47. Sudah ikhlaskah hatimu?

170 33 2
                                        

📍

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

📍


Viona berjalan kearah pintu utama saat suara bel terus menggedor dari luar. Segera Viona buka setelah menggapainya, dan membulatkan mata melihat siapa dibalik pintu itu.

"Hah? Ibu?"

"Viona?"

Langsung saja Viona menghaburkan pelukannya, menenggelamkan jeritan bahagia mendapati Hanin disana. Bahkan Hanin tidak kalah bahagia, bisa bertemu Viona dirumah sahabatnya.

"Jadi Ibu dokternya Mama? Wih gratis dong yah Bu?" Hanin tertawa mendengar Viona, juga seseorang yang sejak tadi tidak Viona sadari kehadirannya.

"Kamu juga disini? Ngapain?"

"Danu ngotot nganterin Bunda, eh taunya ternyata ada maunya!"

Danu membulatkan mata, "Maksud Bunda apa?"

"Bunda bingung aja kenapa kamu ngotot banget mau nganterin Bunda, eh taunya mau ketemu Viona?"

"Bunda, Abang sama sekali gak tau Viona ada disini? Abang cuma gak mau Bunda nyetir aja."

"Berarti ini semua takdir?"

"Hah?"

Hanin tertawa lagi dan tanpa mendengarkan ocehan putranya dia menarik Viona kedalam Rumah. Danu sampai tidak percaya bahwa Bunda nya bisa berpikir seperti itu, Danu benar-benar tidak tahu Viona ada dirumah Fitri, walau itu memang bisa saja terjadi karena Viona adalah putri beliau. Iya kan? Ya tapi kenapa harus mempermalukan Danu didepan Viona? Ah sudahlah, entahlah!

Akhirnya Danu ikut masuk, bertemu Rustam dan akhirnya tinggal mengobrol bersama pria baya itu. Sementara Viona dan Hanin berlalu kekamar Fitri.

"Gimana perasaan mu Fit?" tanya Hanin, mengeluarkan stetoskop didalam tas yang dibawanya.

"Aku benar-benar baik sekarang, Nin. Aku gak papa kok" jawabnya sambil menatap Viona dan tersenyum.

Hanin mengecek suhu tubuh, memeriksa dengan stetoskop dibagian dada Fitri dan dia setuju sahabatnya itu jauh lebih baik.

Setelah memeriksa tekanan darah Fitri dengan tensimeter Hanin menjelaskan dengan gestur dokter kepada pasiennya.

"Obatnya tetap diminum aja ya Fit, tapi yang buat tekanan darahnya gak perlu lagi. Udah normal!"

Nadia mengulurkan obat-obat yang sebelumnya diberikan Hanin, dan Ibunda dari Danu itu menarik salah satu tablet obat dan membiarkan yang lain.

"Mama kalian udah gak papa, panasnya sudah mendingan, tinggal istirahat saja yang cukup. Jangan capek-capek lagi Fit, kamu ini sudah berumur kok masih bisa kaya gini"

"Loh bukannya makin berumur emang makin sering sakit-sakitan yah, kan udah tua"

"Yang aku maksud itu kecapeannya kamu. Masa iya diumur segini kamu masih belum bisa bagi waktu buat istirahat. Terus juga banyak pikiran, masa iya kamu masih galau sama Rustam. Galau karna cucu boleh!"

All Of Me (SELESAI)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang