Chapter 18

5.5K 221 12
                                        

Risa menatap Vania tak percaya. Tentu Risa tak akan mudah percaya dengan semua perkataan Vania yang menurut nya tak masuk akal.

"Maaf tante. Maksud tante apa?" Risa memicingkan mata nya membuat Vania tersentak.

"Eh, maafkan tante Risa. Tante tidak bermaksud apa-apa. Tante mohon lupakan saja apa yang tante katakan tadi karena tadi tante tidak sadar apa yang tante ucapkan." mohon Vania seketika membuat Risa tak enak.

"Ya, tante Risa mengerti." balas nya tak ingin memperpanjang masalah.

"Kita lanjut makan saja." ujar nya dan Vania hanya mengangguk lemah. Mereka menyantap makanan dengan pikiran nya masing-masing.

Semoga kau bahagia meski tidak bersama Rangga yang telah menyakitimu.

****

Malam hari nya Risa memasuki rumahnya dengan lelah karena sepanjang hari ia sangat sibuk.  Pikirnya nya di penuhi masalah mulai dari pemukulan Rangga kepada Ares dan Vania yang tiba-tiba membahas Rangga yang kata nya masih mencintainya.

"Putri Mama sudah pulang ternyata." sambut Helena memeluk Risa.

"Ma, Risa belum mandi. Jadi jangan peluk Risa karena bau." Risa mencoba melepaskan diri dari pelukan Mama nya.

"Kenapa? Dulu kau juga sering buang air besar Mama yang membersihkan nya. Mama tidak jijik. Jadi tidak masalah untuk Mama." balas Helena seketika Risa cemberut.

"Kenapa Mama malah membahas masalalu? Sudah, Risa ingin mandi agar segar." ucap nya lalu berjalan meninggalkan Helena yang sudah mengelengkan kepala nya.

"Dasar anak itu." Helena tertawa melihat tingkah Risa yang mulai kembali seperti putrinya dulu.

"Ada apa Ma?" Hermawan mendekati istrinya dan menatap bingung karena Helena yang tertawa sendirian. Helena tersenyum dan menyadarkan tubuhnya didada suaminya.

"Mama hanya senang putri kita Risa sudah kembali setelah bertahun-tahun perpisah dari kita. Mama harap keluarga kita selalu bahagia." harap Helena. Hermawan mengelus rambut istrinya dengan sayang.

"Papa juga berharap kejadian dulu menjadi pelajaran untuk kita semua sebagai orang tua untuk lebih menjaga putri kita, terlebih Risa sekarang harus kita awasi." ucap Hermawan membuat Helena mengerutkan alisnya.

"Maksud Papa apa? Mengawasi Risa!" bingung Helena. Hermawan hanya diam tak berkata apa-apa.

Maafkan Papa Ma. Belum saatnya Mama tahu karena Papa masih menyelidiki kenapa Rangga bisa menghamili Nada kalau Seandainya Rangga masih mencintai Risa sampai sekarang. Papa pikir dulu Rangga menghamili Nada karena Rangga berpaling dari Risa dan mulai mencintai Nada tetapi kenyataan nya salah...

****

Sedangkan seorang pria sedang duduk disebuh klub malam ditemani seorang wanita yang terus menggodanya tetapi pria itu hanya diam tidak menerima ataupun menolak para wanita itu sampai seorang wanita menghampiri nya.

"Kita bicara di sana saja?" ucap dingin wanita itu. Sesampainya di ruang VIP mereka mulai membahas tujuan mereka.

"Kita rubah rencana." ujar pria itu membuat wanita di sebrangnya bingung.

"Kenapa?" tanya wanita itu karnra dari awal dia yang merencanakan ini semua dan membayarnya sangat fantastik untuk berperan di permainan ini.

"Kau harus buat Rangga bertekuk lutut di kaki mu. Dan pastikan juga istri Rangga untuk cemburu kepadamu. Buat wanita itu merasa bahwa kau akan merebut suami nya karena aku mulai menyukai targetku dan ingin membalas sedikit rasa sakitnya kepada wanita yang telah menyakiti wanita ku." jelas Rafaek membuat wanita itu tertawa.

Just YouTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang