Tak terasa rupanya sudah 2 minggu Shalika libur sekolah. Dan sekarang hari senin, hari dimana Shalika sudah harus masuk sekolah dan melupakan bangun siangnya.
Pukul tujuh kurang 15 menit Shalika sudah tiba di sekolah dengan sepedanya. Sekarang ia bukan anak kelas sepuluh lagi tetapi kelas sebelas. Shalika selalu tersenyum kalau mengingat ternyata dia sudah jadi kakak kelas.
"woii, senyum senyum bae ni anak" suara Iin sahabat Lika.
"ihh Iin ngagetin Lika tau gak" grutu Lika memasang muka kesal.
"tau likaaa, lagian kaya orang gila gitu senyum senyun sendiri" ledek iin
"gimana Lika gak gila kalo temenannya sama orang gilaakk,"
"HAHHAHAHAHA" mereka berdua tertawa tanpa menyadari banyak pasang mata yang melihat ke arah mereka.
"udah ah kuy kelapangan, bisa di ocehin tujuh turunan kalau kita di liat buk Handaroh masih ketawa ketiwi di sini" ajak Iin menghentikan tawanya.
" lebayy, yaudah yuk"
*****
Sudah setengah jam upacara berlangsung dan sudah ada dua saja siswi yang pingsan. Memang hari ini cuaca sangat terik.
Shalika menoleh ke arah kiri melihat ternyata ada siswi yang pingsan. Tetapi pandangannya bukan fokus kepada siswi yang sekarang sudah di bawa menuju UKS tetapi dengan laki laki yang menggendong siswi tersebut.
'kak Juna' batin Lika
"itu ngapain sih harus kak juna yang gendong padahal kan ada anak PMR"
"kenapa gak anak PMR aja sih"
"kak juna boyfriend material bangett sih"
"beruntung banget kak syilla bisa deket sama juna"
Banyak sekali yang memperhatikan adegan tersebut, dari yang merasa baper hingga kesal karena kelakuan Juna tersebut.
Wajar sekali banyak yang tak suka karena bisa di bilang Juna Arsena Juanda adalah Most Wanted sekolah bahkan dia juga anggota Osis.
Memiliki postur tubuh tinggi, bahu lebar, dan dada bidang siapa yang tak tertarik kepadanya. Di tambah bibir merah dan bulu mata lentik, Ya Allah betapa spesialnya manusia yang kau ciptakan.
Sedari tadi Lika hanya diam Moodnya sudah tak sebagus tadi sebelum melihat adegan drakor secara live.
Rasanya ingin berlari dan menangis saja. Hey Lika kamu siapa?Ya, dari kelas sepuluh Lika memang sudah tertarik kepada kakak kelasnya itu tapi mau bagaimana lagi. Juna selalu berduaan dengan Syilla, mereka seperti sepasang kekasih. Shalika ingin menjadi syilla.
*****
Akhirnya upacara selesai, sekarang murid murid lagi di sibukan dengan mencari kelasnya masing masing karena memang setiap tahun kelas berbeda.
"woi kecap masuk kelas mana lo?" suara bass seorang lelaki terdengar.
Tetapi Shalika masih tak menghiraukannya, ia masih sibuk mencari daftar namanya dikelas sebelas Ips.
"ini ni nama lo, MALIKA di kelas sebelas Ips dua" tunjuk pria tadi. Shalika langsung pergi meninggalkan mading menuju kelasnya.
"Likaaa gue ngomong sama lo!, kenapa dari tadi diem aja sihhh" tanyanya geregetan
"ohh wildan ngajak aku ngomong. Abisnya yang aku denger kecap malika bukan SHALIKA!" kesal Lika.
Wildan ashydiq adalah teman sekelas Shalika, ia sangat suka menggoda Lika menurutnya gadis itu sangat menggemaskan saat sedang kesal.
"iya kecap maapin gue deh ya, nanti di jajanin deh janji" tawar wildan sambil mencolek dagu Lika.
"bener ya awas aja boong"ancam Shalika.
"iya kecap, yaudah sekarang masuk kelas yuk" ajak wildan di balas dengan anggukan Lika.
Membujuk Shalika sangat lah mudah, hanya di janjikan makanan ia sudah langsung memaafkan.
*****
Didalam kelas ternyata sudah sangat ramai, ia menatap sekeliling kelas mencari kursi kosong. Tiba tibaa..
"WOI LIKAA, gilaa sekelas lagi nih kita. Sini sini duduk sama gue" ternyata itu Iin.
"bosen bangat duduk 11 tahun sama Iin mulu" mata Lika pura pura kesal.
"emang nasib lo kudu sama gue, udah ga usah sedih, dari pada duduk sama makhluk astral, lo mau?" tanya Iin menunjuk ke arah wildan yang sekarang sudah memejamkan mata di pojok kelas
"OGAHH" tolak keras Shalika.

KAMU SEDANG MEMBACA
SHALIKA
Teen FictionHari ini, detik ini, menit ini kamu telah berhasil meruntuhkan semangatku untuk memperjuangkan mu.