Pembatas itu nyata.

9 3 0
                                    

Seharusnya aku mampu meleburkan sekat yang kau buat saat itu..
Seharusnya aku mampu menahan diri untuk tidak merasakan rasa sakit itu..
Seharusnya saat itu kuambil daun jatuh yang ada di empu paling atas ragamu..
Kini aku hanya mampu memikirkan "seharusnya"
Tapi apa pentingnya itu untuk sekarang?
Mengapa aku tak melakukannya dari dulu?
Aku begitu egois hingga dinding diantara kita semakin nyata.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Oct 19, 2020 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

SajakTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang