Tate McRae - you broke me first🎶
Diriku, bukan seorang puitis.
Hanya seorang bodoh yang menjalankan hubungan cinta yang kritis.
Meninggalkan sebuah perasaan hingga berujung tragis.
Diriku dibuat belenggu olehmu, sampai akhirnya kumenangis.
Jika awal kau sudah jengah, katakan.
Jika memang kau membenciku, ucapkan.
Tak perlu semuanya kau pertahankan.
Karena pada akhirnya akan begitu menyakitkan.
Kau tak merasa, aku yang merasakan.
Aku terlalu percaya, kau bahkan tak ada sedikit kepercayaan.
Aku terlalu menginginkanmu, juga kau tak ada membuat harapan padaku.
Mencintai hanya untuk bermain-main, aku tahu itu.
Diriku sangat bodoh, bukan?
Kau tak salah, aku yang salah.
Aku yang terlalu banyak membuat harap, padahal satu harapku pun tak akan tercapaikan.
Kau selalu ego, aku selalu mengalah.
Biarkan hubungan ini kita anggap tak pernah terjadi.
Jangan jadikan kenangan, tapi jadikan pelajaran.
Karena diantara sepasang kekasih, tak semuanya benar setia.
Tapi kutahu, tak semua sifat lelaki itu sama.
Terimakasih atas pelajaran dari kisah ceritera.
Segala perilaku, sikap, dan perasaanmu yang membuat yakinku rapuh.
Kau mengakhiri dengan pamit, sudah buat hatiku ingin keluh.
Aku tak pandai merangkai kata.
Bahkan mengucap menjelaskan perasaan yang sebenarnya pun, aku tak bisa.
Karena setidaknya dirimu yang harus menjelaskan.
Yang aku butuhkan kala itu bukan perasaanmu yang sebenarnya.
Tapi jawaban untuk membenarkan pikiranku yang bertanya-tanya.
Tugasku menunggumu sudah selesai.
Kuharap kau tak perlu membenci segala hal tentang kita.
Semoga kita tak menjadi dua insan yang begitu asing.
Karena pada dasarnya, kita pernah menjalin kasih sayang, walau hanya menjadi bayang.
Biarlah berjalan dengan cerita Tuhan.
Jangan berusaha membenci, melupakan, dan mengingat,
Harap kau pahami itu.
Kau dan aku bisa kembali menjadi teman yang menyenangkan (semoga), tanpa adanya sangkut paut perasaan.
Kuucapkan sekali lagi, Terimakasih.
Jikalau suatu hari nanti kau bertanya padaku, "Apakah kau masih sangat merasa kecewa dan memiliki dendam denganku?"
Maka jawabanku, "Dendam itu iblis, kecewa itu manusiawi. Sangat kecewa, tentu. Merasa dendam, tidak ada. Kuharap kita masih bisa berteman."
KAMU SEDANG MEMBACA
Diction Strands
Roman pour Adolescents[ Antologi Puisi ] Sajakku bersenandika. Ragaku tersipu lara. Anganku menjadi akara. Sebab, atmaku merenung duka. Semoga puisiku, menyembuhkan luka yang menganga. ©lembayungkei, 2O2O
