♥Saat Kau Pergi♥
Pagi harinya Nada masih menunggu kedatangan Rangga di kamar tetapi pria itu masih belum masuk ke dalam kamar mereka. Nada bukan mengharapkan lebih tapi setidak nya hubungan mereka bisa menjadi teman dan Nada ingin menawarkan sebuah perjanjian yang bisa membuat mereka bahagia nanti.
Ya, Nada ingin menawarkan perjanjian dengan Rangga yaitu perceraian mereka setelah anak ini lahir. Nada akan membawa dan mengasuh anak ini bersama kedua orang tua nya. Nada tetap akan mengizinkan Rangga menemui anak mereka nanti. Sebuah ketukkan membuyarkan lamunannya. Segera Nada melilitkan selimutnya karena ia memakai pakaian minim sekali.
"Maaf menganggu tidur kalian." Vania berkata tak enak karena berpikir Rangga dan Nada ada di dalam kamar.
"Tidak apa-apa tante.." kata Nada sembari mengeratkan lilitan selimut nya.
"Jangan memangil tante sayang. Sekarang kau sudah menikah dengan Rangga jadi kau bisa memaanggil Mama." ucap Vania sembari memberikan koper yang di bawa nya.
"Dan ini koper mu sayang. Kau bisa mengganti baju. Mama akan ke bawah untuk memasak." beritahu Vania lalu pergi setelah Nada menerima kopernya yang sesungguh nya.
Nada menatap wanita paruh baya itu dan merasakan sikap tulus Vania kepada nya. Dirinya berpikir Mama Rangga akan bersikap jutek dan tak menerimanya di keluarga ini karena ia tahu keluarga Rangga sudah sangat menyayangi kakaknya Risa ternyata Vania sangat baik dan tulus kepada nya itu membuat Nada lega karena setidaknya tidak ada yang memusuhinya di rumah ini
*****
Vania memasak di bantu dengan asistem rumah tangga nya. Pagi ini Vania sengaja memasak banyak karena ada anggota baru yang masuk ke dalam keluarganya. Sampai Rangga berjalan kearah dapur untuk mengambil minuman.
"Ga, Nada sudah ada di bawah?" Vania bertanya tanpa menoleh karena ia sedang memasak telur.
"Aku tidak tahu, Ma." Rangga membalas serak. Vania langsung menoleh kearah putranya itu. Hati Vania mencelos melihat kedua mata putranya sudah sangat bengkak tanda dia menangis. Vania tahu kenapa putranya menangis.
Rangga sendiri hanya bisa memalingkan wajahnya tidak berani menatap Vania karena tahu Mamanya sedang menatapnya dengan pandangan iba. Vania mematikan kompor dan menyuruh asistem rumah tangganya untuk pergi dari dapur sebentar. Setelah itu Vania berjalan kearah Rangga dan mengelus wajah anaknya satu-satunya itu. Vania merasakan rasa sakit yang anaknya alami saat ini.
"Semuanya akan baik-saik saja Ga. Kalau Risa memang jodohmu takdir akan menyatukan kalian bersama kembali." Vania berkata dan langsung memeluk putranya.
Tangisan Rangga pecah di pelukan wanita yang melahirkan nya bahkan bahu pria itu bergetar karena tangisan nya yang sangat deras dan menyesakkan.
"Rangga tidak kuat Ma. Rangga tidak kuat menjalani ini semua. Bagaimana bisa Tuhan memberikan cobaan kepada ku yang begitu berat. Kenapa?" isak Rangga tergugu membuat Vania ikut menangis karena melihat Rangga menangis untuk pertama kali nya.
"Mama tahu, Mama tahu." sepasang ibu dan anak itu saling berpelukan dengan kepedihan sampai mereka tidak menyadari seseorang terpaku di pintu dapur.
Siapa lagi kalau bukan Nada yang ingin membantu mama mertuanya memasak tetapi ia malah mendengar kesakitan Rangga yang beberapa jam lalu resmi menjadi suaminya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Just You
HumorNovel Hurt Love Risa dan Rangga sudah 3 tahun menjalin hubungan dan akan melangsungkan pernikahan. Segala persiapan untuk pernikahan mereka sudah selesai tetapi tiba-tiba sebuah berita buruk datang dari adiknya Nada yang mengandung. Semua orang terk...
