"Terus gua langsung keluar kelas dan langsung pengen pulang, untung aja gua hari ini emang pulang ke rumah dan ga ke tempat mark"
"Dan pas gua keluar gerbang ada doy gitu"
"Han, lo mau pulang ya?" -doyoung
"Iya" -hana
"Yaudah sini, gua anter pulang" -doyoung
"Lo mau bolos?" -hana
"Iya, capek gua belajar mau jalan aja" -doyoung
"Ohh yaudah" -hana
"Terus gua langsungg aja naik ke motor nya doy"
"Pas lagi di pertengahan jalan gua ngomong ke doy"
"Doy" -hana
"Hm?" -doyoung
"Gausah kerumah" -hana
"Hah? Jadi kemana?" -doyoung
"Gua mau ke pantai yang hariantu kita datangin aja, lebih tenang" -hana
"Ohh disitu, oke" -doyoung
"Terus doy langsung puter balik dan jalan ke pantai yang ga terlalu jauh itu"
"Pas sampai di pantai gua langsung duduk di kursi yang ada disitu, tapi doy nyamperin gua dan duduk di sebelah gua lagi"
"Lo ga pulang?" Ucap gua sambil natap doy
"Ga, mau temanin lo aja" -doyoung
"Gausah, pulang aja lo, gua bakal lama disini" ucap gua sambil buang muka
"Terus doy tediam sebentar dan langsung natap gua sambil Ngomong"
"Udah han, kalau mau nangis nangis aja, gausah ditahan" -doyoung
"Pas doy bilang gitu gatau kenapa gua malah nangis, dada gua rasanya langsung sesek"
"Tiba tiba doy langsung meluk gua, dan juga dia nepuk nepuk belakang gua supaya gua tenang"
"Doy, gua takut kalau nenek gua sampai tau masalah ini, padahal pesan nenek gua cuman satu, jangan sampai gua buat masalah" ucap gua sambil nangis ke Doy
"Udah gapapa han, lo gasalah, gausah salahin diri sendiri" -doyoung
"Tapi murid lain manggil gua pembunuh doy, hiks" -hana
"Mereka ngomong karna gatau kebenaran nya han, mangkanya mereka ngomong gitu" -doyoung
"G-gua takut doy" ucap gua sambil nangis di pelukan doy
"Gausah takut, ada gua" -doyoung
"Hiks, d-doy, makasih sudah mau beteman sama gua, padahal gua bukan orang yang baik" ucap gua sesegukan
"Hust, Jangan ngomong gitu, lo itu baik, mangkanya gua mau beteman sama lo, murid lain aja yang gajelas, gamau temanan sama lo" -doyoung
"Terus gua malah nambah peluk doy, rasanya terharu banget gua sama ucapan nya"
"Pas gua meluk doy, doy juga nambah eratkan pelukan nya, gua masih nangis mangkanya doy begitu"
"Nangis aja, keluarin semuanya yang lo pendam" kata doy ke gua
"Gua nangis terus, semuanya gua keluarkan, rasanya enak banget ada yang nenangin pas kita lagi butuh seseorang."
Pas gua udah agak mendingan gua tediam sebentar.
"Dan tanpa gua sadar baju doy basah banget karna air mata gua"
"E-eh maaf doy baju lo jadi basah gara gara gua" -hana
"Gapapa" -doyoung
Jadi posisi kita itu masih pelukan, hangat banget rasanya sama doy.
"Udah mendingan hm?" -doyoung
"Udah, makasih ya doy" -hana
"Lo tunggu sini dulu ya, gua mau beli minum dulu" -doyoung
"Iya" -hana
"Terus pas doyoung lagi beli minum, tiba tiba gua pengen aja gitu duduk di pinggir pantai, jadi gua langsung aja kesitu"
"Ahh tenang" ucap gua sambil duduk di pinggir pantai
~~
Disisi lain doy bingung karna ga liat hana di tempat tadi, jadi doy langsung nyariin dan sampai akhirnya ketemu.
"Astaga han, udah gua bilang jangan kemana mana dulu, untung ga hilang lo" ucap doy ngomelin gua
"Hehe maaf, enakan disini soalnya" -hana
"Nih minum, habis nangis lama masa ga minum" kata doy sambil ngasih gua air putih
"Makasih doy" -hana
"Iya" -doyoung
Terus gua sama doy duduk di pinggir pantai, suasana nya enak banget, tenang.
"Doy" -hana
"Hm?" -doyoung
"Makasih sudah mau temanin gua" ucap gua sambil senyum ke doy
"Astaga pake senyum, kan gakuat gua" -btndoy
"Iya" -doyoung
"Terus pas kita berdua diam diam an, gua ngerasa ngantuk tapi gua gamau pulang ke rumah"
Jadi gua duduk sambil meluk lutut gua.
"Pas gua sudah beberapa menit begitu galama Doyoung langsung ngangkat kepala gua dan nyender kan di pundak nya."
"Gini aja, biar ga sakit lo nya" -doyoung
🌃🌃🌃
19.00
"Gua tebangun dari tidur gua, dan ternyata selama gua tidur itu gua tiduran di pundak nya doyoung"
"E-eh maaf gua gasadar kalau tiduran di pundak lo, lo juga kok gabangunin gua? Kesian lo nya gua senderin" -hana
"Gapapa" -doyoung
"Ga keram doy?" -hana
"Gak" -doyoung
"Mau pulang gak? Udah malam nih, tambah dingin" -doyoung
"Iya" -hana
Terus akhirnya gua sama doy langsung berdiri dan datangin tempat kita parkir motor tadi.
Skip rumah hana
"Doy.. makasih sudah nemanin gua hari ini" -hana
"Ya gapapa kan kita teman" ucap doy sambil senyum
"Yaudah pulang gih dah malam" -hana
"Iya" -doyoung
Terus doy langsung pergi dengan motor nya.
"Pas gua masuk ke rumah ya agak berdebu lah ya karna udah seminggu an gua tinggalin nih rumah"
"Terus gua langsung mandi dan ganti baju, habistu langsung aja gua beres beresin rumah gua"
"Kotor banget ih padahal belum sampe sebulan" ucap gua
"Terus pas gua lagi beres beres ada yang ngetuk pintu, gua otomatis langsung bukain pintu."
Pas gua buka pintu gua langsung tediam.
"M-mark?" -hana
Jangan lupa vote & comment
KAMU SEDANG MEMBACA
My Boyfriend | Mark Lee
Fiksi Remaja"hanya perempuan biasa yang mencintai lelaki luar biasa." (TAMAT) ada bagian yg terinspirasi dari drama the Heirs. "24 Juli 2020 - 19 November 2020"
