9 SIDE Chaerin

193 20 5
                                        

Setelah obrolan panjang dengan Hanbin mengenai Chanwoo yang baru aku tau,jujur aku sedikit kecewa kepadanya. Selama ini dia membohongiku,walaupun tidak penting jika aku tau. Tapi setidaknya Chanwoo tidak perlu membohongiku seperti ini. Banyak fakta tentang Chanwoo yang baru aku ketahui sekarang karena Hanbin. Semasih aku berhubungan dengan Chanwoo sebelum dia koma,Chanwoo memang tidak pernah menceritakan masa lalu nya kepadaku. Hanya aku saja yang mau bercerita kepadanya.

"Bengong aja chae,kaget ya?" Kak Hanbin membuyarkan lamunanku.

"Kaget kenapa?"

"Semua tentang Chanwoo yang baru kamu tau"

"Iya,aku agak sedikit kaget sih"

"Jangan marah sama dia ya Chae,Chanwoo gak bohong kok, dia emang gak suka ngungkit masa lalu yang menyakitkan buat dia. Dia lebih milih diem aja buat lurus jalan kedepan. Makanya lu gapernah tau masalalu Chanwoo kaya gimana"

Tak terasa sekarang Hanbin telah memakirkan mobilnya di kawasan rumah sakit. Aku mengeluarkan belanjaan yang tadi aku beli di bantu dengan Hanbin. 1 kantong belanja di bawa aku dan 2 lagi di bawa Hanbin. Kami mulai memasuki kawasan rumah sakit. Walaupun hanya beberapa hari aku tidak mampir kesini,rasanya sudah lama sekali sejak aku menjenguk Chanwoo beberapa hari yang lalu.

Hanbin memasuki ruangan Chanwoo pertama. Hanbin terdiam sebentar,aku tidak bisa melihat apa terjadi di depan Hanbin sampai dia diam seperti ini karena terhalang oleh punggung nya. Hanbin menjatuhkan kantong belanjaan nya tadi dan berlari cepat ke arah Chanwoo yang di sekelilingi oleh dokter dan perawat. Aku hanya terdiam melihat keadaan yang sedang terjadi,Perawat yang ada di sana berusaha untuk menahan Hanbin agar ia tidak mendekat ke arah Chanwoo. Aku tidak mengerti apa yang terjadi pada Chanwoo sehingga banyak dokter dan perawat yang mengelilinginya.

Aku dan Hanbin di minta untuk menunggu diluar. Aku yang berada di samping Hanbin berusaha menenangkannya. Sampai sekarang aku masih belum tau apa yang terjadi dengan Chanwoo. Ingin bertanya pada Hanbin,namun bukan saat nya. Hanbin masih terlihat murung. Begitu juga aku.

Sekarang Hanbin dan aku di bawa menuju ruangan dokter yang selama ini menanganin Chanwoo. Aku duduk di samping Hanbin dan berusaha menenangkan dia yang sedang panik,aku juga ikutan panik

"DOK KENAPA ALAT BANTU HIDUP CHANWOO MAU DI LEPAS?!"

Aku yang di sampingnya terkejut mendengarnya. Jadi tadi para dokter ingin melepas alat bantu Chanwoo untuk hidup?Jadi maksudnya mereka semua ingin Chanwoo mati?

Aku panik,sangat panik sampai tak tau harus bicara apa lagi. Dan dadaku mulai sesak sekarang.

Alat bantu hidup Chanwoo hampir ingin di lepas sebelum kami datang,jika terlambat mungkin Chanwoo sudah tidak ada.

Kali ini aku buka suara.
"Kenapa di lepas? Alat itu penopang hidup Chanwoo buat hidup!" Sebenarnya banyak yang mau aku bicarakan tapi aku tidak kuat menahan tangis dan sesak di dada,aku memilih untuk menangis saja. Hanbin lah yang sedari tadi mengumpat kepada dokter.

"Biar saya jelaskan. Saya kira kalian sudah mengetahui semuanya,tapi ternyata belum" Dokter tadi buka suara.

"Kedua orang tua Chanwoo yang memutuskan ini semua,Karena tidak sanggup membayar biaya rumah sakit lagi,terpaksa orang tua Chanwoo memilih keputusan ini. Bukan hanya itu saja,Ibu dari Chanwoo tidak mau melihat anak nya terus kesakitan dengan alat bantu hidup Chanwoo selama ini. Asal kalian tau,alat bantu hidup yang Chanwoo gunakan jika terlalu lama menempel di badannya akan membuat nya semakin sakit selama menjalani Koma. Apalagi tidak ada alasan untuk Chanwoo untuk hidup lagi. Sekali lagi saya ingatkan. Chanwoo tidak bisa di selamatkan."

"Ini jalan terbaik,untuk menghilangkan rasa sakit Chanwoo selama ini,kami mohon maaf"


























~~~

Playlist songs: Goodbye Road -IKON

Rasanya memang aku egois membiarkan Chanwoo kesakitan selama ini. Harus nya aku membiarkan dia pergi sedari lama. Harusnya Chanwoo sudah tenang di sana dan tidak merasakan sakitnya lagi.

Ternyata benar,akhirnya aku harus merelakan sosok yang aku sayangin selama ini. Walaupun aku sering berdoa dan yakin Chanwoo akan kembali,tapi Tuhan berkata lain. Chanwoo harus kembali ke Tangan-Nya untuk bahagia.

Kata terakhir untuk seorang Jung Chanwoo di akhir masa hidupnya dariku adalah...

"Chan aku yakin kamu pasti denger ini. Aku tau kamu bosen denger kata rindu dari aku setiap aku dateng kesini. Aku tau kamu risih denger aku nyuruh kamu untuk bangun padahal kamu gak bisa. Maaf aku gak bisa biarin kamu istirahat dengan tenang selama ini. Ini waktu nya kamu pergi dan istirahat dengan tenang buat selamanya. Aku relain kamu kok Chan,soalnya aku tau kamu bakal lebih bahagia disana kan Chan? Aku sayang banget sama kamu. Aku cinta banget sama kamu. Kita bakal ketemu lagi Chan, kamu tunggu aku ya? Biar aku selesain masalah di dunia,setelah itu kita bertemu lagi dan ga akan ada yang misahin kita selamanya."

"Selamat tinggal Chan,terimakasih telah berjuang untuk hidup. Terimakasih buat semua kebaikan kamu yang gak bisa aku sebut satu-satu. Aku sayang kamu Chan. Sayang banget. Sampat ketemu nanti Jung Chanwoo"

Chanwoo menangis,dia mendengar semuanya. Chaerin melihat airmata nya. Chaerin melihat itu. Chanwoo mendengar semuanya.

Setelah nya alat bantu Chanwo untuk hidup telah di lepas. Terlihat gambar garis bewarna Hijau di layar itu. Tanda Chanwoo sudah benar-benar pergi.

Hanbin dan aku memeluk Chanwoo untuk yang terakhir kalinya.

































⚠️WAJIB BACA BIAR KALIAN NGERTI JALAN CERINTA NYA⚠️

Calm guys,wp ini gak akan "end" secepat itu wkwk. Maaf harus bikin chap Chanwoo meninggal secepat ini. Tapi jalan cerita nya memang kaya gini.

Justru "SIDE" sebenarnya dari mereka baru di mulai di Chapter selanjutnya.














"Chanwoo bisa hidup kembali sebagai orang lain?!"










Next side?

2 SIDE || JUNG CHANWOOTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang