Sebelum baca klik 🌟 dulu ya:)
Pov Rexi
Disinilah aku sekarang bersama teman teman ku ditempat yang sering ku kunjungi setiap malam. Kau pasti tau dimana aku sekarang.
Ya, di club.
Tempat gelap yang diselingi lampu berkedap kedip dengan diiringi musik yang keras membuat semua orang menari untuk meraih kesenangannya.
Banyak wanita yang mengajakku menari, namun aku menolaknya. Bukan karena aku sombong atau apa, namun kesannya mereka terlalu murahan. Dan aku tidak suka itu.
Aku memang selalu menghabiskan waktu malam ku disini, tetapi ingat bukan hanya untuk bersenang-senang saja disini, aku dan teman temanku membicarakan tentang masalah organisasi kami.
"Hei joe, bagaimana perkembangan organisasi kita?"
"Tidak ada masalah rex, memangnya kenapa?"
"Tidak, tapi sepertinya ada penghianatan joe, apakah kau tidak merasakannya?"
"penghianatan apa yang kau maksud?"
"ya seperti snooper, kau tau organisasi kita sedang diincarkan? Jadi kau harus hati hati"
"Ya aku tau itu, tapi sejauh ini tidak ada yang mencurigakan"
"Mungkin belum, dia sangat pintar menyembunyikan identitasnya"
"Siapa maksudmu rex?"
"Aku tidak tau, namun perlahan pasti akan terbongkar"
"okay, aku akan berhati-hati"
Setelah aku berbincang dengan joe, Ya dia Joe Martin orang kepercayaan di foiniks. Aku bergegas untuk pulang ke apartemenku karena sudah tidak ada yang perlu dibicarakan lagi.
Di keheningan malam, jalan begitu gelap dan sepi karena memang ini sudah larut malam, aku melajukan motorku dengan kecepatan tinggi, namun ketika berbelok aku mengerem sampai motorku berdecitt keras hampir menabrak mobil pininfarina sergio ferrari. Huh untung saja aku fokus melihat jalanan, Jika sampai motorku lecet sedikit saja aku tidak akan segan-segan untuk membunuh orang itu.
"Hei kau gila, disini bukan arena balap" orang itu keluar dari mobilnya
"Kau yang gila menghalangi jalanku" ucapku santai
"Kau pikir ini jalan milikmu huh? Disini umum siapa saja boleh melewati rute ini dan akibat ulahmu mobilku lecet"
"Kau pikir aku peduli?"
Tiba tiba seorang perempuan keluar dari mobil tersebut
"Kak ayo pul... Kauu!"
"Kau kenal dengan dia queen?"
"Oh jadi kau seorang jalang heh?"
"Hei jaga ucapan mu itu bajingan"
"Ada yang salah? Dia memang benar jal.."
"Diam kau!" dia menarik kerah baju ku dan memukuliku
"Kak, sudah ayo kita pulang"
Sekarang emosiku sudah menggebu, aku memukuli balik wajah pria sialan itu, ditendangnya bagian perutnya sampai dia terjatuh tidak berdaya.
"Sudah, hentikan" ucap cassie berteriak sambil menangis mencoba menghentikan perkelahianku dan pria itu "aku bilang berhenti brengsek, kau sudah memukulinya sampai dia tidak berdaya. Dasar manusia biadab" teriaknya sambil terisak.
Sebelum meninggalkan tempat itu, aku menatap mereka dengan tajam, berani-beraninya dia melawanku. Akan ku buat mati saja jika dia berani melawanku lagi.
Pov Rexi End
__________
"Cassie kau kenal pria itu?" ucap kak Glen dengan memanggil namaku, artinya dia akan berbicara dengan serius.
"Ya, aku kenal dia kak, dia teman sekelasku"
"Benarkah? Berani beraninya dia memanggilmu jalang" ujar Kak Glen dengan menampilkan wajah ketidaksukaannya.
"Sudahlah kak, dia memang seperti itu, tapi aku tidak mempersalahkannya karena aku bukan wanita seperti apa yang dia pikirkan" ucapku
"Jauhilah dia, kau jangan berteman dengannya"
"Siapa juga yang mau berteman dengan si biang masalah"
Sial, bibir ku tidak bisa diajak berkompromi. Ingin aku sobek mulutku sekarang juga, tapi nanti aku jelek jadi aku mengurungkan niatku.
Kembali ke topik, untung saja aku tidak menceritakan kejadian tadi disekolah. Jika kak Glen tau bisa saja dia datang ke sekolah dan berkelahi lagi dengan si pria dingin itu.
"Kau mempunyai masalah dengannya?"
"Ehmm, ti..tidak kak. Aku hanya kesal dengannya"
"Yasudah kau sekarang tidur my queen, ini sudah larut malam, jangan sampai kau telat besok"
"Yasudah queen ke kamar ya kak, goodnight kak"
"Night Queen"
Setibanya dikamar, aku memikirkan kejadian tadi pagi sampai malam barusan. Aku heran kenapa semua orang tidak suka padaku? Padahal aku hanya ingin mencari teman saja, bukan mencari musuh.
Lagi lagi masalah menghampiriku, oh God kapan aku memiliki ketenangan? Apakah nasibku tidak akan berubah? Aku sudah berusaha untuk menjadi yang terbaik. Namun apa hasilnya? Semuanya tidak berubah.
Aku terus memikirkan apa yang sedang menimpaku sampai aku larut kedalam mimpiku.
___________
Gimana nih ceritanya?
Huhuu pasti gaseru ya?
Maap yaa soalnya ini first story aku( jadi aku masih belajar
Kalo ada kesalahan dalam pemaknaan kata, boleh bantu koreksi aku ya:))See you next chapter~

KAMU SEDANG MEMBACA
Shotgun For Revenge
ActionApakah yang akan tejadi bila dendam tak berbalaskan? Justru kau enggan melakukannya. Akan kau mempertahankan egomu? Atau memikirkan perasaanmu.. #salam hangat