Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Sebab kata ayah, agar ku dapat menelusuri aksara Lalu dia menyalakan lampu petromaks menjelang sore Di pedalaman, ketika kami cuma mengenal deru sungai-sungai dan gemuruh hujan di balik jendela yang terkelupas cat-nya
Kami berjalan kaki mendaki menuju sekolah di atas bukit itu dan kadang-kadang menyusuri sungai berkelok dengan perahu untuk menjemput aksara dan puisi yang 'kan terpatri menjadi petuah-petuah di sanubari
Tiap sore ayah rajin memompa petromaks itu Agar ku kembali menelusuri aksara Sebab kata ayah, jika ku besar nanti kegelapan 'kan cepat menyebar Dan sering datang tanpa dapat diduga Barangkali, serpih cahaya lampu petromaks itu 'kan tertinggal di dalam aku lalu menerangi saat kegelapan datang silih berganti