terlihat di kelas XI ips 2 sosok senja yang sedang bersandar ke tembok dekat jendela di pojokan mengibas ngibaskan tangan agar mengurangi rasa gerah hari ini.
semburat rasa lelah terpampang nyata di setiap lekuk wajahnya, pasalnya sejak kejadian tadi pagi terlambat upacara membuatnya harus menerima hukuman membersihkan lapangan dan toilet, tidak hanya toilet wanita, toilet laki laki juga ia bersihkan.
"sial banget kayaknya hari senin ini, gara gara cowok nyebelin itu tuh, perasaan gak ada hentinya ini cobaan nimpa gue. capek gue tuh, tau gak?" gerutu senja kepada dirinya sendiri dengan nada memelas memukul mukul meja dengan gemas.
"Ya-alloh apa salah hamba ya allah.." menengadahkan tangan ke atas seraya bersedih dan merengek.
brakkkk...
tiba-tiba jingga yang diketahui sahabat senja sejak smp itu, menggebrak meja senja dengan semangat membuat sang empunya terlonjak kaget.
"astagfirulloh, kaget. omama" senja mengelus dada menahan jantungnya yang hampir saja loncat loncat.
"senja senja, tadi pas gue di kantin lihat murid guanteng banget, manis, pokoknya sempurna deh menurut gue" heboh jingga menggoyang goyangkan tangan senja.
"ya terus? gue gak peduli, gue capek di hukum seharian" jawab senja malas, ia lebih memilih menunggu waktu bel masuk berbunyi dengan tidur menenggelamkan wajahnya ke meja.
"lo sih ga ke kantin, jadinya lo gak tau kan sebegitu tampan nya dia, katanya sih dia anak pindahan. dia masuk kelas ipa. tadi tuh ya, gue gemes pengen nyubit hidung nya pengen ngelus ngelus pipinya" jingga tak berhenti menceritakan hal itu, hal yang katanya di sekolah mereka kedatangan murid baru yang masuk kelas ipa, jingga antusias hingga senja jadi bahan sasaran tanganya,jingga tak mau diam bukan hanya mulutnya yang ngoceh, tanganyapun ikut ikutan mencubit hidung senja, mengelus ngelus pipi senja sesuai dengan bayanganya.
"aduuuuhhh ih jingga bisa diam gak sih, udah di bilangin gue gak peduli, gantengnya anak baru itu gak mungkin ngalahin ketampanan song jong ki, jadi udah diem sekarang"
tutur senja dan membekam mulut jingga dengan mulutnya agar suara cempreng itu tak keluar lagi.
"iya gue diem" balas jingga dingin dan menjauhkan mulut nya dari tangan senja. "tapi awas,lo kalo liat dia mendadak cinta, ga boleh suka sama dia, gak boleh pokoknya. tapi ini bener dia ganteng banget tau, rasanya kalo liat dia mata gue bisa ngeluarin lope banyak amburadul"
sepertinya air muka jingga sulit di prediksi, buktinya tadi sempat diam sejenak dan kembali mengagetkan senja dengan kata kata yang merembet kaya petasan.
senja memukul tangan jingga karena telah di buat kaget kesekian kalinya."anjir, lo mau bikin jantung gue copot dari tempatnya hah? ambil aja tuh cowok buat lo, sekalain karungin kalo bisa, bungkus tempel di dinding" umpat senja kelewat kesal.
"ya mangaf hehe..yeuu emang lo kata dia paket yang mau di kirim kurir JNT, pakek bungkus bungkus segala" jingga hanya nyengir kuda melihat tingkah laku senja yang masih terlihat kesal.
bel tanda masukpun berbunyi, kelas yang tadinya sepi dengan sekejap penuh di isi oleh penghuni kelas ips tersebut. bel itu adalah pengingat waktu istirahat telah usai, dan kembali ke habitatnya, eh maksudnya kelas heu.
anak anak duduk di bangku masing masing, ada apa hari ini? semua orang mendadak mempunyai kepo tingkat tinggi, entah itu syndrom apa atau penyakit apa. yang jelas senja yang mendengarnya muak.
semenjak kedatangan murid baru yang entah siapa senja tidak tahu, teman teman nya bising membicarakan anak itu, tak terkecuali dengan teman lelakinya.
"dimana ya rumahnya, gue mau banget main kerumahnya, siapa tau dia punya adek cantik gitu, buat di jodohin sama gue"
"duh senyumnya manis banget sumpah"
"tadi pas gue lewat di bangku kantin yang dia duduki, wuuuh aroma parfum nya menyengat banget, kalo lebah dateng kayaknya nemplok ama dia"
KAMU SEDANG MEMBACA
YES, I WILL💥
AcakHari senin, adalah hari dimana diadakanya upacara di sekolah. yups cukup menyebalkan bagi seluruh murid yang malas mendengarkan ocehan kepala sekolah yang hanya itu itu saja. seorang gadis yang berjalan gontai menyusuri jalanan, setelah didapatinya...
