HAPPY READING!Pagi buta pukul 04.00, Tasya sudah terbangun akibat kakaknya yang terus membangunkan nya dengan menggoyang-goyangkan tangan Tasya dengan keras.
"Kak apaan sih, masih pagi juga dah dibangunin aja" Kesal Tasya dengan suara khas bangun tidur nya.
"Dek temenin gue jogging yuk.... please ya ya?" Bujuk Farrel.
"Ahh kak masih jam berapa sih?" Ujar Tasya sambil meraih alarm nya diatas nakas.
"Baru juga jam 4 pagi kak... Udah ah sana gue ngantuk mau tidur lagi" Usir Tasya.
Namun kakaknya tetap dengan pendirian nya, ia membangunkan Tasya dan berjanji akan membelikan es krim kepadanya sesuai yang dia mau asalkan Tasya ikut jogging bersama nya.
Ya, kakaknya itu sangat pintar membujuk Tasya karena kakaknya sangat tahu jika adiknya itu sangat menyukai es krim.
Mata Tasya yang tadi nya terpejam dan tubuh nya yang terbaring kini langsung duduk tegak dengan mata berbinar menatap sang kakak "Serius?".
Farrel hanya menganggukkan kepala saja, agar adiknya mau ikut jogging bersama nya.
*****
Tasya dan Farrel sedang ber-jogging di sekitar komplek perumahan nya, tiba-tiba Farrel teringat sesuatu, dia ingin memberikan kejutan untuk Tasya "Dek kita ke taman komplek aja yuk? Pasti bakal seru kalo kita jogging disana" Ajak Farrel pada Tasya.
Tasya yang sedang fokus berlari pun menoleh pada kakaknya. "Boleh, yaudah ayo!".
Tasya dan Farrel lari secara beriringan banyak yang kagum dengan aura keduanya dan mengira kalau mereka adalah pasangan karena mereka terlihat sangat cocok. Padahal mereka kakak dan adik. Maklum mereka baru pindah rumah 1 bulan yang lalu.
Tasya hanya memandang sekilas dan acuh terhadap orang-orang yang menatapnya. Lain dengan kakaknya yang dengan sengaja tebar-tebar pesona.
Farrel yang melihat ada bangku kosong di sekitar taman langsung memanggil adiknya itu.
"Dek istirahat dulu bentar" Suruh Farrel. Tasya hanya menganggukkan kepala dan mengikuti arah jalan Farrel.
"Lo tunggu sini bentar, gue mau beli minuman, di depan sana" Ujar Farrel dengan menunjukkan jari tangannya ke depan seolah memberi tahu letak warung tersebut.
Dari pada Tasya bosan sendirian maka ia memilih untuk membuka ponselnya dan mengecek medsosnya apakah ada notifikasi atau tidak.
Farrel berlari menghampiri adiknya dengan membawa 2 botol air mineral. "Nih minum dulu" Ucap Farrel seraya memberikan satu botol yang ia beli tadi pada Tasya. Tasya mendongak dan menerima minuman nya "Makasih".
Setelah selesai menghabiskan minuman nya, ponsel Farrel berdering menandakkan ada panggilan masuk.
"Hallo"
".................."
"Sekarang?"
"....."
"Dimana?"
"......"
"Oke saya segera kesana"Farrel menoleh pada Tasya sebenarnya orang yang menelponnya barusan ialah rencananya sendiri. Farrel juga tak tega membiarkan Tasya pulang sendiri tapi mau bagaimana lagi, karena Farrel ingin memberikan kejutan kepada adik kesayangannya, kejutan yang sangat Tasya rindukan selama ini. Bahkan Farrel sangat berharap, Tasya akan ceria lagi seperti dulu.
"Dek, lo pulang sendiri ya kakak ada urusan sebentar" Bohong Farrel. "Yaudah".
"Langsung pulang jangan mampir kemana-mana!" Pesan Farrel agar Tasya tidak curiga padanya.
"Iyaa"
"Yaudah kakak berangkat dulu" Pamit Farrel. "Iya hati-hati" Ucap Tasya. Farrel yang diberi respon seperti itu langsung tersenyum pada adiknya dan menganggukkan kepala, lalu berjalan meninggalkan Tasya sendiri. Tasya melihat punggung sang kakak hingga akhirnya tak terlihat lagi dari pandangan nya.

KAMU SEDANG MEMBACA
My Love Is Only Him
Teen FictionBerawal dari rasa masa lalu yang tak pernah hilang. Hal ini membuat Natasya menjadi sedikit tidak waras hanya karena ulah seorang pria tampan. Natasya Aurelia Pradipta, gadis lugu yang mempunyai mata sipit, hidung mancung, berkulit putih dan nyaris...