Ada bagian didalam tubuh yang kadang ingin bertindak seperti beberapa orang
📍
Disini Danu, pada rooftop gedung rumah sakit, matanya menatap kosong hamparan ketinggian. Biasanya hembusan angin adalah ketenangan tapi kali ini semuanya terasa menusuk Danu dari dalam.
Saat Ainah ada, Danu berbicara dengan hati tanpa akal, berjanji mendukung Ainah, mempertahankan gadis itu bahkan akan memperjuangkannya. Siapa sebenarnya yang coba ia raih? Bahkan dia sendiri tidak yakin akan menarik siapa.
Rasanya Danu hanya bermain-main dengan penolakannya–atau malah dipermainkan kenyataan yang tak mampu diterimanya? Tapi bagaimana lagi, seperti orang lain kadang Danu juga sulit menguasai hatinya sendiri.
"Jadi, anda pria yang mencintai Ainah?"
Danu menoleh, mendapati pria berjas dokter dengan tanda pengenal bertuliskan Zio Al-Defra. Psikiater Viona. Danu diam saja, dia tidak mengenal pria ini. Hanya melihatnya kadang-kadang.
"Kapan mulai menyukai Ainah?"
"Kenapa anda peduli?"
Zio yang tadinya menghadap pada ketinggian bangunan, berbalik kesamping, menghadap Danu yang menatapnya.
"Bukan perasaan anda. Saya lebih peduli hal yang bisa membuat anda berhenti mencintai alter sial itu!"
Danu tidak suka mendengar kalimat kasar itu. Tidak suka mendengar Ainah kembali ditekankan bahwa dia tidak nyata.
"Saya–"
"Berhenti mencintai Ainah. Karna yang bertahan pada akhirnya hanya akan Viona. Pemilik asli tubuh itu, dan anda, tolong! Setidaknya jangan mengacaukan usaha saya mengobati Viona dengan sok' mengutarakan cinta pada Ainah, itu malah membuat Ainah punya alasan untuk selalu menyiksa Viona"
"Satu hal lagi. Berhenti menatap Ainah dengan tatapan meyakinkan itu, percuma! Karna faktanya dia hanya gangguan, tidak nyata, berhenti berkata anda akan mendukung Ainah, itu pembohongan."
Danu menatap datar lawan bicaranya. Saat Zio hendak pergi Danu bersuara.
"Memang kenapa? Bagaimana jika saya ingin memperjuangkan Ainah!"
Zio berhenti melangkah, rahangnya mengeras, berbalik seketika dan menarik kemeja Danu. Keduanya menatap dengan kilat amarah. Danu melepas cengkraman Zio dikemejanya lalu melempar tangan itu asal.
"Jika saya bisa, Ainah punya peluang untuk ada, menjadi nyata. Jika saya memperjuangkan Ainah, cinta saya yang akan menang!"
Zio lagi-lagi menarik kemeja Danu, sangat kuat hingga wajah mereka begitu dekat. Rahang keduanya mengeras begitu saja, seolah ada api membara dikedua tatapan itu.
"Saya peringatkan, jangan coba-coba meracau tentang Ainah. Anda tidak punya hak merenggut pijakan Viona hanya karna beralasan suka!"
"Saya mencari pijakan untuk Ainah!"
Dua pria itu seolah hilang akal kedewasaan. Hanya karna perasaan masing-masing kedunya saling melempar amarah. Danu egois, berpihak pada cintanya, Zio terobsesi memenangkan Viona dan mengalahkan Ainah hingga musnah.
Pada mulanya keduanya selalu menyelesaikan masalah dengan kepala dingin. Tapi kali ini, mereka bertemu untuk alasan paling besar dimana diantara mereka tidak ada yang ingin mengalah sama sekali.
KAMU SEDANG MEMBACA
All Of Me (SELESAI)
RomanceDID. Dissociative Identity Disorder Mereka banyak sekali bilang tentang ini dan itu mengenai gangguan ini, dari banyaknya pendefinisian yang ada, Viona hanya ingin menceritakan sedikit tentang yang dialaminya sendiri. Tentang dirinya yang bukan hany...
