Normal pov...
Sudah satu minggu Bening tak sadarkan diri dan seminggu itu juga sang ayah belum kembali dari luar negri.
Setiap hari Renan datang ke rumah sakit dan hampir setiap hari pula Raissyi datang.
" Bening kamu bangun dong, aku kesepian tanpa kamu... aku udah keterima di London... katanya kamu pengen kita kuliah bareng" katanya setegar mungkin dengan menggenggam tangan sang sahabat yang tak sadarkan diri.
" ini salah aku... karena aku ngejar kamu maafin Renan mu yang... bodoh... ini... hiks...." Tangisan Renan pecah pada akhirnya.
" kumohon... bangun.. hiks..." ucap Renan terbatah dalam tangisan.
" Bening aku mohon... hiks..."
" BANGUN!!" Teriak Renan.
" Bening bangun... hiks..." Renan terus saja meracau dalam tangisannya.
***
Renan pov...
Hari ini sebelum pergi ke rumah sakit aku akan menemui Salsa dan ini sudah 1 bulan Bening belum sadarkan diri dari koma, aku sebentar lagi akan bertunangan dengan Salsa.
Kulihat ia tengah menungguku di kafe tempat biasa kami bertemu, ia duduk di sana menungguku.
" udah lama?" Tanyaku sambil duduk di hadapannya.
" aku juga baru aja dateng" ia menjawab sambil tersenyum cerah.
" yang! Jalan yuk ke mall atau ke mana gitu" ajaknya dengan berseri-seri.
" nggak bisa Sayang aku harus ke rumah sakit" Aku menolak dengan halus agar ia tak tersinggung.
" Bening lagi!!" Katanya dengan memutar bola mata malas dan aku menatapnya dengan mengernyit bingung.
" sebenarnya pacar kamu itu aku atau dia sih" ia bertannya dengan kesal.
" kok diem aja?!" Bentaknya.
" menurutku itu pertanyaan bodoh untuk apa aku menjawabnya" aku juga membalasnya dengan ketus.
" yang pacar kamu itu aku, kenapa harus peduli sama Bening? Kita itu udah mau tunangan" Katanya penuh amarah dan kecemburuan.
" kamu harus tahu kenapa aku pilih kamu? Itu karena kamu hormatin sahabat dan orang tua aku. Kamu harus ingat sahabat aku cuma Bening Zarin Permata" aku membalasnya datar dan tajam.
" mungkin yang aku cintai adalah kamu, tapi yang mengulurkan tangannya saat aku butuh bantuan adalah dia, yang menepuk bahuku saat aku depresi dan frustasi adalah dia, tempatku bercerita dan bersandar adalah dia. Dia Bening Zarin Permata sahabatku, sahabat sejatiku, segalanya bagiku!!" Setelah mengatakan itu aku pergi meninggalkannya.
***
" Bening! Aku akan bertunangan dengan Salsa. Aku ingin kamu sembuh dan kita bisa kuliah bersama. Aku juga ingin kamu ada di hari pertunangan ku" Aku bercerita sambil menggenggam tangannya yang dingin dan menahan tangisku.
" aku baru saja bertengkar dengan Salsa, ia cemburu karena aku selalu menemanimu di sini, aku tidak salahkan menemanimu di sini??"
" saat dia cemburu padamu, entah mengapa aku merasa ragu, kamu harus tahu kalau aku yakin padanya karena dia bisa menerimamu, menghargaimu, tapi dia sekarang mempertanyakan satu hal yang sama seperti mantan-mantanku yang lainnya"
" aku ingin melepasnya tapi aku sangat mencintainya... hiks...."
" Bening bangun lah... berikan aku saranmu... bangun... kita akan ke rumah pohon... dan kita akan ke kebun teh seperti ke inginanmu... hiks...."
KAMU SEDANG MEMBACA
Melodi Aksara ✔️
Storie d'AmoreIni hanya lah kisah Persahabatan yang di bumbui tetang cinta... Apakah cinta itu akan terbalas? Atau bertepuk sebelah tangan? Kalau penasaran langsung baca aja... *** Kisah ini tentang Bening dan segala rasa yang disembunyikannya. Tentang Renan dan...
