3. Just first Sight

283 51 1
                                        

Yang terus menatap dibalik kaca, menunduklah karna akan ada masalah!

📍

"Nunggu siapa, Rin?"

Rina mendongak, seulas senyum terbit saat melihat sosok Della yang berdiri disebelah nya.

"Nunggu jemputan mbak! Bentar lagi abang ku pasti dateng!" jawab Rina sopan.

"Gitu? Tapi udah sepi nih, gak mau aku antar aja?"

Rina menggeleng "Makasih mbak, takut nya abang malah nyariin aku nanti"

Della hanya tersenyum, tidak lagi menawari dan memilih pamit. Tepat pukul sebelas malam Oh Deliz sudah tutup, biasanya pukul sepuluh tapi hari ini cukup ramai jadi buka lebih lama.

Resto sudah sepi, para pekerja sudah pulang dan menyisahkan Rina sendirian. Beberapa menit berlalu kemudian terdengar klakson mobil, Rina segera menghampiri, masuk kedalam mobil sembari tersenyum manis.

"Abang jemput nya telat banget ya? Rina nunggu nya lama?"

"Gak kok, Rina nunggu nya gak lama!"

Tangan Danu terulur mengelus puncak kepala adik nya sesaat kemudian melajukan mobil membelah jalanan malam.

Setibanya dirumah, Rina membuka pintu dan langsung terlihat sosok Ayah dan Bunda nya yang sudah menunggu sejak tadi, keduanya duduk disofa ruang tamu.

"Assalamualaikum."

"Waalaikumsalam" jawab Ayah dan Bunda cepat.

Sekali lagi salam dari Danu yang menyusul masuk setelah menutup pintu rumah.

"Malam ini lebih larut, sayang. ada masalah di tempat kerja?" tanya sang Bunda, Sembari mengulurkan tangannya untuk dicium oleh putri nya.

"Gak ada masalah apa-apa kok, Bun. Emang lagi rame banget makanya pulangnya maleman" jawab Rina.

Danu melakukan hal yang sama, mencium tangan kedua orangtua nya. Rina pamit ke kamar untuk istirahat. Sementara Danu masih berdiri dengan Ayahnya

"Di kantor gimana bang? Lancar?" Yahya yang kini bertanya pada putranya.

Danu mengangguk. "Lancar-lancar aja, yah."

Hanin menatap dinding yang menampilkan jam diatas sana, sudah sangat larut untuk membahas masalah kantor atau apapun itu, ini waktunya istirahat dan bergabung dengan mimpi.

"Bahas kerjaan besok aja, Udah waktunya tidur sekarang!" tegur Hanin dan berjalan menuju kamarnya.

Kedua pria itu mengangguk, saling mengucap selamat malam kemudian berpisah dari jarak lantai rumah, Danu melewati tangga menuju kamar nya sendiri. Setelah membersihkan diri, Danu merebahkan tubuh kekarnya diatas tempat tidur, lalu tidur.

↕↕↕

Samar di telinga Danu ada panggilan begitu indah, memaksa matanya terbuka. Suasana kamarnya gelap, makanya segera menyalakan lampu. 

Saat kesadarannya penuh, kini begitu jelas suara adzan yang seolah menembus pintu-pintu langit ditengah heningnya dunia, segera pria itu bangkit dan berjalan menuju kamar mandi.

Danu keluar lagi dengan tampilan sholih nya, bersiap mendirikan sholat nya pada salah satu masjid didekat rumah secara berjamaah. Danu keluar dari kamar, bertemu dengan Yahya yang juga akan sholat berjamaah di masjid, mereka berdua akhirnya berjalan melewati pintu dengan tujuan yang sama, seperti biasanya.

All Of Me (SELESAI)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang