Part 4: Nyawa yang meredup

19 1 0
                                        

Note: Sebelum membaca Part 4 diharapkan untuk membaca part sebelumnya terlebih part 1(Prolog). Terimakasih sebelumnya karena Sudah menyisihkan waktu untuk membaca Cerita ini. Bila ada penggunaan kata yang salah dan tidak berkenan saya mohon maaf. Saya menerima kritik apapun itu, baik kritik pro dan kontra. Selamar membaca....

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Day18: Matahari mulai terbit, burung - burung berkicauan, dan ayampun mulai berkokok. Aku memulai hari ini dengan berolahraga pagi. Aku berniat mengubah pola hidupku menjadi lebih baik. Memang, hari pertama jogging membuatku kelelahan. Tetapi aku memang harus berusaha untuk menjadi yang lebih baik. Memang tidak kupercaya, sekarang aku adalah pemilik kedai Pemberian pak Santos untuk ku. Kedai sekarang Dipenuhi Oleh pegawai kantoran, dan anak seekolahan. Omset perbulanya cukup tinggi sehingga aku sudah dapat mencicil membayar rumah. aku sangat bersyukur kepada hidupku, diberikan kemudahan oleh Tuhan untuk masalah Ekonomi. Oya, aku belum pernah menulis nama kedai sama sekali di Diaryku ini. Nama kedainya adalah "Tekota" (Kedai tengah kota). Memang kedai ini Berlokasi di Tengah kota, diapit dengan banyak pabrik dan sekolahan. Ngomong - ngomong bagaimana kabar pak Santos? Sudah lama sekali aku tidak berbicara denganya. Tetapi terakhir kali beliau tidak memperkenankanku untuk menghubunginya apalagi Menjenguknya. Mungkin ia butuh refleksi beberapa hari, dan tidak ingin diganggu siapapun. Baiklah aku sudahi Untuk hari ini.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~



Day19: Aku mendapatkan Kabar bahwa ada 2 orang yang Melakukan Tindakan gantung diri lagi Tadi pagi. Korban yang melakukan Tindakan ini salah satunya masih di bawah umur. Karena aku ingin mengetahui lebih dalam tentang si korban, sepulang dari kedai aku bergegas menuju tempat kejadian perkara yang berada di sebelah barat Kota. Setelah aku sampai disana, terdapat 5 petugas berompi Kuning dan 2 orang tua berjanggut putih yang kukira pertammanya adalah seorang spiritual yaa seperti dukun gitu. Aku memberanikan diri untuk bertanya tentang latar belakang si korban. Memang pertamanya petugas berompi kuning itu melarang ku untuk tidak campur, tetapi setelah aku memohon, ia memberikan selampir kertas berisi biodata si korban. Nama korban ini bernama Ellia Vania. Ia berumur 16 tahun, dan dikabarkan ia mengalami Depresi berat dikarenakan kedua orangtuanya sudah berpisah. Setelah membaca biodata yang singkat, aku minta izin untuk masuk ke ruangan tempat ia bunuh diri. Setelah aku masuk, ternyata ruangan itu berada di loteng rumahnya. Loteng adalah tempat teratas Rumah. Lalu didalam ruangan itu aku melihat ada 2 orang tua tadi sedang melihat suatu tanda yang pernah ku lihat dulu saat aku sedang bermimpi bertemu Mona. Disitu Badanku mulai gemeteran dan Nafasku mulai tidak beraturan. Lalu dengan cepat aku memberitahu pengalamanku kepada kedua orang tua itu. Tetapi mereka tidak mendengarkanku dan mengabaikanku. Mereka hanya menatapku sebentar dan mereka melanjutkan Doa dengan bahasa yang tak ku ketahui. Setelah itu, akupun pulang kerumah. Lalu aku mulai menulis diary ini. Karena hari sudah malam dan aku belum bisa tidur.aku pun iseng membuka forum komunitas yang berisi 30 orang itu. Setelah aku iseng iseng membukanya lagi aku tidak sengaja menekan tombol Nama anggota. Dan kagetnya, aku melihat akun bernama @Elliav_. Nama itu seperti nama korban yang bunuh diri itu. Lalu aku pun memutuskan untuk meihat lebih dalam tentang akun itu. Ternyata memang benar, Akun tersebut terdapat 3 foto Ellia, dan terdapat banyak post berisi kata kata. Aku akan melihat lebih lanjut tentang orang ini besok hari. Sudah larut sekarang, aku tidur dulu.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~



Day20: sekarang sudah Sore, aku sudah pulang. Saatnya melanjutkan stalking hehe. Mungkin ada yang bertanya tanya, siapakah korban bunuh diri yang satunya lagi. Aku mendapatkan informasi beliau adalah seorang tunawisma yang putus asa. Ia tinggal jauh dari kota. Sehingga aku hanya memutuskan Untuk menyelidiki Ellia aja. Aku pun menghidupkan laptop dan membuka kembali akunya. Sebenarnya aku baru beli laptop bekas 3 hari yang lalu. jaringan internetpun aku menggunakan modem. Terdapat banyak post berisi kata yang dikarang olehnya. Salah satunya yang mencolok seperti ini "setiap hari, darah mengalir di Perasaanku. Hingga ku menemukan seorang yang berasal dari terang menuntun ku". Itulah post terakhir olehnya diupload semimggu yang lalu. Sisa postnya tidak ada yang menarik. Ia juga jarang on di Komunitas. Aku pun tidak tau pasti apakah ia meninggal karena ulah Mona atau memang masalah lain. Mona sudah tidak menggangu semenjak aku mendapatkan pekerjaan. Ia sudah tidak berulah lagi dirumahku. Ohiya, aku ingat suara Burung gagak yang terdengar terakhir di ruangan pak Santos saat ia dirawat waktu itu. Inti dari semua ini adalah siapakah seorang yang berasal dari terang itu?.



Mona itu Nyata [Berlanjut!!]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang