✨PANIC✨

33 5 3
                                    

annyeong!, maap banget lama update nya lama
bab ini bakal ada konflik pertama
SOOO ENJOY YOROBUN!


"AWCH"rintih cewek yang kaki kirinya tertimpa dosennya sendiri.

Mau teriak tapi gak bisa...mau ngatain apalagi.... Yah, bentak dikit bolehlah.

"SIR! kaki saya" keluh Arin kesakitan.

"EH IYA, sorry-sorry..." ucap Eden sambil berusaha menegakkan posisi tubuhnya sembari beranjak dari lantai.

"IHHH MAU JADI ARIN"
"Berasa liat drakor gagal gueee"
"HAHAHA NGAKAK"

Celetuk mahasiswa yang membuat suasana kelas semakin ricuh.

"Diem! Berani-beraninya ngetawain dosen" teriak Eden sambil tertawa, seakan-akan tidak terusik dengan kejadian memalukan itu.

"Cepet kumpulin laporan!" lanjutnya pada seluruh mahasiswa.

Tatapan Eden kembali beralih pada cewek blasteran ini.

"Sorry yah..." ucap Eden kecil yang perlahan mengulur tangan untuk menopang dia, si cewek cantik yang habis ketimpah dirinya.

"Ho oh" jawab Arin singkat. Pura-pura tidak melihat tangan yang terulur itu dan berusaha berdiri sendiri.

Eden menggelengkan kepala. Dasar sok...

*BLEK*

YAP! Lagi-lagi lututnya membentur lantai.

Pria yang merasa bertanggung jawab atas keadaan lutut Arin itu, bergegas menggenggam tangan mungil disebelahnya dan menaruhnya dipundak dengan hati-hati. Kemudian perlahan menemaninya berjalan hingga ke tempat duduk. Sontak hal inipun membuat cewek pecinta drama korea merasa dirinya menjadi tokoh utama dalam kisah fiksi.

Lebay?

Tentu saja wajar, diperlakukan manis seperti itu...diwaktu yang tak terduga, dengan dosen berwajah DAEBAK (luarbiasa)

Detak jantungnya mulai tak beraturan HUEEE, KOK JADI KEK GINI

Dan tak sadar, senyum terukir diwajah cewek itu...

"Kenapa senyum?" tanya Eden itu sambil menatap wajah Arin.

Arin membalas tatapan itu dengan mata berbinar. "Hobi saya senyum..."

"HM!" sindir salah mahasiswi, dan diikuti seluruh orang.

Jelas, bagaimanapun ini masih pembelajaran bukan?

Eden mengerjapkan mata dan buru-buru melepaskan cewek itu ke tempat duduknya. Lalu melanjutkan pelajaran yang tertunda

Terlalu cepat rasanya peristiwa itu terjadi... sekarang Arin sudah duduk dibangku seperti biasa...dan melepas genggaman dosen itu.

Sambil mengehela nafas, dia bergumam "Dosen favorit???" dan mengarahkan pandangannya kedepan, Yap kearah Eden.

Pria itu resmi menjadi dosen ter-favorit Arin, tepat 12 Oktober 2020.

🥀🥀🥀

Matahari mulai terik, waktunya makan siang.

Ketoprak, makanan Arin hari ini. Seperti biasa suasana kantin dipenuhi gemuruh suara mahasiswa dan dosen-dosen.

"Rin! Nanti pulang disuruh ke Taman Eden" teriak Dilan dari kumpulan cowok-cowok famous. Si ketua band slenge-an yang selalu jadi kepercayaan dosen, hmmm...otaknya perlu diakui memang encer.

"Hah? PARAH LO! nyumpahin gue meninggal..." sahut Arin.

"BUKAN TAMAN EDEN EG, tanah jahanam kali HAHAHAH" ledek Cia, si cewek chubby yang duduk disebelah Arin. Mereka cukup dekat, apalagi saat membahas drama korea terbaru...

Karena Ester sahabat karibnya itu berbeda fakultas, maka Arinpun harus mencari teman baru bukan?

"Ruangan Sir Eden, Arin yeppo (cantik)..." ucap Cia dengan senyum menyebalkan sambil mengedipkan kedua matanya.

Arin mengangkat kedua alisnya, dia sedikit kaget.

"O..ohhh, iya ntar gue kesana" dan lanjut memakan ketoprak tanpa timun itu.

🥀🥀🥀

Pukul 16.47, Arin berjalan menyusuri lorong menuju ruangan Sir Eden bersama Ester dan Cia. Aneh, lorong ini sangat ramai. Situasinya sangat gaduh sehingga mereka harus berjalan dipinggir.

"Ada apa sih woy kok rame banget... " keluh Ester.

"ELAH ni lorong sempit amat dah" sahut Cia.
"IH JAN DEMPET-DEMPET" tegur Cia ke mahasiswi yang terus menerus menyenggol dirinya

"Lo pada turun duluan aja, biar gue sendiri yang ke Sir Eden" perintah Arin pada kedua temannya itu. Kemudian cewek itu langsung pergi mendahului Ester dan Cia, dan menerobos kerumunan orang.

"GUE TUNGGU DIBAWAH YA!" teriak Ester, lalu menjauh dari kerumunan bersama Cia.

🥀🥀🥀

"Huhft... akhirnya..." ucap Cia lega setelah berusaha keluar dari lorong itu selama 5 menit karena terpotong ocehan Ester yang mengomel pada orang-orang dikerumunan itu.

Kemudian Cia bergegas menekan tombol lift didepannya.

"Eh... hm... Ci, pake tangga aja yuk!" pinta Ester dengan wajah pucat.

"Idih tangga mulu Lo... ga capek apa..." gerutu Cia, bertepatan dengan terbukanya lift itu. Tanpa berpikir panjang Cia berjalan kedalam lift.

"Udah ayok masuk" ucapnya dari dalam lift sambil menunjukan gesture tangan mengajak.

"Ng...ga deh gue pake tangga aja" ucap Ester terbata-bata.

"IHH lama Lo" omel Cia dan dengan gesit menarik tangan Ester kedalam lift.

"CI... GUE GAMAU!" teriak Ester mencoba melepaskan tangan Cia.

"LAMA ISH" keluh Cia, tanpa melepaskan tangan temannya yang pucat itu.

🥀🥀🥀

Diruangan yang kurang lebih berluas 15 meter itu, Arin berbincang dengan dosen favoritnya. Terlihat jelas di wajah nya, yap dia bahagia.

Sepertinya, hari ini dosen itu tidak lembur.

"Mau pulang kan? ucap Eden sambil merapihkan tas nya.

Eden bergegas meninggalkan ruangannya dan tidak lupa mengajak murid blasterannya itu.

"Ayo bareng kebawah" ajaknya sambil mendahului Arin.

Merekapun berjalan menyusuri lorong yang sekarang tidak seramai tadi.

"Eh Rin, lain kali jangan nulis nama pake hangul (tulisan korea) ya" tegur Eden kepada Arin.

"Emang saya nulis p..."

Pembicaran itu seketika terhenti, mendengar suara teriakan dari arah lift yang tak asing bagi Arin.

"LAMA ISH" keluh Cia tanpa melepaskan tangan temannya yang pucat itu.

"CI!!!!!!!" teriak Ester yang sekarang sangat nyaring, 3 kali lebih nyaring daripada biasanya.

Kaget, tentu saja seluruh orang disana terkejut mendengar suara itu.

Cewek ceria itu perlahan jatuh lemas, tubuhnya berkeringat. Jantungnya berdetak sangat cepat, tubuhnya mulai gemetar. Nafasnya tidak teratur, dia sangat ketakutan sekarang.

Gawat...


Ditunggu bab 4 nya ya gais!!!

how.. how u like that??? deredetdetdetdet :)

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Nov 02, 2020 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Psychology Of LoveTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang