3_DiAjak Jalan

543 94 13
                                    

3.Diajak Jalan

Cinta itu mudah untuk didapatkan
Buktinya Lo mau gue ajak jalan:)

-ARNALD DEVANO

Arnald berinisiatif mengajak Key jalan,
Dengan mudah semua informasi tentang key mudah didapatkan oleh Arnald, tentunya Orang kaya.

Dengan kekuatan seribu kakinya Arnald langsung turun ke bawah dan berpamitan kepada papa nya, Devano.

"Pa Arnald keluar dulu, kunci mobil ada di papa kan kemarin arnald nitip"

Devano yang sedang menonton Tv dengan kakak nya Vani pun menoleh, mengarahkan pandangannya ke Arnald, tak seperti biasanya Arnald berpakaian rapi khas ingin mengajak jalan seorang pacar.

"Wihhh, ada yang mau jalan nih, bareng gebetan" sahut Vani menggoda Adeknya.

"Cih kek dukun, sotoy!?" Arnald memutar bola matanya malas.

Devano yang melihat kedua anak nya ikut tersenyum, tidak pernah akur, tapi saling memperhatikan dan menyayangi.

"Besok besok bawa pacarmu kerumah," Ucap Devano menyerahkan kunci mobil.

"Do'ain ya pa, belum pacar masih PDKT," bisik Arnald yang tentunya masih terdengar oleh Vani kakaknya.

"PDKT apa KDRT?" Vani tertawa lepas, sangat suka saat menggangu adeknya, jarang jarang terucap dari mulut Arnald tentang PDKT bahkan pacar.

"Apa hubungannya bego sama KDRT, kaga nyambung nying!!!??" ucap Arnald berjalan menuju pintu.

"Disambung sambungin kek kabel!?" Teriak Vani.

"Sialan kakak laknat!" gumam Arnald.

Tak perlu waktu lama untuk sampai diRumah key, jalanan sangat sepi jadi Arnald melajukan mobilnya dengan cepat.

Sesampainya dirumah key, Arnald bingung masuk apa pulang lagi, Arnald berfikir keras, dan keputusannya pulang saja tetapi seseorang membuka pintu rumah key, Wanita cantik berpenampilan seperti gadis pada umumnya, Arnald kira itu kakaknya key jadi Arnald mendekati orang tersebut.

"Eh kak maaf, a...ada Keyyna gak dirumah?" Ucap arnald gugup, dan wanita cantik itu malah menertawai Arnald, Arnald tak mengerti dan langsung mengerutkan dahinya seolah olah bertanya kenapa.

"Kamu manggil saya Kak? Gak salah denger hahahaha...." tak henti hentinya Via tertawa, baru pertama kali ini dipanggil kak oleh anak remaja padahal sudah umur 30 tahunan.

"Saya ini mama nya Key, key ada tuh dirumah masuk aja." via melanjutkan berjalan memasuki mobil sport berwarna hitam yang terparkir dihalaman rumahnya.

Arnald sedikit kikuk setelah kejadian tadi.
Akhirnya Arnald mengetuk pintu rumah key, akhirnya seorang laki laki membukakan pintu untuknya, siapa lagi kalo bukan Ilham.

"Siapa kamu?"

"Temannya key om, key nya ada?" Arnald menyalami tangan Ilham.

"Keeeyyy ada temanmuu!!!"

"Iya pa sebentar!?" teriak key dari dalam kamar

"Duduk dulu nak."

"Eh iya om."

"Key daaaaattt....tang eh arnald hehehe," key tak menyangka bahwa itu adalah arnald, padahal baru tadi disekolah kenalnya bahkan tidak sempat berkenalan secara pribadi tapi ia tau alamat rumahnya.

Sialan! Umpat key.

"Yaudah papa tinggal dulu ya," Ilham pun masuk kedalam kamarnya.

"Ada apa Arnald?" Tanya key

"Gue ajak jalan mau?" Jawab arnald dengan mengedipkan sebelah matanya, tentu saja key yang melihat nya secara langsung pun meleleh dengan ketampanannya.

"Oh boleh boleh, gue ganti baju dulu ya," Key langsung berdiri tapi tangan key ditarik arnald dan tentu saja itu membuat key terduduk kembali.

"Gausah, pake jaket gue aja nih," arnald menyampirkan jaketnya pada bahu syila.

"Eh iya." key tersenyum kecil, pipinya bahkan memerah tentu itu membuat arnald gemas melihatnya.

"Gitu aja merah pipinya, gimana kalau gue cium?" Arnald tertawa lepas melihat reaksi key yang sangat sangat menggemaskan.

"Yaudah ayo, jangan malam malam, Papa key mau keluar bentar sama arnald," key mengalihkan pembicaraannya karna sangat malu.

"Iya key jangan larut malam pulangnya," balas Ilham teriak dari kamar nya.

Diperjalanan.....

"Kita mau kemana?" Tanya key.

"Keliling dunia pun hayuk, kalo sma Lo mah" ucap arnald tersenyum penuh arti.

"Ketaman aja yuk" ajak key sambil menunjuk taman yang ada disamping jalan.

"Yaudah ayo, nyari tempat parkir dulu."

setelah memarkirkan mobilnya, arnald dan key pun keluar dari dalam mobil dan berjalan menuju taman yang sudah ramai pengunjung. Tak disangka, ada seseorang yang sedang memperhatikannya.

.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Makasih man teman sudha mau baca:)
Jangan lupa vote komen dana saran ya:)

Siapa sih yang memperhatikan mereka?
Mau tau kelanjutannya? Tambahin keperpus,
Tiap hari up kok:+

Salam dari author😚♥️

ARNALD  (Slow Update)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang