[[ Oneshot Collection ]]
Berbagai cerita dan nuansa mengisahkan dua makhluk adam bernama 'Yoongi dan Jimin'. Kisah penuh rintangan, tantangan, keromantisan, bahkan penyesalan hadir untuk menemani kebucinan kalian atas pasangan mini-mini YoonMin.
S...
Jimin mengangguk, lalu mengikuti langkah pria yang ada didepannya. Ia mulai masuk ke dalam rumah lamanya, rumah lama yang ia tempati bersama mantan suaminya.
Sudah tiga tahun ia tak kemari, sejak terakhir pertengkarannya dengan sang mantan suami hingga menimbulkan keputusan cerai yang disetujui antara keduanya.
"Jimin, kamu tidur dikamar utama aja. Biar hyung yang tidur di kamar tamu"
"Gak perlu hyung, biar Jimin aja yang tidur di kamar tamu. Lagipula sekarang Jimin hanya tamu di rumah ini"
"Jim–"
"Gak apa hyung" , ucap Jimin sambil tersenyum lembut.
"Baiklah" , pasrah sang empunya rumah.
Jimin berjalan ke arah kamar tamu yang ada di rumah mewah tersebut. Tentu dirinya masih ingat setiap sudut rumah ini, bahkan saat pertama kali Jimin menginjakkan kakinya di halaman rumah, Jimin sadar bahwa tak ada yang berubah dari rumah ini.
Jimin menutup pintu, lalu tubuhnya merosot ke lantai, badan disandarkan dibelakang pintu dan ia mulai menangis.
Ia merindukan suasana tiga tahun yang lalu, suasana keluarga hangat sebelum adanya keegoisan mengusai diri Jimin.
*
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Jim, kamu sudah lihat berita dispatch?"
"Iya hyung, sudah"
"Mau hyung konfirmasi?"
"Hyung masih gak nyaman ya sama efek Jimin jadi Idol?" , tanya Jimin lirih.
Kini keduanya sedang makan malam bersama dimeja makan. Park Jimin yang notabene tamu dan mantan istri di rumah ini menjadi sedikit tidak nyaman atas topik yang mantan suaminya bahas.
"Bukan begitu, Jim. Aku hanya berusaha membantumu"
Jimin menatap Yoongi lamat-lamat, mantan suaminya itu berucap santai seperti keduanya tak pernah memiliki hubungan apapun.
"Hyung"
"Ya?"
"Selain karena project musik kita, apa yang membuat hyung yakin menemuiku lagi"
"Hmm tak ada, mungkin"
"jujur saja, hyung"
"Aku... Karena..." , Yoongi menghentikan acara makannya dan mengambil tangan kanan Jimin.
Digenggam lama sebelum akhirnya Yoongi bicara, percuma saja ia berbohong, lebih baik mengatakan yang sejujurnya walau mungkin setelah ini Jimin kembali menjauh darinya.