Cewek Dekil Berkaus Pink

2.6K 78 16
                                        

Seminggu sebelum bertemu dengan cewek dekil itu, Rangga sedang mengalami patah hati, mantan pacarnya lebih memilih bersama cowok yang lebih kaya. Hampir setiap hari Rangga hanya mendekam di kamar, meratapi kepergian mantan terkutuknya itu.

Dulu, Rangga dikenal sebagai cowok yang lumayan ganteng. Tinggi, putih dan wangi. Namun, semenjak putus cinta, semakin hari dia semakin mirip gembel frustasi. Kulitnya pucat seperti vampire, nggak berkuris, dan jarang mandi.

Sampai suatu saat, dia memutuskan untuk kembali menjalani hidup, nggak sudi lagi terpuruk hanya karena ditinggal cewek. Rangga kembali mandi tiga kali sehari, olah raga dan mulai menyibukkan diri dengan kuliahnya yang gak lulus-lulus. Kalau ada waktu luang, dia bakal 'turun gunung', jalan-jalan dan makan-makan di berbagai tempat, berusaha menikmati masa-masa jomblonya yang mengenaskan.

Hari itu, sepulang kuliah, Rangga sedang nongkrong di salah satu restoran pinggir pantai yang terletak di kawasan Nusa Dua. Pemandangan laut yang biru, dan aroma segar pantai yang berpadu dengan wangi asap ikan bakar, membuat suasana hati Rangga jadi membaik.

Rangga mulai mengamati sekeliling. Hampir semua orang yang ada di ruangan itu sedang bersama pasangannya masing-masing. Hanya ada dua orang yang duduk sendirian, dirinya sendiri dan seorang cewek dekil berkaus pink yang sedang duduk di pojokan.

Tadinya, sehabis makan, Rangga mau langsung pulang. Namun suara hak sepatu yang beradu dengan lantai, menarik perhatiannya. Seorang cewek cantik memasuki ruangan. Wangi stroberi langsung mampir ke hidung Rangga, membuatnya agak kepayang. Cewek itu bertubuh tinggi, berkulit sawo matang, dan memiliki rambut hitam bagai kerudung sutra. Dia terlihat anggun dengan terusan berwarna biru muda. Sekali pandang, Rangga langsung dibuat terpesona. Niat Rangga untuk pulang seketika hilang, dia pun kembali memesan es jeruk.

Setelah menunggu setengah jam, nggak ada tanda-tanda si cantik sedang menanti seseorang. Dengan segenap keberanian yang tersisa, Rangga memutuskan menghampiri cewek itu.

"Permisi, boleh saya duduk di sini?" tanya Rangga canggung.

Si cantik menoleh dengan kening berkerut. "Ada keperluan apa ya?" tanyanya sambil melirik sekilas penuh keanggunan.

"Ng..." Rangga malah bengong, lalu mesem-mesem nggak jelas.

"Sudahlah. Silahkan duduk." Ujar si cantik, mungkin prihatin melihat tampang Rangga yang seperti orang idiot.

Baru saja duduk, Rangga malah mau ke belakang. Tadi dia kebanyakan minum es jeruk. Sebelum kencing di celana, Rangga buru-buru mohon izin dan pergi ke toilet.

Seusai melegakan dirinya, Rangga kembali ke meja yang tadi. Namun, si cantik sudah nggak ada di tempatnya lagi. Rangga duduk dengan lesu, dia telah kehilangan jejak si cantik. Bukan hanya belum sempat mendapat nomor handphone-nya, dia bahkan nggak tahu nama cewek itu. Rangga menatap sekeliling, namun nggak ada tanda-tanda keberadaannya, yang ada hanya si cewek dekil di pojokan.

Dan sialnya, mungkin karena merasa diperhatikan, si dekil itu malah menghampiri Rangga. "Halo, saya lagi nunggu jemputan. Hape saya mati, boleh pinjem hapemu?" tanyanya ramah.

Begitu si dekil mendekat, Rangga langsung sesak napas. Ya Tuhan, cewek ini bau sekali. Tanpa menoleh, Rangga memberikan Blackberry-nya, dengan maksud agar si dekil yang bau itu segera menjauh. "Ini, silahkan dipakai." Ujar Rangga dengan suara tercekat.

Si dekil pun menerima Blackberry itu dan mulai mengetik. Selang beberapa detik, cewek itu tersenyum. "Makasi ya." Ujarnya setelah selesai dan mengembalikan Blackberry itu.

"Sama-sama." Sahut Rangga sambil membersihkan Blackberry-nya dengan tisu. Nggak lama, si dekil pun dijemput oleh seorang perempuan setengah baya dan pergi dari restoran.

Diam dan Cium Aku Sekarang!Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang