Timmy menatap teman-teman sekelasnya yang asik bermain bola. Di jam pelajaran olahraga kali ini, Sean meminta izin pada guru olahraga mereka agar Timmy tak ikut serta turun ke lapangan karena sedang dalam proses pemulihan.
Seperti biasa, di jam-jam terakhir, anak laki-laki memanfaatkannya untuk bermain sepak bola. Sementara anak perempuan, memilih untuk ngadem di kelas. Timmy tak punya teman perempuan. Dia hanya dekat dengan anak laki-laki, dan mereka sedang sibuk bermain saat ini.
Timmy beranjak dan memilih menghabiskan waktu di kantin. Sudah lama dia tak berjumpa dengan Ibu Kantin. Ia akan pergi ke sana, meski hanya sekedar membeli teh hangat atau bersilaturahmi dengan Ibu kantin. Semenjak ia kembali bersekolah, ia belum pernah ke kantin, karena selalu dibawakan bekal oleh Bundanya. Timmy berjalan di sekitar koridor. Ia bahkan melewati kelas X IPS.
Elga yang saat itu sedang bosan memerhatikan gurunya di depan kelas, tak sengaja menoleh ke jendela saat melihat seseorang yang baru saja melintas. Ternyata itu si gadis siluman. Elga kembali beralih memerhatikan gurunya yang sedang menerangkan. Entah apa yang sedang diucapkan oleh gurunya itu, Elga tak tahu. Mungkin karena matanya sedikit mengantuk, jadi konsentrasi malah menurun. Ada baiknya dia keluar kelas untuk mencuci muka. Ya, sebaiknya begitu. Tanpa pikir panjang lagi, Elga beranjak dan meminta izin pada gurunya.
Ia berjalan keluar kelas dengan tergesa, hingga keberadaannya sekarang tepat di belakang si gadis siluman. Untungnya gadis itu belum menyadarinya. Ini kesempatan bagus. Elga menunduk, menatap sepasang kaki gadis itu. Tak ada satupun tali sepatu yang terlepas. Mungkin Elga bisa memakai cara lain. Ia menjulurkan sebelah kakinya, hingga membuat gadis itu kehilangan keseimbangan dan terjatuh.
Puas melihat targetnya sengsara, Elga melangkah begitu saja. Kedua sudut bibirnya terangkat. Mungkin sebentar lagi gadis itu akan berteriak kesal, atau malah menerjangnya. Ya! Elga suka keributan.
Setelah beberapa langkah lebih jauh dari si gadis siluman itu, senyum Elga memudar. Kenapa tak ada reaksi apapun? Dengan iseng, ia memutar badan, dan cukup terkejut. Si gadis siluman itu tampak bergeming. Kepalanya bahkan terlihat menunduk.
Apa Elga sudah bersikap keterlaluan?
Rasa tanggung jawabnya sebagai lelaki jantan membuat Elga melangkah mendekati gadis itu, lantas menyodorkan sebelah tangannya. Meski dalam keadaan wajah tertunduk, Elga yakin, gadis itu pasti bisa melihat uluran tangannya.
Dan ya, Timmy menerima uluran tangannya. Lambat laun, wajahnya mendongak, menatap Elga dengan tatapan yang ... entahlah. "Elisa?"
Hening selama beberapa detik. Elga lantas melepas tautan tangannya begitu saja. Ia pergi meninggalkan gadis itu. Sial! Kenapa gadis siluman itu tak pernah memanggil sebutan namanya dengan benar?
"Empat!" panggil gadis itu lagi. Kali ini Elga tak akan peduli. Terserahlah! "Gue boleh minta tolong bantuin berdiri gak? Soalnya kaki gue agak sakit."
Di tengah-tengah langkahnya, Elga mendengkus pasrah. Baiklah! Dia kembali memutar arah. Meski ia bukanlah orang baik, namun jiwa kemanusiaannya tetaplah ada, meski secuil.
Elga kembali mengulurkan sebelah tangannya. Timmy menerimanya dengan senang hati. Elga membantu gadis itu bangkit dengan cara menarik tangannya, hingga membuat gadis itu mau tak mau, ikut terangkat dan sedikit tersentak. Timmy bahkan sempat menabrak dadanya, namun durasinya hanya sebentar, karena detik selanjutnya wajah Timmy mendongak, menatap kedua mata Elga dengan tatapan yang ... entahlah. Hal itu terjadi dalam selang waktu kurang lebih satu menit.
Elga berdehem pelan, lantas mengalihkan pandangannya ke arah lain, berniat memutuskan kontak mata lebih dulu dengan si gadis siluman. Namun, ternyata gadis itu masih terus saja menatapnya. Sial! Elga mendadak kikuk. "J-jaga mata lo!"
KAMU SEDANG MEMBACA
Tiga [SEGERA TERBIT]
Romansa[SEBAGIAN PART DI-UNPUBLISH UNTUK KEPENTINGAN PENERBITAN] SEQUEL of FIREFLIES Satu ... Dua ... Tiga ... Empat. Tiga adalah tokoh utama di dalam cerita ini. Eits! Tiga di sini bukan angka loh ya. Dia Tiga, si gadis aneh, konyol dan menyebalkan. Tiga...
![Tiga [SEGERA TERBIT]](https://img.wattpad.com/cover/226892377-64-k854760.jpg)