[Fin]
Hanya sebuah cerita dimana dua namja saling jatuh cinta dan bagaimana cara mereka memperjuangkannya
"Jangan buat aku mati dengan harapan..." -Jungkook
"Aku tak pernah menyesal mengenalimu yang dengan segala kekurangan melengkapi hidupku" -Taeh...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
°.⭑.'•°.☾°•.'.°•
They say the person you think first In the morning, is the person Who you love, mine is always you Not just in the morning but everytime
Wonwoo menatap adiknya yang masih terbaring di ruang rumah sakit itu, kata ingin menyerah sering muncul di benaknya
Tapi seperti ada yang menguatkannya dari jauh, dan itulah yang membuat ia bertahan sampai detik ini, walau mata hitam itu belum menunjukan tanda-tanda untuk terbuka kembali, ia merindukan omelan adiknya yang tanpa henti itu
"Jungkook-ah...kapan kau akan bangun..."lirih Wonwoo memegang tangan adiknya yang pucat "apa gunanya aku menjadi dokter...jika adikku sendiri tidak dapat sembuh?..."ia putus harapan banyak kali tapi tetap saja ada orang yang selalu menguatkannya, ia dapat merasakan hal itu dengan pasti
"Cepatlah sadar...aku lelah melihatmu terbaring seperti ini, jeball...kembalilah..."Wonwoo mengecup tangan Jungkook dan menggigit bibirnya menahan isak nya
Tangan Jungkook bergerak sedikit, Wonwoo membersihkan air matanya "Jungkook?"
Akhirnya mata itu kembali terbuka perlahan, tak perlu waktu lama untuk Wonwoo berlarian keluar dari ruangan sambil berteriak-teriak "DOKTER!! DOKTER!! DIMANA KALIAN!!! CEPAT KEMARI KALAU TIDAK AKAN KU CABUT LISENSI KALIAN!!!" Dengan itu Wonwoo kembali membawa dua dokter ke dalam ruangan itu dan menemukan Jungkook yang tersenyum kearahnya dengan lemah menunjukan gigi kelincinya dibalik selang oksigen berbisik pelan
"aku kembali Hyung..."air mata Jungkook jatuh dari matanya
Wonwoo menutup ruangan itu dan tersenyum bahagia, suster suster yang lewat disitu ikut senang akhirnya setelah sekian lama mereka bisa melihat Wonwoo tersenyum dengan bahagia,mereka jadi takut untuk mendekatinya coba saja bayangkan seorang pemuda yang dulunya selalu murung dengan wajah dinginnya sekarang sedang lompat lompat kegirangan dan tersenyum dengan tulus di lorong rumah sakit
apa kalian mau mengganggunya? Bisa saja Wonwoo memecat mereka disitu.
"Psst biarkanlah dia dulu..."
"Ya kurasa lebih baik seperti itu"dengan itu kedua suster itu kembali menjalankan tugas mereka
. . . .
"Selama itukah aku koma???"Ucap Jungkook diantara bibir pusatnya sementara Wonwoo menyuapinya "hey makan dulu baru aku jawab" Jungkook mengangguk membiarkan Wonwoo menyuapinya "iya bodoh, aku hampir ingin memotong selang mu" dengan itu wonwoo dengan cepat mengambil segelas air, Jungkook terlalu kaget mendengar kata Wonwoo
"Yakk kenapa Hyung sekejam itu!!?"Wonwoo tertawa "aihh aku hanya bercanda Kookie dasar" Jungkook memainkan jari-jarinya "Emm..."
"Apa lagi?"
"Setelah ini apa yang harus aku lakukan, kau tahukan setelah aku pulih dari keadaanku..."
"Kau ikut terapi bodoh, aku ingin kau benar-benar sehat, dan tentu saja kita harus melatih kembali kaki-kaki mu yang lembek itu, pasti kalau kau turun dari tempat tidur sekarang kau akan tersungkur"Jungkook mengangguk mengerti "berapa lama lagi aku harus menunggu???"
