Time Turner?

1.4K 105 45
                                        

-Who are you? Where i am?-

"Mau sampai kapan kau terus begini Park Jimin!"

Pranggg

Piring dan gelas itu hancur di lantai, pecah dan berhamburan

"Sudah Pa, cukup"

suara seorang ibu menenangkan suaminya.

Sang anak yang sudah lelah menangis hanya dapat menunjukkan wajahnya yang datar dan pucat.

"Papa stres mikirin kamu! Pembuat masalah! Kamu jadi anak harusnya nurut! Dengerin kata Papa!"

Park Jimin, si anak tunggal hanya bisa mendengarkan semua ocehan Papanya.

Dalam hati ia berkata bahwa ia juga lelah.

"Kalau kamu gak bisa bahagiain Papa–"

"Aku pergi. Aku lebih baik pergi dan mati"

"Jimin sayang jangan gitu, nak" sang ibu menimpali

"Ya! Pergilah! Pergi dan jangan menyusahkanku lagi!"

Jimin berdiri dari kursi meja makan, memandang dingin kedua orang tuanya,

"Aku pergi"

Park Jimin si anak tunggal yang manja dan penurut itu sudah hilang, jati dirinya yang lama sudah mati.

Jimin keluar rumah dengan tangan kosong tak membawa apapun, pakaian piyama biru masih melekat di tubuhnya, ia hanya membawa ponselnya yang sudah habis baterai di saku piyamanya.

Malam ini begitu dingin, dan Jimin sudah tiga hari tidak makan,

Entah kemana langkah ini membawanya pergi,

Yang Jimin tahu ia sekarang sakit hati dengan keluarganya,

Jimin memutuskan pergi ke halte bus di jam delapan malam seperti ini,

Kepalanya pusing sekali dan ia benar-benar kedinginan.

Tepat ketika ia duduk di halte, kesadarannya benar-benar hilang.

*

"Apa dia tidak mati?"

"Ku rasa tidak, nafasnya masih ada, walau bibirnya sudah biru seperti orang mati kedinginan"

Samar-samar Jimin mendengar pecakapan dua orang disekitar dirinya,

Perutnya sakit sekali, kepalanya benar-benar pusing, tapi ia merasa hangat.

Perlahan Jimin membuka matanya,

Sedikit terkejut karena ada tiga wajah asing yang mengerumuni dirinya,

"Bagus kau sudah bangun"

Jimin menoleh, ia menatap pria pucat yang asik memakan ramen di sofa single.

Tunggu,

Jimin dimana?

"Aku dimana? Kalian siapa?"

"Haii manis, namaku Hoseok"

"Aku Namjoon"

"Aku Taehyung"

Tiga pria yang mengelilingi dirinya memperkenalkan diri,

Jimin hanya tersenyum lemah,

"Aigo, dia manis sekali Yoongi hyung, kau menemukannya dimana, huh?"

Jimin sedikit risih dengan pria bernama Hoseok ini, dia sedikit berisik.

Dan yang Jimin yakini, pasti pria pucat disana bernama Yoongi, dan pasti pria itu juga yang menolongnya.

Jimin berusaha duduk perlahan.

LIFE - YOONMIN ONESHOTCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang