#10 - Kamar Nomor 3

25 0 0
                                    

  Diwaktu sore, aku hanya berdua dengan mbak santri lain sebut saja Mbak Jaza. Aku sedang memberesi lemari pakaian dan mbak Jaza sedang bersantai.

  Aku merasa ada yang aneh untuk sore itu. Ada sosok lain yang turut hadir dikamar. Dibalik pintu kamar, perempuan berbaju putih berambut panjang. Dengan lugunya aku bicara dengan mbak Jaza

"Mbak ada perempuan dibelakang pintu"

"He jangan nakut nakutin. Jangan bohong jihan. Cuma ada kita berdua disini"

"Apa cuma aku yang ngayal mbak?"

"Mungkin han. Gapapa gaada apa-apa"

Setelah percakapan itu berakhir. Aku tak pernah bicara lagi tentang perempuan itu ke mbak Jaza walaupun dia tetap disana memandangi kami dengan tatapan sinis, sedih, penuh amarah.

FántasmaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang