"cinta tuh membingungkan karena harus ada kata bertahan dan merelakan"
#Axelle delana edzard
________
Setelah mengantar visha pulang, axel segera pulang ke rumah karena saat ini sang rembulan sudah datang menampakkan sinar nya yang menenangkan
"axel kamu dari mana nak" ucap mami axel saat melihat axel berjalan ke arah kamarnya
"dari taman mi"
"ngapain kamu kesana?" tanya papi axel
axel melenggang pergi tanpa menjawab pertanyaan papinya
"axel mau kemana kamu" tanya papi axel
"mau kekamar"
Setibanya dikamar axel berjalan menuju balkon kamarnya dan menatap langit yang bertabur bintang
"apa gue salah saat gue ingin melawan kehendak papi?gue pengen rasanya hidup bebas tanpa harus ada hukuman saat gue menggenggam erat pendirian yang gue punya untuk bersama dengan seorang yang gue cinta. visha, Masih bisakah gue melihat senyuman lo tanpa membuat kesedihan untuk orang tua gue, apa gue harus membuat lo sedih demi membuat orang tua gue bahagia. Gue ngga tau gimana caranya melihat kalian bahagia tanpa harus ada yang gue korbankan. bila nanti ngga bisa membahagiakan lo. Gue harap lo ngga kecewa dengan keputusan gue. Dan gue juga harap lo bisa bahagia tanpa adanya diri gue disamping lo, visha" lirih axel sembari menundukan kepala
"kamu harus bisa memilih xel, sekarang kamu udah dewasa. Mami tidak akan mengekang kamu bila kamu tidak mencintai orang yang akan dijodohkan denganmu nanti. Mami tidak akan memaksa, tapi ini keputusan papi dan mami harap kamu mendapatkan keputusan terbaik nanti" ucap mami axel yang tiba tiba datang dan mengusap lembut kepala axel
"apa axel egois mih disaat axel ingin mempertahankan visha?"
"kamu berhak atas itu nak"
"apa axel salah? Mih kasih tau axel gimana caranya biar axel bisa membahagiakan kalian tanpa harus ada yang dikorbankan" ucap axel dengan mata yang berkaca kaca membuat sang mami tersenyum tipis sembari membawa axel ke pelukannya
"cinta itu sulit untuk diungkapkan. Tapi banyak cara untuk ditunjukkan. Cinta itu rumit dan sulit secara bersamaan. Kamu tinggal memilih ingin merelakan atau bertahan"
"kenapa mih saat axel tau bagaimana rasa jatuh cinta, axel merasa semua rasa itu menyiksa" tanya axel yang hanya dibalas dengan senyuman
Oleh maminya"Mami harap kamu bisa memilih xel, sekarang kamu tidur ini udah malam. Ingat besok kamu sekolah. Good night jagoan mami" ucap mami axel seraya mengecup kening axel lembut
"night too mami" axel pun menatap maminya yang berjalan keluar dari kamar.
"arghhh...." desis axel menahan kesal. Akhirnya axel pun merebahkan diri dan mulai tertidur karena rasa lelah yang datang.
______
Mentari sudah menunjukkan sinarnya. Axel segera bergegas turun dari kamar setelah menggunakan seragam sekolahnya
"axel tumben kamu masih dirumah?"
Tanya mami axel"hari ini axel ngga jemput visha mih, visha udah dianterin sama daddy nya"
" ya udah sini sarapan dulu" ajak mami axel yang hanya dibalas anggukan oleh axel
"gimana xel kamu setuju kan" tanya papi axel seraya meminum kopi
"terserah papi axel cape"
"yaudah berarti kamu setuju yaa, persiapkan dirimu karena besok sore kita akan melamar anak temen papi"
"secepat itu?"
"Iya lebih cepat lebih baik"
"axel ngga bisa pih, axel masih punya visha saat ini"
"papi ngga perduli bagaimana caranya. Yang papi mau kamu besok bertunangan"
"papi egois!!!" seru axel
"papi cuma tidak ingin menunda-nunda niat baik kita axel"
"tolonglah papi?! axel belum bisa menerima perjodohan ini. Axel merasa masih berat harus meninggalkan visha demi perjodohan ini"
"papi tidak peduli yang penting kamu harus menuruti semua perkataan papi"
"terserah papi, axel benci papi!!!" ucap axel seraya menggebrak meja dan meninggalkan rumah menuju sekolah
"mas, kasian axel dia masih berat dengan adanya perjodohan ini. Jangan memberi beban untuk anak kita. Biarkan dia mengambil keputusan. jangan terlalu memaksakan kehendak"
"biarkan axel untuk bisa bersikap dewasa dengan masalah ini. Agar dia terlatih untuk mengambil suatu keputusan yang besar nanti apabila dia sudah mengambil alih perusahaanku"
"tapi aku kasian dengan axel"
"kamu tidak perlu khawatir, dia akan baik baik aja. Percaya sama mas" ucap papi axel seraya tersenyum
"baik aku mempercayakan dia ke kamu. Tapi ingat jangan pernah membuat axel kecewa kepada kita"
"iya aku janji sayang" ucap papi axel seraya meneruskan sarapannya yang tertunda
______
Gimana nih udah mulai sedih, kesel atau campur aduk
Gimana menurut kalian chapter ini?
Next chapter???
So happy reading guys and enjoy the story😊

KAMU SEDANG MEMBACA
I Mean, I Lost You!!!
Teen FictionHidup manusia itu nggak akan terus berjalan dengan mulus,kita itu ngga akan tetap berada di atas pasti ada saatnya kita akan berada dibawah,ada waktunya kita untuk senang dan ada waktunya untuk susah. banyak orang yang datang dan pergi tapi adakah y...