Author POV
Jadi dicerita ini kalian bakal nemuin dua sudut pandang
Yang pertama sudut pandang tokoh utama perempuan
Yang kedua sudut pandang penulisTujuan nya biar kalian lebih dapet feel nya oke?
***
Pagi ini Ara bangun dengan wajah sedikit sembab
Habis menangis tentu sajaUntuk gadis seumuran dia memang wajar sedang banyak-banyak nya berpikir, soal masa depan, tugas kuliah dannn masalah hidup, terutama insecurity.
Tapi soal kesedihan itu
Ara tak pernah bercerita pada siapapun
Ia pendam semua itu dalam"
bahkan
Nadia pun teman sekelas, sekaligus sahabat dekat nya selama kuliah ini tak pernah tau siapa yang Ara maksud
yang selalu ia tulis dalam puisi puisi ciptaan nya ituAra suka menulis, kata-kata pendek atau sekedar risauan hatiya
Kalau anak" jaman sekarang suka nyebut caption
Yaa dia jago bikin kata" itu
Apalagi kalau sudah menyangkut si doi
Semua kata" yang dipilih penuh makna terpendam***
Hari ini Sabtu kuliah off
Pagi sekali Nadia sudah mampir ke kos nya bermaksud mengajak Ara lari pagi
"biar sehat" katanya
"Males ahh mending aku hibernasi"
Yaa begitulah jawaban Ara setiap diajak olahraga, selalu malas dan selalu menghindar
Membuat sahabatnya itu mendengus kesal lalu pergi lari pagi berdua dengan pacarnya.
Nadia anak yang beruntung, mungkin itu yang dipikirkan Ara.
Nadia anak yang lumayan pintar dikelas, dia rajin dan juga baik hati meskipun dilahirkan dari orang tua pengusaha sukses, Nadia tak pernah memusingkan hal itu. Ia tetap tumbuh menjadi gadis remaja yang rendah hati dan tentu saja cantik.Nadia adalah orang yang selalu ada untuk Ara, saat Ara susah maupun senang.
Nadia juga berteman dengan Adi meskipun tetap tak sedekat Ara, mereka hanya sesekali ngobrol kalau tak sengaja bertemu.Tapi Ara tetaplah Ara
Sebaik apapun orang lain mengenal nya tetap saja ada bagian yang ia tutup rapat-rapat yang tak mau ada satu orang pun tau.Tentang seseorang yang selama ini menghiasi buku diary nya
Tentang seseorang yang selama ini jadi inspirasi tulisan nya
Seseorang yang tak pernah tau bahwa sahabat nya itu diam-diam telah menitipkan hati padanya~~
Tok tok tok.....
"Raaa... Dicariin tuh..." teriak Desti, tetangga kamar Ara.
"Raaa....." Desti terus berteriak
"Iyaaa bentar"
Ara mengerjapkan matanya, mengambil hp yang terletak di atas meja disamping tempat tidur nya.
"Siapa sih pagi pagi gini nyariin"
Ia mengusap kedua mata nya berusaha mencapai titik kesadaran penuh untuk membuka pintu dan menengok siapa yang tengah menganggu hibernasi nya itu
" Ya ampun Raa.. Kamu gak baca WA ku ya" baru keluar dari pintu rumah Ara sudah diomeli oleh laki-laki didepan nya. Muka nya sedikit kesal melihat penampakan gadis didepan nya yang masih mengenakan baju tidur lengkap dengan rambut macam singa hutan.
" Apa.an sih pagi-pagi bangunin orang aja " kata Ara masih dengan mengusap mata nya
" Ini udah jam 9 Ra " ia menunjukkan jam yang terpasang di pergelangan tangan kirinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
INSECURE
Non-FictionCantik itu relatif adalah kata terbullshit yang selalu dikatakan orang namun tak pernah ia tanamkan pada hatinya. Nyatanya cantik itu hanya perihal kulit putih, wajah mulus, badan porposional, populer dan berbagai kelebihan fisik lain nya. lalu mana...