"Yan"
"Apa"
"Yan"
"Apa je"
"Yana"
"IYA JEJE APAAAAA YAGUSTI"
"Ciri ciri orang suka sama kita tuh gimana sih yan" tanyaku pada yana.
"Hmm apa ya, banyak sih, bisa perhatian, terus tatapannya juga" jawab yana sambil sesekali makan gorengan yang ia beli.
"Kalo orang itu perhatian sama kita, terus sering ngajak jalan terus selalu ada kalo kita lagi butuh sandaran, itu bisa di bilang suka gk?" tanyaku panjang lebar.
"Tergantung"
"Loh kok tergantung sih"
"Jujur deh je, lo lagi suka sama orang kan?!" tanya yana sambil nunjuk nunjuk mukaku.
"Emmm i-iya" kataku sambil tersenyum kikuk.
"Siapa!!" yana kembali bertanya dengan intonasi yang cukup tinggi.
Tenggelam saja lah kaooo meliyana!!!
"Sutt pelan pelan dodol"
"Ehehe iya iya sorry"
"Kak aksa" jawabku sambil memalingkan pandanganku.
"HAH SUMPAH LO JE!!"
"Yan lo kangen jotosan gw ya" kataku tersenyum pada yana.
"Eh kelepasan je sorry"
"Tapi lo beneran naksir aksa aksa itu??"
"Iya lah masa boongan, awalnya gw ragu sama perasaan gw, tapi semalem gw udah renungin mateng mateng"
"Jadi lo mau nya gimana"
"Gw mau ngomong langsung sama kak aksa kalo gw suka sama dia"
"Tapi je, konsekuensinya lo bakal gk seakrab kaya sekarang kalo lu jujur sama si aksa, kalo aksa suka juga sama lo, kalian bisa pacaran, lahh kalo aksa gk suka sama lo, dia bakal ngejauh je" ucap yana memperingati.
"Iya juga, terus gw kudu gimana"
"Ikutin kata hati lo" jawab yana sambil nepuk bahuku pelan.
"Memberi salam" kata sang ketua kelas, ah ternyata ada guru yang masuk, lalu setelah itu aku mengikuti pelajaran di hari ini dengan pikiran yang masih melayang.
♡♡♡
Jeje
Kak bisa ketemu gk?
Kak aksa
Kebetulan banget kakak lagi gabut di rumah, bisa bisa, mau ketemu di mana?
Jeje
Di taman deket alun alun ya, Jeje tunggu di sana.
Kak aksa
Oke!
Sepulang dari sekolah aku langsung ke tempat di mana kak aksa dan aku akan bertemu.
Aku duduk di kursi taman, hari ini cukup sepi, hanya ada orang berjualan yang lewat. Sekitar 10 menit menunggu akhirnya kak aksa datang. Pakaian yang digunakan kak aksa tergolong pakaian rumahan, kak aksa hanya memakai kaos putih bertuliskan supreme di dadanya dan celana pendek selutut.
Ah aku lupa, rumah kak aksa memang dekat sini.
"Je beli pangsit yu, tadi di situ ada tukang jualan pangsit, kakak tiba tiba bm" kata kak aksa
"Udah kaya cewe aja sih kak, bm bm gitu" kataku sedikit terkekeh.
Kita beli pangsit terus balik lagi ke kursi yang aku dudukin sebelumnya, kita makan sambil sesekali ngobrol ringan.
"Coba nyobain punya kamu" kata kak aksa yang udah ngebuka mulutnya tanda mau di suapin.
"Hah"
"Itu mauu pangsit punya kamu" lanjut kak aksa.
"Nih aaaaaaaa" aku nyodorin satu pangsit ke mulut kak aksa, belum sampai ke mulutnya, aku langsung memasukan pangsit itu ke dalam mulutku sendiri.
"Etttt enakk aja" aku tertawa melihat raut wajah kak aksa yang seperti sengaja cemberut.
"Mauu dong jejeeee" kak aksa malah nyubit kedua pipiku.
"Aw aw sakit iya iya nihhhh" kataku sambil nyodorin plastik berisikan pangsit yang masih tersisa.
"Suapin dong"
"Idih manja banget" kataku tapi tetap nyuapin pangsit nya ke mulut kak aksa.
Setelah kita ngabisin pangsit nya, aku jedag jedug, bingung mau bilang jujur ke kak aksa atau engga.
"Kak aku mau ngomong sesuatu"
"Ngomong aja kali je"
"Emm aku sebener-"
"Eh je gerimis, kita cari tempat lain aja ya, yuk" kak aksa narik tanganku tapi aku tahan.
Hujah semakin besar.
"Kak"
"Je ngomongnya nanti aja, ini kita jadi basah"
"Kak sebenernya aku suka sama kakak" kataku sedikit keras karna takut suaraku kalah dengan suara hujan.
Aku menetralkan nafasku.
Kak aksa masih diam mematung mendengar penuturanku.
"Aku suka sama kakak, aku sayang sama kakak, aku gk tau perasaan ini mulai tumbuh sejak kapan" lanjut ku.
Kak aksa masih diam, dia tidak merespon apapun, aku tau ini bakal terjadi. Aku menangis di bawah guyuran hujan, air mata ku tersamarkan oleh hujan.
Melihat kak aksa yang tidak merespon sama sekali, aku memilih pergi meninggalkan kak aksa, sudah jelas kalau kak aksa gk suka sama aku.
Harusnya aku dengerin kata yana.
Aku berjalan dan terus menangis di bawah hujan.
Jeje goblok
Kata itu terus aku ucapkan.
Grepp
Seseorang memelukku dari belakang.
Aku terdiam mematung.
"Kakak juga suka sama kamu"
Vitiligo i am strong! I am beautiful!
. ☪︎* ☁︎. . * ✰ .· ☁︎ . * ✯☽ . ✧ .*
And i am enough.
KAMU SEDANG MEMBACA
Me and my vitiligo [End]
Fiksi RemajaDia yang membuat aku kuat, dia yang membuat aku bangkit, dan dia juga yang membuat aku jatuh, sejatuh jatuhnya:) ©2020, _krrxxtaaa0
![Me and my vitiligo [End]](https://img.wattpad.com/cover/222980551-64-k792973.jpg)