8. cara ia datang dan pergi

234 39 1
                                        

Yang terlampau mendalami, tentang arti hati yang dibuahi tanpa permisi. Harus ada keputusan, bagaimana menanggapi jiwa yang tak ingin dilukai

📍


"Assalamualaikum"

"Waalaikumussalam"

"kapan-kapan datang lagi kak!"

"InshaAllah"

Lalu pada sosok pria tinggi yang dikagumi nya, Nadia berucap "Assalamualaikum, mas Danu!"

"Waalaikumussalam"

Bersama Rustam dan Fitri. Nadia beranjak pergi. Masih diperhatikan keluarga Danu yang berdiri diteras rumah layak nya mengantar kepergian pengantin baru.

Danu hanya menunduk ditempatnya. Setelah mobil hitam Rustam tak telihat lagi Danu masuk kedalam rumah kemudian duduk di sofa.
Rasanya menjadi lebih baik. Bukan karena kehadiran Nadia yang terkesan mengusik hanya saja Ya ini Danu, dia tidak suka tampak periang selain pada mata keluarganya.

Dan itu terbawa sejak dia masih kecil.

"Ekhem! Hem hek! Uhuk"

Danu mendongak, dengan wajah polos dia menatap Hanin dan Rina yang memegangi mulut sambil terbatuk tapi mata yang saling berkerlipan. Mereka sehat kan?

"Tiba-tiba ada yang dipanggil Mas aja" tutur Hanin tersenyum

"ho'oh. Pake perasaan loh bang, manggilnya" lanjut Rina

Danu hanya diam dalam delikan mata. Pria itu berdiri "Abang kekamar, mau istirahat!"

"Yehh, ngehindar aja si Abang mah"

Danu tetap berlalu kekamar nya. Rasanya tidak baik jika terus bertahan di dekat Bunda dan adik nya karena mereka terlalu banyak cara menyudutkannya tentang pasangan. Bukan hal baru memang, Danu kerap kali ditanyai tentang wanita, kapan ia akan meng-khitbah putri seseorang.

Jawaban Danu hanya jika Allah sudah menetapkan. Dia hanya percaya apa yang datang dari sisi-Nya jauh lebih baik, tapi bukan berarti Danu berpangku tangan dia hanya belum menemukan yang cocok sejauh ini.

Lalu setelah menutup mata bersama sunyi malam yang mengawasi, pria itu akan terbangun lagi. Seperti hari nya selama 28 tahun hidup nya, ketika ia mulai mengerti Agama, Danu mencintainya, maka terbangun di malam hari menjadi kebiasaan.

Masih menguap sambil mengusapi matanya Danu terduduk ditempat tidur, berjalan menuju kamar mandi, keluar lagi kemudian bersiap mendirikan sholat tahajjud nya.

Saat tiba ia menengadahkan tangan, Danu banyak permintaan. Menjadi lebih amanah dalam pekerjaan, meminta perlindungan, Danu merendah dihadapan Tuhan. Tentang perasaannya dan pasangan Danu, pria itu hanya ingin agar siapapun dia Danu bisa mencintainya karna beralasan Allah.

↕↕↕

Diakhir pekan ini Rina tidak mendapat kesempatan berleha-leha, dia masih harus masuk kerja karena pastinya resto akan lebih ramai lagi.

Rina meraih tangan Hanin, Yahya lalu Danu, mengucapkan salam kemudian berlalu pergi.

Dihari libur ini Rina tidak lagi diantar oleh abang nya, mengerti bahwa Danu juga ingin menikmati hari nya tanpa urusan-urusan kantor. Lagi pula Rina tidak bekerja sampai larut malam diakhir pekan, hanya sampai sore dan Oh Deliz siap tutup

Sementara Danu, seperti setiap kali ia menghabiskan hari libur nya, pagi hari dia suka berlari untuk menjaga kebugaran tubuh. Pria itu sudah siap dengan pakaiannya, sebuah kaos dilapisi sweter putih, celana training hitam, topi dan sepatu putih.

All Of Me (SELESAI)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang