Chapter 37

1.3K 71 19
                                        

Hari-hari Risa masih seperti biasanya. Terkadang dirinya menemani Nada untuk ke Dokter memeriska kesehatan Nada bersama Mama nya Helena. Risa mencoba menerima sikap Nada yang sangat ketus dan dingin seperti sekarang ini. Saat ini Risa menemani Nada seorang diri karena Papanya sedang tak enak badan jadi Mama nya merawat nya. sedangkan Rangga saat ini sedang di luar negeri karena Papa nya meminta Rangga untuk mengurus kepergian Nada yang akan berobat di sana.

Ya, Nada akan di bawa keluar negeri karena sudah sebulan ini Nada masih belum menunjukkan tanda-tanda akan sembuh. Nada masih saja tidak bisa berjalan jadi mereka sepakat membawa Nada ke Belanda.

"Aku bilang tidak perlu, Kak!" seru Nada menepis lengan Risa yang ingin mendorong kursi rodanya. Risa menarik nafas lelah mencoba menahan kekesalan.

Setelah itu Risa duduk di kursi sembari melihat terapi yang Nada jalankan. Risa sangat kasian kepada Nada yang saat ini kesusahan saat dokter memintanya melangkah sedikit demi sedikit. Apalagi wajah adiknya yang menahan kesakitan semakin membuat nya iba.

Terlalu memperhatikan Nada sampai Risa tidak menyadari seseorang masuk ke ruangan mereka. Risa terkejut melihat kedatangan Rangga yang tiba-tiba saja sudah ada di sampingnya.

"Rangga? Kau ada di sini?" tanya nya kaget. Bukan nya pria itu masih harus di Belanda tapi kenapa dia ada sudah ada di sini?

"Maaf mengagetkan mu." ujar Rangga tak enak. Risa hanya mengangguk dan menatap kembali Nada yang masih terapi tidak menyadari bahwa Rangga ada di ruangan yang sama sebab Nada membelakangi mereka.

"Tidak apa-apa aku hanya kaget kau ada di sini karena aku dengar kau ke Belanda untuk mengurus pengobatan Nada." kata Risa masih lurus menatap Nada.

"Ya, tadi pagi aku sampai. Tentang pengobatan Nada semuanya sudah sekesai. Kita tinggal berangkat ke sana." terangnya menatap Risa dari arah samping. Risa menoleh kearah Rangga dan kedua manik mata mereka bertemu membuat suasana di antara mereka kikuk dan canggung.

"Syukurlah kalau begitu, aku sangat sedih melihat Nada yang masih belum bisa berjalan." kata Risa menatap adiknya sendu yang saat ini terlihat murung. Rangga melihat raut wajah sedih Risa..

"Semuanya akan baik-baik saya. Nada akan sembuh. Jangan khawatir." hibur Rangga tenyuman. Risa pun membalas senyuman pria itu.

"Terima kasih. Maafkan adikku kalau merepotkan mu." ucap Risa dan hati Rangga mencelos mendengar nya.

Risa masih sama.. Wanita berhati lembut...

"Aku jarang melihat Rafael akhir-akhir ini." Rangga berdehem setelah itu. "Maksudku kau jarang bersama dengan nya lagi. Dia itu kekasihmu?"

"Kami memang dekat tapi untuk sekarang kami hanya teman. Tidak lebih. Tetapi di masa depan aku tidak tahu. Seperti kita yang dulu begitu saling mencintai dam sekarang menjadi saudara ipar. Betapa lucunya dunia ini, kan. Ga." Risa hanya berkata asal tanpa tahu efeknya akan sangat besar kepada Rangga.

Ya, betapa lucu nya dunia ini.. Ragaku memang bersama Nada tapi hatiku tidak untuk nya...

****

Nada terkejut melihat suaminya ada di sini. Nada mencoba melupakan kata-kata menyakitkan Rangga tempo hari dan tersenyum menyambut suami nya.

