayar kopi lalu mengendarai motorku menuju rumah Jessie, ketika aku mau masuk ke lorong rumahnya tiba-tiba ia keluar dengan motornya membuatku terkejut.
"Ayo ikut." Ajaknya
Aku menganggukkan kepalaku
Aku mengikutinya dari belakang, aku heran kemana ia akan mengajakku. Dia berhenti di jalan yang sepi, masih dekat dari rumahnya, aku juga menhentikan motorku di depan motornya. Aku melihatnya, melihat ekspresi kagetnya namun detak jantungku tetap terasa.
' dag dig dug nyat nyut' jantunku berdetak
Dia tersenyum padaku, aku jadi gugup dan bingung mau bicara apa, dasar aku, datang untuk menhantarkan kado berani tapi tiba ketemu langsung malah canggung.
"Happy Birthday" ucapku tersenyum sambil memberikan kado, ia menerima kadonya
"Makasih ya" balasnya tersenyum
"Aku terkejut lho, ini aja aku diam-diam keluar dari rumah, mamaku heran tadi lihat aku keluar bawa motor." sambung Jessie
"Hahaha" tawaku
"Gimana ni ? apa yang harus aku katakana pada ibuku?" tanya Jessie khawatir
"Kamu beli aja jajanan di kedai, kalau ibumu tanya, bilang aja pergi beli jajan." Saranku
"Hmm" gumam Jessie
"Hehehe" tawaku
"Ini kakakku lagi ga di rumah, sebentar lagi dia pulang." Kata Jessie
"Oh.. iya." Kataku
"Jadi... aku balik ya." Pamit Jessie
"Ok" kataku tersenyum
"Maaf ya, kamu ga bisa hantar sampai rumahku, aku takut ibuku marah" jelas Jessie
"Iya gapapa kok, aku ngerti." Kataku
"Ok bye" pamit Jessie lalu menjalankan motornya
"Bye" balasku tersenyum
Ia pergi, aku melihatnya sampai ia keluar dari jalan itu. Aku tersenyum senang karena bisa bertemu dengannya, memberikan kado dengannya, akhirnya keinginanku ini tercapai juga. Aku mengendarai motorku pergi meninggalkan tempat itu, di sepanjang perjalanan aku sangat senang, sampai aku bersiul dan bernyanyi sambil mengendarai. Satu hal yang membuatku heran ialah kenapa aku tidak kesasar dalam perjalanan pulang.
'jauh di lubuk hatiku.. masih terukir namamu.. Jauh di dasar jiwaku.. engkau.. masih kekasihku.' aku bernyanyi gembira sambil mengendarai.
****
Aku sampai di rumah, aku duduk santai di teras rumahku ditemani oleh handphoneku yang selalu ada untukku. Aku membuka aplikasi Whatsapp ku melihat chat yang masuk. Aku melihat log panggilan Whatsapp ku aku menelpon Jessie sebanyak 3 kali, mungkin ia tidak mengangkat karena tidak mengetahui nomorku, aku coba untuk mengirim chat padanya.
Alfin
Hai Jessie, ini nomor WA ku
Di save ya
Jessie
Ok
Makasih buat kadonya ya
Antingnya cantik
Alfin
Kamu suka ?
Jessie
Iya
Alfin
Makasih ya
Jessie
sama-sama
Terima kasih karena sudah menyukai kadonya Jessie, setidaknya dengan cara ini aku bisa membuatmu senang. Andaikan kamu menerima cintaku, aku akan membuatmu sangat bahagia sampai kamu lupa bagaimana cara untuk menangis.
****
KAMU SEDANG MEMBACA
MUSIM [TAMAT || SUDAH TERBIT ✔]
Teen FictionA true one side love story Layaknya MUSIM berganti... Rasa Suka, Sayang dan cinta berubah tanpa henti. Pemesanan via WA : 0895360457124 (Jaksa Media) 083126463481 (Ardnerus Nomis) Pemesanan via shopee : Cek shopee Jaksa Media.
![MUSIM [TAMAT || SUDAH TERBIT ✔]](https://img.wattpad.com/cover/223822523-64-k441979.jpg)