Keangkuhan mana yang kau banggakan dulu sewaktu memori kita masih berjalan utuh. Kesakitan mana kemarin yang kau gores sewaktu aku meminta untuk berbaikan saja. Lelah kita kemarin kau lupakan, patahku kemarin ingin kau sembuhkan. Tak ada guna lagi itu sekarang, semua begitu berjalan baik saat kau hilang di ujung pelik. Patah kemarin sekarang pulih sendiri walau tanpa kamu yang dulu kuanggap dapat mengobatinya.
Sepatah apa kemarin aku rasa kamu tidak berhak tahu, karena itu masalalu. Sekarang kuganti cerita baru dengan orang yang tak kuharap sepertimu.
KAMU SEDANG MEMBACA
SETENGAH ADA
Teen FictionKita tak pernah menyadari ketulusan mana yang memberi arti, pun kita tak pernah menyangka kesetian mana yang datang tanpa diduga. Semua pilihan adalah jalan, dan semua hal-hal yang bersangkut erat dengan itu harus kita genggam, Sampai suatu hari...
