Selamat membaca...
Beomgyu sedang berada di tempat pemotretan nya sekarang. Kamu tengah menunggunya, sudah 2 jam kalian berada di sini bagimu membosankan tapi baginya tidak. Jujur, Beomgyu memang berbakat menjadi seorang model. Paras nya yang tampan dan tubuhnya yang memang mendukung membuatnya tampak luar biasa dalam bidang ini. Kamu yang sedari tadi melihat berbagai macam pose yang di keluarkan Beomgyu pun ikut ternganga. Luar biasa. Beomgyu hebat, dia dapat mengatur ekspresinya juga posenya dengan sangat baik. Kamu beralih menatap ponselmu. Kamu melihat kalau tidak ada notifikasi sama sekali. Memang jomblo kayak kamu ini sangat mengenaskan.
"Y/n! Kemari!" Suara Beomgyu mengejutkanmu
"Ada apa? Apakah sudah selesai?" Kamu memasukkan Handphone mu ke saku bajumu
"Belum. Aku ingin menunjukkan mu ini." Beomgyu mengarahkan layar kamera kepadamu, kamu melihat sebuah foto.
"Yak! Itukan fotoku. Mengapa kau mengambilnya secara diam-diam?" Kamu terkejut melihat foto itu
"Ehh, abisnya kau terlalu asik memainkan handphone mu. Tapi aku bukan mau menunjukkan yang ini tapi yang ini" Beomgyu menunjukkan hasil pemotretan nya "Bagus bukan?" Dia tersenyum bangga
"Bagus. Fotografer nya memang luar biasa." Kamu bertepuk tangan
"Bukan hanya fotografernya yang luar biasa, tapi modelnya juga. Kalau modelnya tidak bagus hasilnya tidak akan sebagus ini" Beomgyu memuji dirinya sendiri
"Kau memiliki tingkat percaya diri yang sangat tinggi." Kamu mendongak menatapnya yang tinggi itu, tinggimu hanya sebatas bahunya saja
"Ternyata kau sangat pendek ya. Sudahlah aku mau melanjutkan pemotretan nya lagi, tunggu disini." Beomgyu menatapmu lalu pergi
"Bukan aku yang pendek, kau saja yang ketinggian" cibirmu lalu kembali menunggunya
♣️Dark♣️
Semua sudah selesai. Ini tepat pukul 8 malam. Kalian sedang berada di mobil milik Beomgyu, Beomgyu terlihat lelah. Kamu menatap keluar jendela, menikmati cahaya dari kendaraan dan gedung-gedung pencakar langit. Malam ini bintang tak terlihat sama sekali langit tampak gelap, bulan pun tak ada padahal kamu suka sekali melihat bintang dan bulan bersinar bersama di langit malam. Bulan dan Bintang adalah pasangan yang tepat untuk langit malam yang gelap setidaknya langit malam menjadi indah. Semua hal itu berkecamuk dalam fikiranmu.
"Hey. Kau mendengarku?" Suara Beomgyu mengagetkanmu
"Ha? Maaf aku tak mendengarkanmu. Tadi kau bicara apa?" Kamu berusaha menetralkan jantungmu karena terkejut
Beomgyu mendengus "apasih yang kau pikirkan sampai kau tak mendengarku?"
"Aku tadi sedang berfikir mengenai Bintang dan Bulan. Maafkan aku tapi bisakah kau mengulangi perkataan mu tadi?" Kamu merasa bersalah karena tidak mendengarkannya tadi
"Rumah mu dimana?" Beomgyu mengulangi perkataannya tadi
"Rumahku? Aku hanya memiliki apartemen" kamu berkata dengan santainya
"Ya dimana apartemen mu? Cepat. Aku sedang pusing ini" Beomgyu mengurut kepalanya
"Kau pusing? Kenapa kau tak bilang dari tadi? Pak! Turunkan aku disini" ketika mobilnya berhenti kamu langsung mengunjungi Indomaret seberang jalan. Setelah itu kamu kembali ke mobil.
"Beomgyu. Ini aku belikan obat supaya kau tidak pusing. Ini kau minum setelah kau makan nanti ya... Aku pergi dulu"
"Kau mau kemana?" Beomgyu bertanya
"Mau pulang. Diminum obatnya agar kau baikan." setelah itu kamu pergi dan menaiki taxi. Kamu tak mau pulang ke apartemen dulu karena kamu harus pergi ke kantor dimana rekan setim mu sudah menunggu.
Setelahnya kamu masuk ke kantor dan menghampiri mereka yang sudah menatap mu dengan tatapan kebingungan.
"Dari mana saja kau? Kami sudah lama menunggu. Katamu jam 7 kau sudah akan datang. Sekarang sudah jam setengah 9 nyonya y/n yang terhormat." Sam mengoceh kala melihatmu, sungguh Sam adalah seorang lelaki yang cerewet
"Maafkan aku... Tadi kami pulang terlambat. Setidaknya aku sudah disini bukan?" Katamu dengan senyum kikuk sedangkan yang lainnya hanya menatapmu datar "ayolah... Maafkan aku. Kali ini saja." Kamu memohon, akhirnya mereka mengangguk
"Jadi... Apa yang ingin kau katakan?" Serin membuka obrolan
"Belum ada hal yang mencurigakan hingga kini. Dan gelagatnya pun seperti biasa saja." Kamu mendudukkan tubuhmu di kursi milikmu
"Jadi percuma saja kau menjadi sekretaris nya" Rey memutar bola matanya
"Hey ini baru sebentar, suatu saat aku akan menemukannya. Tapi serin aku ingin kau memindahkan data yang ada di handphone milik Beomgyu agar kita bisa memastikannya. Apa kau bisa?" Kamu menatap mata serin
"Tentu bisa. Itu adalah keahlian ku. Tapi aku ingin kau membantuku untuk melakukannya. Itu tidak mudah tauk." Serin menunjukkan senyum ambigu, setelah itu dia membisikkan sesuatu kepada mu. Kamu pun tersenyum.
"Besok aku dan sam ingin mengumpulkan informasi dari orang tua dan teman korban. Kalian tidak usah ikut ya." Jihye menatap kalian satu persatu
"Aku serahkan tugas itu pada kalian berdua. Kalian handal dalam bidang itu." Kamu memberikan kepercayaan pada Sam dan Jihye
"Serin. Kau bisa bantu aku untuk meretas sosmed pacarku? Sepertinya dia selingkuh." Rey nampak lesu
"Hei. Kau lupa peraturannya? Seorang detektif tidak boleh menggunakan keahliannya untuk masalah pribadi. Apalagi tanpa izin dari orang yang bersangkutan. Kau ini ada-ada saja. Yang ada aku yang kena pecat." Serin tak menyetujui permintaan Rey
"Nanti kau akan kuajari cara memegang pistol dan menggunakan senjata. Please Serin..." Rey memasang puppy eyes nya.
Serin menggeleng "Tidak boleh Rey itu dilarang. Kau harus mengikuti peraturan. Lagian aku tak mau menggunakan senjata. Itu hanya akan membuat orang lain tersiksa."
"Rey. Kau bicarakan baik-baik dengan pacarmu. Aku yakin dia akan jujur" Jihye
"Kalau gitu makasih sarannya. Aku akan bertanya dulu. Tapi kalau dia memang selingkuh, aku akan putus dengannya saat itu juga." Rey tampak gusar
"Kalau kau putus dengan pacarmu itu, Jihye masih jomblo kok" kamu tersenyum jahil. Sedangkan jihye terbelalak
"Tidak. Aku tak mau dengan Rey. Dia possesive. Lagian bukan hanya aku yang jomblo. Sam dan kau juga jomblo" Jinye tak terima
"Possesive nya tanda sayang tauk. Aku tak cocok dengan Rey. Lagian kami sudah seperti abang-adik" katamu karena kamu memang 2 tahun lebih muda dari Rey
"Kalau gitcuh mas Rey sama akuh ajyah" Sam mengedipkan sebelah matanya. Bermaksud untuk bercanda.
"Eh sorry ya... Gue gak belok. Gue normal" Rey langsung bergidik ngeri sedangkan kami tertawa
Hai semuaa👋
Masih ingat author?
Maap up nya lama banget, soalnya author nya lupa kata sandi wp sama email😭 baru balik ini akunnya😭
Maap yaa... Makasih udah nungguin

KAMU SEDANG MEMBACA
Dark | Choi Beomgyu
FanfikceTerjebak dalam labirin teka-teki yang harus kamu selesaikan. Menyamar untuk mendapatkan bukti, apakah dia terlibat atau tidak dalam kasus ini. Semuanya menjadi begitu membingungkan sekaligus menyakitkan. Haruskah kamu menyerah untuk memecahkan teka...