Bel istirahat berbunyi, siswa dan siswi berhamburan keluar kelas menuju kantin untuk memberi asupan makanan pada cacing-cacing di perut mereka yang sudah berdemo sedari tadi.
"Diva.. Risa.. kantin bareng yuk" ajak Bara yang sudah dihadapan Diva dan Risa
"Dih.. ogah ye ke kantin bareng lu" ketus Diva
"Ya sudah kalau kalian nggak mau ke kantin bareng kita" ucap Rey yang baru datang dan berdiri di samping Bara
"Eh.. mau lah kalo barenh abang ganteng" Diva tersenyum manja
Mereka berempat ke kantin dan mengambil meja paling pojok, lalu memesan makanan untuk mereka santap. Tak lama pesanan datang dan mereka langsung menyantap dengan lahap.
"Ris..." panggil seseorang yang tengah berdiri di depan meja makan Risa, Diva, Rey dan Bara
"Akmal" Risa menatap pria yang memanggilnya, dia Akmal sahabat Risa dari kecil, Akmal masuk di kelas XI IPS-1.
"Gue boleh duduk bareng kalian disini?" Pinta Akmal
"Bo.." ucapan Risa terpotong
"Nggak, lo siapa? Ganggu aja" potong Rey cepat
"Hey! Lo yang siapa?!" Kesal Risa pada Rey
"Gue?" Rey menunjuk dirinya sendiri, Rey mendekat ke arah Risa. Diva, Bara dan Akmal hanya menatap mereka bingung
"Gue calon pacar lo" bisik Rey, dan mungkin hanya Risa yang dapat mendengarnya
Risa hanya mematung di tempat, mencerna baik-baik ucapan Rey barusan. Rey kembali duduk di kursi makannya.
"Udah.. udah, apaan sih kalian ganggu orang makan aja!" Kesal Bara
"Duduk aja mal" izin Diva pada Akmal
Akmal menarik kursi kosong di belakangnya dan ikut duduk bersama dengan Risa, Diva, Rey dan Bara.
"Duduk Ris.." ucap Diva
"Ris.." panggil Akmal pelan, sedangkan Risa masih mematung mencerna ucapan Rey tadi
Braaakkk!!
Rey menggebrak meja makannya kuat sampai semua siswa dan siswi yang ada di kantin termasuk penjual makanan di kantin pun terkejut dan menatap Rey yang justru terlihat santai.
"Apaan sih lo!!" Kesal Risa yang juga terkejut dari lamunan nya
"Gapapa, cuma nyadarin lo aja" ucap Rey dengan tak berdosa nya
"Apa?" Tanya Rey pada semua orang yang sedang menatapnya
Semua yang menatap Rey mengalihkan pandangannya dan melanjutkan makan.
"Nggak bisa pelan apa?" kesal Risa sembari duduk di kursinya
"Nggak!" singkat Rey
"Mikirin apa sih lo?" Tanya Diva pada sahabatnya itu
"Nggak" singkat Risa sembari melirik Rey dalam beberapa detik
-The Love Triangle-
Bel pulang sekolah berbunyi, semua siswa dan siswi berdesak-desakan keluar kelas untuk pulang dan melanjutkan hobi mereka yaitu rebahan.
"Div, nanti mau ikut gue ke butik Mama gue nggak?" Ajak Risa pada Diva
"Eumm... ngapain? Kayaknya gue nggak bisa"
"Ya.. cuma liat liat aja sih, siapa tau ada baju yang menarik. Tapi kalo lo nggak bisa ya gapapa gue nggak maksa" Risa tersenyum ramah
"Maaf Ris, gue nggak bisa. Gue harus bantuin Ibu jual lontong sayur" tolak Diva dan membalas senyum ramah Risa
"Eumm.. oke deh" Risa tetap mempertahankan senyum nya
Keluarga Risa sudah pernah menawarkan orang tua Diva untuk bekerja di usaha orang tua nya, tetapi orang tua Diva menolak.
"Ya sudah ayo pulang" ajak Risa
"Ayo"
Mereka berdua mengendarai mobil lamborghini milik Risa, Risa selalu mengantar jemput Diva sekolah karena Risa tidak mau melihat Diva jalan kaki ke sekolah, Risa begitu sayang kepada sahabatnya.
-The Love Triangle-
Di butik milik Naumi, Mama Risa. Risa tengah melihat-lihat pakaian yang ada disini.
"Hay" sapa seseorang di belakang Risa, Risa membalikkan badannya
"Lo ngapain disini?" Risa memutar bola matanya malas, mendapati orang yang menyapa nya adalah Rey!
"Kalo di sapa itu di jawab!" Ketus Rey
"Hay juga" singkat Risa
"Emang nggak boleh gue kesini? Toh, ini butik bukan punya lo, bukan punya orang tua lo, bukan punya nenek mo.." ucapan Rey terpotong
"Rey!" Panggil Kara, Mama Rey. Rey dan Risa menatap Kara yang sedang berjalan menuju ke arah mereka berdua
"Rey, ini siapa?" Tanya Kara setelah sampai di hadapan Rey dan Risa
"Dia..." Rey menatap Risa dengan senyum sinis
"Pacar Rey" bohong Rey, Risa membelalakkan matanya
"Oh.. pacar Rey, hai calon menantu. Nama kamu siapa sayang?" Kara tersenyum ramah
"Ri.. risa.. tan..te" ucap Risa gugup
"Nggak usah gugup Risa, sama siapa kesini?" Tanya Kara
"Sendiri tante" Risa tersenyum kecil
"Main yuk ke rumah tante, kita masak bareng" tawar Kara
"Emang lo bisa masak?" Rey menaikkan satu alisnya menatap Risa
"Bisa!" Risa menatap tajam Rey
"Ya sudah, ayok ke mobil tante" Kara jalan duluan dan diikuti oleh Rey dan Risa
"Maksud lo apa hah?!!" Kesal Risa pelan
"Apa?" Tanya Rey santai, seolah tak melakukan apa apa
"Gue bukan pacar lo!" Bisik Risa
"Tapi calon pacar" cengir Rey
Risa semakin kesal, dia mempercepat langkahnya menyusul Kara yang sudah lumayan jauh dan meninggalkan Rey yang masih cengar-cengir nggak jelas.
-The Love Triangle-
@Viran_Deliaa
#Janganlupavoteandcommentya:)
KAMU SEDANG MEMBACA
The Love Triangle
Romance-Akankah dua hati yang saling mencintai bersatu? -Akankah persahabatan yang dibangun sejak lama hancur karena cinta? "Aku tidak pernah memberikan harapan kepada wanita manapun selain kamu Risa!" -Rey "Jika mencintaimu membuatku kehilangan sahabat...
