"Daera, Nakyung putus dengan Jaemin".______
Ah, sudahlah. Hidupku sudah terlalu rumit. Mulai sekarang aku tak mau ambil pusing dengan segala urusan. Aku sudah muak dengan pikiranku yang tak kunjung membaik. Ingin saja aku menyusul Kwon Soonyoung Disana. Semuanya tak sesuai dengan harapanku.
Aku jadi teringat dengan kata mama.
"Semakin banyak orang yang masuk ke dalam hidupmu, maka juga semakin banyak orang yang akan pergi"
Tapi ya sudahlah. Memang sudah jalan hidup dan 'dia' bukanlah untukku. Mau bagaimana lagi? Masa mau menarik kakinya sambil berteriak untuk tetap tinggal bersamanya?, memalukan.
Satu bulan lagi sudah mau ujian, ayolah Daera... mau sampai kapan kamu terpuruk begini?. ah, dasar bodoh.
Akhir pekan seperti ini harus kujalani di rumah. Padahal aku masih ingin ke sekolah. Ingin bertemu Joanna, Bertemu kak Jo dan yang ter-spesial. Saerim.
Dia adalah satu satunya orang yang paling sederhana selama hidupku. Saat pertama kenal juga sangat menyenangkan. Dia memang sedikit cuek, tapi kalau kalian kenal Saerim... pasti cape banget dengerin ocehannya disetiap aku curhat.
_________"Daera, minum obat dulu. Setelah itu aku ingin bicara."-Doyoung.
"Ah!, obat pahit itu lagi ya? Gak mau ah! Lagian aku sudah gak mual kok" ujarku.
"Aniya, aniya. Gaada alasan, ayo cepat minum. Nanti bakal lama sembuhnya, Emangnya kamu mau remedi ujian pas sekolah? Kita kan udah mau lulus"-Doyoung.
"Aish, iya iya. Huh."
Aku pun mengambil gelas dan sebutir obat yang diberikan Doyoung. Sambil meneguk segelas air putih itu, aku menatap Doyoung yang tengah menunduk. Raut wajahnya saat memberikan obat tadi juga sangat kecut. Ada apa, sih?
"Sudah selesai?"-Doyoung.
Aku mengangguk.
"Eo, sudah. Mau ngomong apa?"
"Sebenarnya aku ingin sekali pindah ke Daegu. Tapi aku juga ingin mengajakmu, aku takut papa memukulimu saat aku pergi. Aku ingin mengenalkanmu pada teman dekatku disana. Karna lingkungan rumah juga sudah tidak mengenakkan, aku ingin cepat pindah. Tapi tenang saja, untuk masalah uang aku punya tabungan."-Doyoung
"Aigu, wae geurae? Oppa gwaenchanayeo? Kkapjagi?"
"Ani, aku hanya lelah tinggal disini. Aku keluar sebentar."
Lalu dia pergi begitu saja. Tentu saja ratusan pertanyaan muncul di benakku. Dia bukanlah orang yang mempedulikan orang di sekitarnya, tapi kurasa ia begitu menyayangiku?, benar kan?.
Aku butuh waktu untuk belajar.
Kemungkinan besar aku akan mengiyakan ajakan oppa. Tapi setidaknya kita pergi setelah ujian tuntas, itu akan lebih baik untuk memperbaiki nilai ku di tahun sebelumnya. Dari Daera untuk Daera... 'fighting!'.•••
"Daera, bisakah kau meluangkan waktu mu nanti malam? Papa ingin bicara. Kita akan makan malam bersama."
Gelagak nya aneh. Sejak hari dimana ia menampar oppa, ia tak pernah sekalipun berkata lembut kepadaku. Tak banyak yang bisa ku katakan, aku hanya mengangguk dan pergi ke kamar oppa.
.
."Oppa juga ikut, geucchi? Aku yakin papa juga memberitahumu"-/
"Eo, dia berlagak aneh. Apa yang dia mau setelah menamparku sejak kejadian itu? Nada dan cara bicaranya juga tidak terlihat seperti akan marah? Apa kau tau sesuatu, Daera?"-dy

KAMU SEDANG MEMBACA
LOVE AGAIN | ParkJisung✔
Teen Fiction⭐UPDATE SETIAP HARI KAMIS & MINGGU⭐ "Cinta itu sulit, butuh perjuangan"-ldr "Gue bakal berjuang."-pjs . . . . . . GAS, yuk dibacaaa~ ^^ -Dipublikasikan [ 3 - Agustus - 20 ]