✨Sania :teka-teki hati
Bagian 6Setelah obrolan basi tak menyenangkan, Sania mungkin harus rela kulit putih mulusnya yang baru saja diolesi krim fair and lovely menghitam. Bagaimana tidak? Sania harus berada di situasi tak menyenangkan ini.
Hening tentu. Siapa yang ingin memulai obrolan. Sedangkan Saja Sania dan aldi berdiri kaku. Kelu, bahkan untuk sekedar bergerak dan berbicara.
Aldi tentu ada. Dia siketua suasana. Lelaki bermuka tembok dengan hati dingin sekutub selatan, yang kebetulan telah Sania rekrut dengan jabatan level kebencian.
"Apa?"
"Apa?"
Spontan! Shit!
"Jadi, apa?" tanya aldi. Sania balas dengan dengkusan. Apa katanya?
"Apa, apa?"
"Ya apa?"
"Apa?"
"Naon?"
"Apa?"
"Apa?"
"Naon? Naon artinya apa?"
"Apa."
"Apa?"
"Apa?"
"Apa?"
"Naon artinya apa?" Sania terbahak. Perempuan dengan Kaos kodok itu sama sekali tak mengerti Suasana. Sampai akhirnya Sania meredakan tawa, peka dengan suasana.
"Apa yang lucu!"
"N-nggak ada." jawab Sania kikuk. Lama - lama, Sania merasa takut dengan aldi.
"Jadi?"
"Jadi, gue kesini cuman kebetulan liat. Eh liat, typo maaf. Lewat maksudnya. Eh, nggak kaget deh gue ketemu elo,"
"Nggak kaget?" aldi merasa heran dengan makhluk sejenis Sania.
"Iyalah, worang gue—" Keceplosan! Memang mulut sialan! Sepertinya, Sania harus pergi berobat kedukun untuk meminta jimat mantra bagaimana cara menimbulkan resleting mulut tak kasat mata.
Ooh, tidak! Demi sempak bangbelibacang cut!
***
KAMU SEDANG MEMBACA
Sandi :teka-teki Hati
RandomSandi; teka-teki hati Sania tak pernah tahu apa kesalahan yang telah ia buat pada aldi, hingga membuat aldi bersikap demikian. Dingin, ketus, galak. Sikap aldi pada Sania. Padahal semua tahu, kalau aldi bersikap ramah rupawan pada semua orang. Murah...