Malam harinya Risa memasuki rumahnya dengan senyuman untuk menutupi kesedihan nya atas kejadian tadi. Dirinya tak ingin kedua orang tua nya mengetahu pertengkarannya dengan Nada karena pasti itu akan membuat mereka sedih. Saat ruang tamu apur Risa melihat Mama nya sedang duduk sendirian. Menghela nafas sejenak lalu menyapa Mama nya.
"Mama sedang apa?" tanya nya kepada Helena yang saat ini sedang duduk di kursi sendirian. Helena menatap putrinya dan membelai rambut Risa dengan sayang membuat nya heran.
"Kenapa? Apa ada masalah?" tanya nya lagi tetapi Helena masih saja diam membuatnya heran.
"Papa kemana? Apa Papa ke rumah sakit?" Risa bertanya karena ia tak melihat Papa nya. Helena menganggukkan kepala nya. Risa semakin heran kepada Mama nya yang diam saja.
"Risa akan ke kamar." ucapnya ingin berlalu tetapi kedua mata nya membulat melihat Mama mulai terisak.
"Ada apa Ma? Kenapa Mama menangis?" tanya Risa panik dan itu malah membuat tangis Helena semakin keras.
"Maafkan Mama Ris. Mama gagal mendidik Nada." kata Helena dengan suara bergetar. Hati nya mencelos seketika saat lelehan air mata Mama nya semakin deras.
"Apa yang Mama katakan? Mama tidak gagal." ucap nya.
"Mama tahu semuanya Ris. Nada mengatakan kepadaku agar kembali ke Paris kan? Mama tahu semua nya Ris. Maafkan Mama karena gagal mendidik nya." tangisan Helena semakin deras dan Risa langsung memeluk nya.
"Itu bukan salah Mama." bantah nya karena memang itu bukan salah Mama atau Papanya. Risa berpikir ini mungkin takdir yang harus ia jalani. Risa dan Rangga tidak di takdirkan bersama.
"Tidak Ris. Ini semua memang salah Mama. Mama tidak bisa menjaga adik mu! Harusnya kau yang menikah bersama Rangga bukan dengan Nada." tangisan Helena semakin deras.
Mata nya memanas tak bisa mengendalikan air mata nya yang akan jatuh. Dirinya mengengam tangan kedua tangan Helena yang sudah keriput llu mencium nya.
"Mama dan Papa tidak salah. Entah siapapun itu tidak salah. Ini sudah takdir. Risa dan Rangga tidak berjodoh." kata Risa menenangkan.
"Mama mohon jangan tinggalkan kami lagi. Sudah cukup sekali kau meninggalkan kita, Risa. Mama tidak akan sanggup lagi kalau kau kembali ke Paris." isak Helena dan Risa menghapus air mata Mama nya itu.
"Risa berjanji akan tetap di sini bersama kalian." ucapnya dan Helena memeluk putrinya erat.
Benar, aku harus tetap bertahan di sini. Ini rumah ku jadi aku tidak akan melarikan lagi masalah seperti dulu.
*****
Malam ini Rangga termenung di kursi sembari menatap pemandangan malam dari jendela nya kamar nya. Sesekali pria itu menghapus mata nya yang basah. Sebuah panggilan dari belakang membuatnya segera memasang wajah seolah ia baik-baik saja.
"Sayang. Kau di sini? Kenapa belum tidur?" Rangga berjalan menuju putrinya Meisha yang sedang menatapnya di pintu.
"Meisha ingin tidur dengan Papi dan Mami." cicit Meisha melihat apapinya menangis lagi seperti biasanya. Rangga tersenyum hangat lalu mencium pipi mulus putrinya.
"Tentu saja sayang. Papi senang sekali princess Papi yang sudah besar ini ingin tidur bersama Papi lagi." jawabnya kemudian berjalan menuju ranjangnya. Mereka pun merebahkan tubuhnya.
"Papi, Meisha ingin bertanya." Meisha menatap wajah Papi nya.
"Ya, memang nya apa yang ingin d tanyakan oleh princess Papi ini, hm?" ucap Rangga seraya mengelus rambut panjang putrinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Just You
HumorNovel Hurt Love Risa dan Rangga sudah 3 tahun menjalin hubungan dan akan melangsungkan pernikahan. Segala persiapan untuk pernikahan mereka sudah selesai tetapi tiba-tiba sebuah berita buruk datang dari adiknya Nada yang mengandung. Semua orang terk...
