Another Side 2

177 24 11
                                    

"Kita panggil suara nya Chanwoo? caranya gimana?" Tanya Hanbin bingung.

"Panggil aja, kaya gini, Chanwoo!!! kalo kamu denger suara aku, tolong jawab panggilan aku"













Hening


















Chanwoo tidak menjawabnya.



















"Gak bisa sih" tanyaku bingung.

"Terus gimana?

"Hmm pas Kak Hanbin denger suara Chanwoo, posisi lo lagi apa gimana kak?"

"Bengong"

"Sama aku jugaaa"

"Jadi kita harus bengong dulu gitu?"

"Coba deh"

Chaerin dan Hanbin ternyata benar-benar mencoba nya, mereka diam dan menatap kosong ke arah depan. Lewat beberapa menit. Yang di tunggu tidak datang.

"Tetep gak bisa" Hanbin membuka suara.

"Terus gimana lagi?"

"Yaudah deh nanti aja dulu, gua mau keluar ngurusin Chan biar pemakaman nya di undur"

Hanbin keluar dari ruangan setelah berpamitan dengan Chaerin. Kini ia sendiri. Awal nya dia kira sehabis Hanbin keluar ada Soyeon yang masuk. Ternyata tidak, Sepertinya dia sudah pulang.

Sebenarnya Chaerin agak merinding di ruangan ini sejak tadi. Suasana nya agak berbeda di tambah dengan kejadian-kejadian tadi yang membuat Chaerin semakin takut.

"Apa aku telepon Soyeon aja ya?"

Chaerin mengambil handphone nya yang berada di nakas.

"Halo rin, udah selesai ngobrol nya?"

"Udah, lo balik tadi?"

"ya engga lah, masa gue pulang gak izin sih"

"Terus lo dimana?"

"Lagi beli makan buat lo, tunggu bentaran"

"Siap, makasih ya"

Panggilan di putuskan dari Soyeon. Chaerin kembali merebahkan badanya, rencana nya ia mau kembali tidur, tapi tiba-tiba Chaerin mendengar suara orang samar-samar.

"Jangan coba-coba kamu cari Chanwoo"

Walaupun samar Chaerin bisa mendengar nya agak jelas, tapi Chaerin belum tau iti suara wanita atau laki-laki.

"Chanwoo udah bahagia sama aku sekarang"

Oke sekarang terdengar jelas itu adalah suara wanita, karena suaranya semakin dekat dan jelas.

"Ikhlasin Chanwoo, kamu harus segera memakam kan tubuh nya"

Mendadak Chaerin membisu dan terdiam. Rasanya tubuh nya kaku tidak bisa di gerakan. Ia mencoba menjawabnya.

"Siapa kamu? Apa maksud kamu 'tubuh nya' ?

"Chan lagi sama kamu ya?"

"Kamu lagi sama Chan kan?"

"Hei?"

Chaerin terdiam lagi, ia mencoba untuk tidak takut karena Chaerin yakin suara itu adalah petunjuk pertama. Jadi Chaerin terus mencari dimana suara itu berasal.

Tak lama Soyeon datang membawa sebungkus makanan dan minuman untuk di makan Chaerin. Untuk suara yang tadi di dengar Chaerin, suara itu tidak merespon pertanyaan nya dan kembali hilang lagi. Walaupun Chaerin takut tapi dai sangat penasaran dengan suara itu.

"Rin lo kenapa gugup gitu ngeliatin gue?" Tanya Soyeon sambil meletakan sebungkus makanan dan minuman nya.

Tapi Chaerin hanya terdiam, tak berniat merespon pertanyaan Soyeon.

"Nih minum dulu" Chaerin mengambil botol air minun yang di berikan Soyeon dan segera menghabiskan nya.

"Pelan-pelan rin astaga, kaya abis olahraga aja lo. Untung gue beli minum dua"

"Abisnya gue haus banget" Kini Chaerin berani membuka suaranya.

Soyeon membuka bungkus makanan nya tadi yang di dalam nya berisi nasi goreng.

"Yaudah makan dulu nih, mau gue suapin?"

"Engga lah, btw makasih banyak yeon hehe"
"Lo ga makan?"

"Gue udah sama Donghyuk tadi"

"Sekarang Donghyuk nya mana?"

"Ada kok di luar, lagi ngobrol sama Kak Hanbin"

"Lo udah gapapa?" Tanya Soyeon.

"Gue? Udah lah ini gue udah sadar"

"Bukan itu"

"Terus apa?"

"Chan"

Sebenarnya Chaerin masih sedih mengingat semuanya, sangat sedih tapi mengingat Chanwoo kemungkinan masih ada dia berusaha baik-baik saja.

Ingin rasanya menjelaskan semuanya ke Soyeon, tapi rasanya percuma. Biarkan  Soyeon yang akan mengerti semuanya sendiri.

"Kalo soal itu, pasti gue masih sedih. Tapi gue coba buat baik-baik aja dan ikhlas sekarang biar Chan tenang disana"

Soyeon menatap curiga, sepertinya ia kurang yakin dengan wajah Chaerin sekarang. Karena Chaerin tampak kacau mengatakan nya. Seperti ada yang di sembunyikan dari dia.

"Jeno sama Mark udah pada balik?" Chaerin berusaha mengalihkan semuanya.

"Oh udah, nanti balik lagi katanya"

"Okay" Chaerin kembali menyendokan makanan ke mulut nya. Karena tiba-tiba keadaan berubah menjadi canggung. Apa lagi Soyeon terus menatap Chaerin curiga.

"Ada yang di sembunyiin dari gue ya?" Soyeon memecah keheningan.

"Gak ada kok, emang kenapa sih?"

"Ah masa sih?"

"Iya engga yeon"

Mendadak Chaerin kembali termenung mengingat suara yang berbicara kepadanya tadi. Sepertinya dia tidak asing dengan suara nya. Hampir sama seperti suara wanita yang berbicara kepada Chaerin sebelunm ia pingsan tadi.


























"Jangan coba-coba kamu cari Chanwoo"


















"Chanwoo udah bahagia sama aku sekarang"



























"Ikhlasin Chanwoo, kamu harus segera memakam kan tubuh nya"


Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jun 24, 2020 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

2 SIDE || JUNG CHANWOOTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang