HAPPY READING!
Hari ini hari Senin, hari dimana baik siswa maupun siswi malas untuk ber-sekolah karena akan ada upacara, toh mereka akan dijemur yang pasti akan kepanasan.
Sama halnya dengan gadis yang memakai piyama bermotif Hello Kitty, ia masih nyenyak dengan tidur nya padahal sekarang sudah pukul 06.15.
"Dek bangun woi, elah kebo banget si nih bocah" jengkel Farrel, karena sedari tadi ia sudah membangunkan adiknya tetapi tidak terbangun juga.
Farrel dengan kesal menuruni anak tangga, ia bodoamat dengan adiknya yang susah di bangun kan itu. Farrel melihat mamahnya yang sedang menyiapkan sarapan untuk papahnya.
"Pagi Pah, Mah" Sapa Farrel.
"Pagi.. Sini kak, sarapan dulu sayang" Suruh Maurin.
"Lah adik kamu mana? apa dia belum bangun?" Tanya Maurin.
"Iya mah belum, bodoamat ah dibangunin susah dia" Jawab Farrel dengan nada kesalnya.
"Kebiasaan anak mama yang satu itu" Ucap Maurin seraya menggeleng-gelengkan kepala nya.
"Gimana kuliah kamu, nak?" Tanya Pradipta disela makan nya.
"Baik kok, pah" Jawab Farrel. Pradipta hanya menganggukan kepala lalu melanjutkan makan nya.
Gara-gara Tasya bangun kesiangan dan Tasya juga ditinggal Papahnya jadilah Tasya disini, di lapangan sekolah. Tasya dihukum karena terlambat masuk. Walaupun sekolah ini milik papahnya Tasya juga mematuhi aturan sekolah, ia tidak seenaknya sendiri.
"Sial banget sih gue hari ini arghh pake dihukum segala, untung aja nggak lari muterin lapangan huhh" Dumel Tasya, kini dirinya sedang hormat pada Bendera Sang Merah Putih.
Teng... Teng... Teng...
"Tasyaaaaaaaaaaaa ya ampun gue kangen banget sama lo, kenapa kok bisa dihukum gini, lo telat ya? kenapa bisa telat elah, kan gue nggak ada contekan tadi terus nilai gue dibawah KKM lagi, aaaaaaaa" Heboh Shella.
"Berisik!" Umpat Tasya dan Cika bebarengan. Shella hanya menyengir kuda melihat kedua sahabatnya marah karena ulah nya.
"Gue mau ke kantin dulu, haus banget... Kalian mau ikut gak?" Tanya Tasya pada kedua sahabatnya.
"Ikut dong!" Jawab keduanya bebarengan. Mereka menuju kantin bersamaan hanya keheningan yang menyelimuti mereka.
"Sya lo tau nggak? Ada murid baru tau, ganteng banget dan katanya dia pindahan dari Bandung!" Ucap Shella sambil menyantap batagor yang ia pesan tadi. Tasya hanya ber-ohria tidak peduli dengan ucapan Shella.
"Kok oh doang si? emang lo nggak penasaran apa seberapa gantengnya dia?" Tanya Cika antusias.
"Gue nggak urusan mau ganteng kek enggak kek bodoamat, kan gue dari dulu cuma suka sama satu orang aja, ya walaupun cinta tak terbalaskan!" Ucap Tasya dengan sendu lalu ia memaksakan senyuman nya agar terlihat baik-baik saja.
"Ya ampun Natasya, lo itu cantik, pinter, bahkan bisa dibilang nyaris sempurna dan banyak yang naksir sama lo, kenapa sih lo tetap milih dia? Dia tuh nggak pantes dicintai oleh orang sebaik lo, Sya!" Shella bingung dengan sahabat satunya itu karena ia terlalu hebat, hebat mencintai ±6 tahun tapi cinta itu tak pernah terbalaskan. Tasya hanya menyengir kuda lalu menyantap batagor yang ia pesan tadi.
"Iya Sya, lo harus buka hati jangan cinta sama dia terus, yang ada lo malah semakin sakit!" Ucap Cika menasehati.
"Udah-udah doa'in aja murid baru di sekolah kita itu beneran ganteng, cool terus juga tipe gue banget, biar bisa gue gebet!" Ucap Shella dengan memamerkan deretan gigi putihnya.

KAMU SEDANG MEMBACA
My Love Is Only Him
Teen FictionBerawal dari rasa masa lalu yang tak pernah hilang. Hal ini membuat Natasya menjadi sedikit tidak waras hanya karena ulah seorang pria tampan. Natasya Aurelia Pradipta, gadis lugu yang mempunyai mata sipit, hidung mancung, berkulit putih dan nyaris...