Minggu, 21 Juni 2020.
•JAKARTA
Seorang gadis remaja baru saja bangun dari tidur nya setelah terpapar oleh sinar matahari yang muncul di balik gorden kamar nya. Ia pun melihat jam yang menempel di tembok kamar nya menunjukkan pukul 6:15 pagi yang arti nya dia harus segera bergegas mandi, karna ini adalah hari pertama nya masuk di sekolah baru nya.
Gadis remaja itu pun mengambil handuk mandi nya yang terletak di atas meja rias nya, ia pun berjalan masuk ke dalam kamar mandi dan melakukan ritual mandi nya selama 10 menit.
Setelah sepuluh menit lama nya melakukan ritual mandi, gadis remaja itu pun keluar dari kamar mandi menggunakan handuk kesayangan nya yang berwarna biru. Ia pun berjalan menghampiri lemari pakaian yang ada di samping meja rias milik nya, gadis remaja itu membuka pintu lemari pakaian dan mengambil satu gantungan seragam sekolah nya.
Setelah dirasakan seragam sekolah baru nya pas di tubuh nya, ia pun duduk di kursi meja rias yang ada di samping lemari pakaian. Gadis remaja tersebut mengoleskan pelembat bibir di bibir nya dan juga mengoleskan wajah nya menggunakan bedak baybie.
Gadis itu pun berdiri dari duduk nya dan mengambil tas sekolah nya yang tergantung di belakang pintu kamar nya, setelah tas sekolah nya sudah ada di balik punggung nya. Ia membuka pintu kamar nya dan menutup nya kembali setelah itu berjalan menuruni anak tangga satu persatu menuju ruang meja makan.
"Assalamualaikum Mah. Morning," ucap gadis remaja itu setelah duduk di kursi meja makan dan melihat mama nya yang baru saja kembali dari dapur membawa dua piring nasi goreng beserta air putih untuk di minum.
"Waalaikumsalam sayang. Morning too," balas Mama gadis remaja itu.
Kedua nya pun tak bersuara lagi dan lebih sibuk dengan makanan mereka berdua. Tak butuh lama, gadis remaja tersebut telah menghabiskan makanan nasi goreng nya.
"Aku berangkat sekolah dulu ya Mah," ucap gadis remaja itu setelah ia selesai minum. Gadis remaja tersebut yang tak lain adalah Ranita Agsesya, Ranita sekarang telah melanjutkan sekolah nya di SMA HARAPAN dimana sepupu nya Indri juga bersekolah disitu.
Mama nya Rani melepaskan sendok makan dari tangan nya kemudian meminum air putih yang ada di samping piring makan nya, ia pun berdiri dari duduk nya dan mengajak anak nya kedepan rumah
"Ayok Mama antar kamu sampai kedepan rumah," ucap Mama Ranita mengajak anak nya berjalan keluar ke depan rumah mereka.
"Oke Mah."
Mereka berdua pun berjalan keluar dari dalam rumah menuju gerbang depan rumah mereka untuk menunggu kendaraan angkutan umum lewat.
Ranita bukan gadis remaja yang manja yang selalu saja meminta ini itu kepada kedua orang tua nya, dari kecil diri nya selalu di ajari oleh Papa nya tentang kita yang tak boleh merasa sombong dengan harta berlimpa yang kita punya dan harus saling menghormati kepada orang lain, apalagi jika orang yang lebih dewasa dari nya. Tapi sayang sekali, Papa nya sudah meninggal saat ia baru saja menduduki kelas 2 Smp dan sampai sekarang jasad Papa nya belum di temukan di laut.
"Akang!" teriak Ranita memanggil sopir angkutan umum yang akan segera lewat di depan rumah nya.
Kang sopir pun menghentikan angkot nya tepat berada di hadapan Ranita, Ranita pun menyalimi Mama nya sebelum memasuki angkot tersebut.
"Mah, kalau gitu aku kesekolah dulu yah. Assalamualaikum," ucap Ranita setelah menyalimi tangan Mama nya dan langsung masuk ke dalam angkot.
"Waalaikumsalan, Kang hati-hati yah ngendarain angkot nya. Jangan sampai lecet sedikit pun anak cantik saya! Kalau lecet, gue tampol juga lu! Oh iya anak ku sayang, sampai di sekolah jangan nakal. Belajar yang benar biar jadi sukses seperti Papa kamu," ucap Mama Ranita yang memperingati Kang sopir angkot dan juga anak kesayangan nya.