"Kau ada di sini? Bukan nya kak Rangga di Belanda?" Nada bertanya dan tidak memperdulikan Risa yang ada di depan nya. Risa hanya bisa mengelengkan kepalanya melihat tingkah kekanak-kanakan Nada. Tak ingin suasana semakin sulit Risa akhirnya pamit untuk pergi.

Di dalam mobil Risa memijat pelipisnya karena mengalami situasi pelik ini. Sepertinya ia harus berlibur untuk menghilangkan stress dan rasa pusing nya. Ya, Risa harus berlibur atau mungkin pergi ke paris bertemu dengan para sahabatnyam

Ide yang bagus, bukan?

Setelah itu Risa mengendarai mobil nya untuk kembali ke Hotel nya retapi di perjalanan entah dari mana sebuah mobil menyerempet mobil nya. Akhirnya Risa harus membanting setir dan menubruk pembatas jalan.

Linglung.

Risa langsung linglung dan seketika dirinya langsung pingsan karena benturan yang cukup keras dari depan. Risa mencoba mengerjapkan kedua matanya ingin membuka matanya. Ia terus membuka mata dan samar-samar melihat sosok seorang pria yang berdiri di samping nya.

"Ris? Risa..kau sudah sadar? Buka matamu, aku mohon." panggil suara itu tetapi Risa tidak menyahut karena kedua mata nya sangat berat sekali. Risa berusaha membuka matanya dan dirinya melihat siapa yang memanggil nya.

"Rangga..." lirihnya pelan melihat Rangga di samping nya.

******

Helena terkejut saat mendapat kabar bahwa putrinya kecelakaan. Tangisan Helena pecah karena masalah terus saja datang menghampiri keluarga nya.

"Shutt.. Tenang, Risa pasti akan baik-baik saja."  Hermawan mencoba menenangkan istrinya yang terisak di dalam mobil menuju rumah sakit.

"Tapi Pa. Kemarin Nada kecelaan dan sekarang Risa! Bagaimana Mama bisa tenang kedua putriku dalam bahaya." Helena berkata dengan emosi. Hermawan hanya bisa menarik nafas mencoba untuk tenang. Sesampainya dirumah sakit, mereka sudah disambut oleh Rangga yang berada disana.

"Keadaan Risa bagaimana?" tanya Hermawan panik begitupun Helena.

"Risa akan baik-baik saja. Kata Dokter Risa hanya kaget jadi dia langsung pingsan. Sekarang dia sedang tidur." jelas Rangga membuat Helena dan Hermawan lega.

"Terima kasih Tuhan masih menyelamatkan putriku." lirih Helena karena takut kejadian yang sama terjadi kepada Risa. Karena terlalu lega mendengar Risa baik-baik saja mereka tak bertanya kenapa Rangga bisa tahu Risa kecelakaan...

*****

Nada melemparkan semua barang-barang di kamar nya. Amarah Nada sudah tak terkendali karena tadi saat mengantarkan nya Rangga mendapatkan pesan bahwa Risa kecelakaan. Sontak saja Rangga langsung panik dan cemas mendapatkan pesan tersebut.

Berkali-kali Nada memberitahu Rangga bahwa itu pasti pesan salah sambung atau yang mengerjai nya saja tetapi Rangga tetap bersikeras ingin membuktikan nya dengan datang ke tempat itu lalu Rangga mengantar nya pulang dan setelah itu dia langsung menemui Risa yang kata nya kecelakaan.

"Kakak kenapa kembali ke sini lagi! Pernikahn ku tidak akan hancur kalau kak Risa tidak tidak kembali. Aku berharap kak Risa tidak selamat.." Nada dengan penuh kemarahan.

****
H

alo semua nya..

Bagaimana part kali ini?

Aduh aduh Risa kok gitu bnget ya guys.

Doble up.

Vote komen dan follow.

20.07.2020.
21.39 wib

Just YouTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang