Jangan keganggu ya
Sama mulmed di atas sana,
Itu Author yang buat,
Kalo gak suka, biarin aja...
Author POV
Jonet tak henti-hentinya bertanya dalam hatinya setelah melihat penampakan cowok ganteng yang datang dengan Qila saat ulang tahun Nara kemarin. Siapa sih dia? Pacar Qila apa gimana sih? Kok pake diajak ke rumah Arvan segala?
Berbagai pertanyaan yang belum terjawab terus terngiang di otak Jonet, sampai-sampai dia tidak memperdulikan kehadiran sang istri.
"Pa, Papa? PAPA!!!" Panggil Anne.
"Duh, Mama kenapa sih? Papa lagi buksi nih," sahut Jonet, asal-asalan.
"Ih si Papa, ngomong yang bener napa! Lagi SIBUK kali." Ucap Anne, membenarkan kata-kata suaminya.
Sementara Jonet hanya bisa tertawa menertawai dirinya sendiri. Terkadang Jonet sangat bersyukur karena telah menikah dengan Anne, gadis cantik nan penyabar. Bahkan seburuk apapun kelakuan Jonet pasca menikah, Anne tetap menerima suaminya itu apa adanya.
"Eh, Mama! Sini deh, Papa mau bilang." Panggil Jonet.
"Kenapa Pa?" Anne mendekat ke sebelah Jonet, kelihatannya dia sangat penasaran dengan apa yang akan dikatakan suaminya.
Jonet menarik napas dalam-dalam sebelum mulai mengatakan sesuatu pada Istrinya. Kembali teringat dalam ingatannya sosok cowok yang kala itu datang bersama dengan Qila ke rumah Arvan.
Setelahnya Jonet pun langsung mengatakan apa yang detik ini rasanya sangat janggal baginya. Jonet menjelaskan dengan detail apa yang dia saksikan kemarin, sambil sesekali mengelus pucuk kepala sang istri.
"Jadi begitu Ma," ucap Jonet, menyudahi kalimat panjangnya.
"Hm... Mama juga berpikiran sama kayak Papa sih, bisa jadi tu Cowok adalah boyfriend nya Qila." Jawab Anne, menyetujui prediksi Jonet.
***
Sementara itu di ruang yang lain, Nara sedang memetik senar ukulele barunya. Agaknya dia sudah mahir memainkannya sejak lama. Karena saat dia mulai membunyikan tangga nada, kedengarannya sangat merdu sekali.
Caca yang saat itu sedang lewat di lorong kamar anaknya pun berhenti sebentar untuk mendengarkan nyanyian anaknya. Dengan mendekatkan telinga sebelah kanannya di daun pintu, dia sudah bisa mendengarkan suara anaknya.
🎶"Setiap aku menyanyi
Aku ingin menghiburmu
Disetiap langkahku
Disetiap karyaku
Hanya ingin buatmu bahagia..."
Caca semakin mendekatkan dirinya ke daun pintu. Dia baru tau kalau anaknya itu juga bisa menyanyi sambil memetik gitar sepertinya, ya walaupun ukuran gitarnya tidak sama dengan yang dia punya.
🎶"Jangan menjauh dariku
Aku tak bisa tanpamu
Hidup tidak bererti
Bila tak ada kamu
Kamu adalah inspirasiku..."
Senyuman manis tersungging di bibir Caca. Kelihatannya dia amat senang ketika mengetahui bakat terpendam anaknya. Lalu ketika Nara sampai pada bagian reff lagunya, tiba-tiba pintu yang berperan sebagai tumpuan Caca terbuka.
🎶"Kalau kangen suaraku... Mama?"
Nyanyian merdu Nara pun terpaksa harus ia hentikan. Sementara Caca merasa tidak enak karena telah mengacaukan latihan anaknya. Dalam hati Caca merutuki apa yang telah terjadi, duh, kenapa gue pake ndorong ni pintu segala sih?! Kan jadi malu ketauan ngintipin Nara latian. Tapi semua rutukan Caca tersamarkan oleh cengiran kecil dibibirnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Most Wanted 2
FanfictionTHE MOST WANTED 2 Setelah kepergian Ari untuk selamanya, Tiba-tiba datang seorang cowok yang mirip sekali dengannya. Siapa sebenarnya dia? *** Awalnya semua orang menganggapnya adalah arwah Ari. Tapi lama kelamaan dia mengungkapkan identitasnya seba...