"Woke nyonya. Tak bakal jaga anak mu dengan baik-baik wkwkwk," ucap Kang sopir angkot memberikan jempol kepada Mama Ranita.
"Iya mah, kalau gitu aku berangkat ke sekolah dulu ya mah. Kang, cepat jalani mobil nya! Udah telat nih," ucap Ranita dan menyuruh sih tukang sopir angkut untuk menjalankan angkot nya.
Setelah kepergian angkutan umum yang di tepati anak kesayangan nya, Mama Ranita pun kembali masuk ke dalam rumah nya dan melakukan aktivitas nya sebagai ibu rumah tangga.
¤¤¤¤¤¤
"Watsup njing...." teriak Andrea saat tiba di dalam kelas nya. Semua murid kelas 11 Ips 2 menatap diri nya malas.
Andrea tak memperdulikan tatapan malas ataupun aneh teman-teman sekelas nya, ia lebih memilih berjalan ke arah bangku belajar nya dimana kedua sahabat nya berkumpul.
Brak....
"Watsup njing...." teriak Andrea setelah menggebrak meja belajar kedua sahabat nya.
"Avaan sih njirr ... pagi-pagi gini udah kumat lagi gila lo!" ketus Raga tanpa memalingkan pandangan nya dari handpone nya.
"Main ape lu berdua?" tanya Andrea lalu duduk di kursi meja belakang Raga.
"Hp."
"Gue tau, tapi main apa?"
"Game."
"Game apa?"
"Online."
"Anying lu berdua! Hargai gue kek yang ada di dekat kalian. Akutuh gak bisa di giniin," ucap Andrea mendramastis.
"Alay ko cendol," cibir Raga dan masih fokus dengan game online nya.
Andrea yang kesal dengan sikap kedua sahabat yang mengacuhkan nya, ia pun berjalan ke arah depan kelas nya dan membuat pandangan para siswa kelas 11 Ips 2 menatap nya.
"HEYYO ... WATSUP GAYS...." teriak Andrea dengan kata alay nya.
"Apaansih ndre, kek gak punya kerjaan yang berfaedah aje lu!" celetuk seorang gadis remaja bernama Putri Agnesia.
"Diam lu!" ketus Andrea, ia pun melanjutkan perkataan nya di depan kelas.
"Gini guys, gue dengar hari ini bakalan ada murid baru. Dan murid baru nya itu cewek plus cantik bingits guysss," heboh Andrea yang sangat dramatis di mata teman-teman kelas nya.
"Lu dapet kabar dari mana?" Seorang gadis remaja lain nya bertanya kepada Andrea. Nama nya Renata Aditiya.
"Heyy ..., lu gak tau gue? Gue Andrea sih cowok tukang kepo dengan segala hal maupun urusan orang, apalagi kalau orang itu lu."
"Bacot lu!" kesal Renata dan kembali melanjutkan kesibukan nya.
Andrea berjalan kembali ke bangku belajar nya dan menghampiri kedua sahabat nya yang masih sibuk bermain game online.
"Nape lu?" tanya Ramayana yang sedari tadi hanya sibuk dengan game online nya.
"Gak!" ketus Andrea dan langsung mengeluarkan handpone dari saku celana sekolah nya.
¤¤¤¤¤¤¤
Tbc!!
Jangan lupa Vote and Komen cerita ini yah guys🤗
Mencari kosah kata yang pas untuk 1000 kata cerita ini susah juga ternyata wkwk😂, apalagi ini pertama kali nya gue mengikuti event menulis cerita 7 Days 7000 Words.
Event ini di selenggarakan oleh lingkarliterasi_
Sesuai jadwal menulis nya Update setiap hari;)
Siang, 12:39 Wit.

KAMU SEDANG MEMBACA
TERLAMBAT (TIDAK LANJUT!)
De TodoRANITA AGSESYA(17 tahun) siswi pindahan dari bandung yang melanjutkan sekolah nya di SMA HARAPAN. Kisah nya di mulai saat diri nya kembali lagi ke jakarta dan bertemu dengan teman SMP nya yang pernah menyatakan cinta nya dulu kepada diri nya. Berjan...