"Cukup lama, tapi setidaknya kau sudah lumayan baik kan? sekarang jadi kemungkinan hanya akan memakan waktu 5-7 bulan" Jungkook membulatkan matanya
"L-lalu Taehyung?"
"Yakk dasar bukannya menanyakan keadaan ayah dan ibu kau malah mengingat namja bodoh itu!!"Jungkook mempoutkan bibirnya "ya...i-iya tapi kan...ya begitulah Hyung..."
"Kau ini jika ayah dan ibu ada disini pasti mereka-"
"Memangnya kenapa kalau kami ada disini?"ucap suara lembut di belakang Wonwoo, Jungkook membulatkan matanya "Eomma appa!!!" Wonwoo membulatkan matanya saat ayah dan ibunya menyeretnya dan memeluk keduanya dengan erat "astaga akhirnya kau sembuh..."
"Aku begitu ketakutan kau tahu ?"Ucap ibu Jungkook mengelus pipi Jungkook "kau harus makan banyak!! Aku dan appa membelikan cemilan saat kemari makanlah semuanya"
Appa nya Jungkook memegang pipi Jungkook "kau semakin tirus!! Kau harus makan yang banyak aku ingin ini berisi kembali!!"Wonwoo menatap pusing kedua orang tuanya yang heboh sendiri membiarkan Jungkook yang diam di tengah keduanya, kaku "Eomma Appa...Dia baru sadar jangan beri dia cemilan berat"
"Lalu kapan dia bisa makan seperti biasa???" Wonwoo menggeleng "Tunggu aba-aba dari dokter saja, jangan memaksakan sesuatu kepada Jungkook lihat saja dia masih linglung!"
"Yang penting sekarang dia sudah sadar...aku menyayangimu Jungkookie ... Maaf ya kami baru muncul saat kau sedang sakit..." Lesuh Eomma nya sambil mengelus rambut Jungkook dengan mata berkaca-kaca
"Lalu perkejaan Eomma dan appa?" Mereka berdua menggeleng "apa sebuah pekerjaan lebih penting dari anak mereka? Tidak kan?"Jungkook merasakan pengelihatannya mulai mengabur "iya, anak-anakku adalah yang terpenting, maaf kami lalai menjaga kalian..."
"Hiks..."
"Jungkook?"Jungkook menggeleng "aku tidak apa-apa, aku hanya rindu kita seperti ini..." Ia kembali tersenyum
"Aww...cepatlah sembuh!! Oke??? Anak appa pasti bisa cepat sembuh!!"
"Iya, aku juga ingin melihat menantuku secepat mungkin!!!" Sekali lagi Wonwoo dan Jungkook kaget "Eomma dan appa tau dari mana?" Tanya Jungkook, bahkan Wonwoo bertanya hal yang sama
"Ck, kau pikir kami tidak memantau kalian dari jauh huh?? Wajah dia semakin ganteng sekarang wah lihat- anak kita pandai memilih"wajah Jungkook langsung memerah
"Aku tidak mau ikut campur" putus Wonwoo keluar meninggalkan Jungkook sendirian mengurus orang tuanya
'selamat berjuang ya Kookie' batin Wonwoo membayangkan bagaimana orang tuanya akan mengintrogasi Jungkook
"Hey jadi bagaimana dia?"
"Sudah pernah ciuman tidak???"
"Orangnya bagaimana hm?"
"A-appa Eomma"
"Ah tunggu dulu!! Kalian berdua bertemu dimana???"
"Ishh Chagiya yang terutama itu apa dia memperlakukan dia dengan baik"
Wonwoo hyungie- JANGAN LARI KAU HIKS BANTU AKU MENJAWAB
:) Just a filler chapter, sedang semi hiatus, karena tangan kanan ku gak sengaja kebakar :))))