02 : Mimpi itu..

35 8 0
                                    

Sejak itu,aku bingung harus percaya pada siapa?mimpi dengan nyata yang bergandengan,namun sama-sama mengajakku kejurang

-Xena Eksananda

      Xena terus menyusuri jalanan sunyi yang disetiap sisi pinggirannya berbaris pepohonan rimbun nan rindang. Tak ada siapapun yang lewat selain dirinya sendiri. Saat itu hanya ada satu jalan saja yang dapat dilewati.

"Ini gue lagi dimana sih,kayanya  nyasar dah?" Tanya Xena dengan dirinya sendiri sambil melihat kearah sekekelilingnya

Setelah lamanya berjalan akhirnya gadis itu memutuskan untuk berhenti sejenak karena merasa kelelahan

"Capek gue,perasaan gaada belok-beloknya ni jalan lurus mulu" Kata gadis itu sambil berdecak

Beberapa lama kemudian,Xena kembali berdiri lagi untuk melanjutkan perjalanannya hingga ia terhenti disebuah persimpangan. Matanya dibuat bingung dengan kehadiran seseorang yang duduk di kursi panjang,namun terletak ditengah tengah jalan

"Kok dia pakai payung gitu,perasaan lagi kaga ada hujan? Heran Xena dalam hati sambil menengadahkan telapak tangan nya,apakah ada titik air hujan yang turun?

Melihat orang itu masih menetap dikursi,Xena pun berinisiatif untuk bertanya pada lelaki tersebut karena melihat ada jalan yang mencabang,barangkali dia tahu arah jalan untuk pulang. Akhirnya ia perlahan mendekati seseorang yang membelakangi jalannya itu,hingga terlihat seorang lelaki tinggi memakai hoodie hitam dengan tangan kiri nya yang memegang payung berwarna black sempurna hingga ketangkai penyangga, seperti ingin melayat keacara pemakaman batinnya

"Permisi,arah jalan keluar dari sini lewat mana ya? Saya kaya nya nyasar sudah kesini" ucap Xena pada lelaki tersebut

Lelaki itu tak menyahut,Diam dan tak bergerak sedikit pun

"Ni cowo tuli atau volume suara gue yang dibawah nol?" gumam Xena dalam hati,gadis itu pun kembali bertanya dengan nada suara agak nyaring dari sebelumnya

"Assalamua'laikum?? Permisi saya numpang nanya?cara keluar dari daerah sini kudu lewat mana ya?" Tanya Xena lagi ke Lelaki tersebut

Lelaki itu masih terdiam dan masih erat memegang payung berwarna black nya. Namun,sama sekali tidak juga bergerak sebagai tanda respon

Xena pun akhirnya memberanikan diri untuk menghadapkan dirinya kemuka lelaki itu karena dia masih membelakangi xena

"Hallo ?? Tahu arah jalan keluar dari sini ga?" Ucap Xena yang berjongkok sambil melambai lambaikan tangan nya kewajah lelaki yang tertutup topi jaket hoodie nya

Lelaki itu masih tertunduk dan hanya menggelengkan kepalanya dua kali ketika Xena sudah bertanya dihadapannya

"Oh yaudah, kalau gitu permisi" kata Xena yang lemas sambil berdiri tegak ingin pergi

Tiba-tiba lelaki tadi dengan gerakan cepat menarik tangan Xena yang hendak pergi hingga terduduk ke kursi yang ia duduki

"Ehh,ada apaan??" Spontan Xena terkejut dan kebingungan

"Hujan" kata Lelaki itu singkat

Benar saja ketika dia mengatakan kata "hujan" Air dari langit pun langsung mengguyur deras ke permukaan bumi. Lelaki yang pendiam tadi langsung memayungi Xena yang sedikit terkena percikan air hujan

"Oh iya" ucap Xena yang masih terkejut karena tangannya ditarik oleh lelaki itu

"Gue tadi nanya nyampe tiga kali ga direspon,sekarang gue mau pergi nyari jalan sendiri malah ditahan,mistis amat" Gumam Xena dalam hatinya

Phobia ATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang