Dulu sewaktu kita masih bersatu, sewaktu kita masih saling takut untuk berpisah, kini kita saling meninggalkan resah. Dalam-dalam kau kubur angan, dalam-dalam pula aku terbenam. Perih-perih yang tak seharusnya terjadi malah makin menjadi-jadi. Sakit yang tak perlu di rasakan malah makin tersesakan.
Pilu yang menggebu membuat kita makin takut untuk bertemu. kita benam ia dalam angan, kita lempar ia dalam jurang. Rasa sakit seharusnya tidak perlu dinikmati. Entah kenapa malah aku teringat kembali. Nyawa-nyawa yang bangkit bersamaan kamu yang meninggalkan tanpa pamit. Pelan-pelan kutenggelamkan rasa ini dengan dalam. Pilu-pilu yang kubakar hingga tak tersisa satupun rasa rindu.
KAMU SEDANG MEMBACA
SETENGAH ADA
Fiksi RemajaKita tak pernah menyadari ketulusan mana yang memberi arti, pun kita tak pernah menyangka kesetian mana yang datang tanpa diduga. Semua pilihan adalah jalan, dan semua hal-hal yang bersangkut erat dengan itu harus kita genggam, Sampai suatu hari...
