[18]the past

20 5 19
                                    

Kami hanyalah diam mendengar ulasan dari papa yang terlihat sangat santai saat mengucapkannya. Tentu saja kami terkejut, tetapi kami tau perempuan itu harus dihormati, kalau tidak papa akan mengamuk.

Sebenarnya kami tidak takut akan amarah papa, hanya saja kami tidak mau membuat masalah di hadapan orang asing. Mereka akan mengira keluarga kami bukanlah keluarga yang harmonis, meskipun benar begitu, tapi kami tetap harus menjaga nama baik keluarga kami.

"Jadi kalian sudah remaja bukan?, semoga kita bisa menjadi keluarga yang baik."-gn.

"Sebaiknya jangan terlalu mencoba menggantikan posisi ibu kami, nona"-dy.

Karna geram dengan perlakuan Doyoung ke nona itu, aku langsung mencubit pahanya yang sedang anteng duduk diatas kursi sambil berbisik...

'Yak! Sudahlah, setidaknya dia masih punya sopan santun'

Dia tidak menggubris, bahkan tidak menolehku. Papa menatapku sinis, sedangkan raut nona itu memelas. Nona ini tidak berniat jahat, kan?

"Ck, aku pergi saja"-dy.

'Tolong, oppa. Ini kesempatan ku untuk memperbaiki keluarga... jebal...'

"Kalau begitu lakukan saja sendirian"-dy.

'Oppa sayang aku, bukan?'.

Dia terdiam, kakinya yang sempat ingin berdiri ia dudukkan kembali. Meski ia tak menjawab pertanyaanku, tapi sikapnya padaku menjawab semuanya.

"Kalian pesan apa?"-papa.

"Eum, aku ikut nona goeun saja" kataku.

"Ah, jjinja? Kita baru saja bertemu tapi kamu sangat ingin mengenal bibi? Manis sekali~"-gn

Aku sempat menoleh kearah oppa, dia memutar bola matanya. Terlihat malas sekali, hihi. Melihatnya kesal sangatlah lucu. Ah, sementara aku? Aku biasa saja dengan nona ini. Wajahnya terlihat manis dan lembut sekali. Meski agak susah melihat oppa yang kesal saat bersamanya.

"Permisi, ini pesanan anda"

Pesanan datang! Akhirnya~ perutku sudah keroncongan karna belum makan malam. Hihi, aku akan menikmati makanannya! Jalmokghaesseumnida!~.

(Chanyeol POV)

AH BODOH SEKALI!, kenapa aku bisa berbuat seperti itu, ya? Sebenarnya ada apa dengan diriku yang ingin terus berada di dekatnya, aku ingin melindunginya dari orang orang yang menolak Daera. Aku bahkan bisa pusing sendiri jika melihat tetes air matanya jatuh.

Aku benci perasaan ini. Perasaan yang tidak bisa dijelaskan tapi terus saja menggangguku. Aku... jatuh cinta?.

-2 tahun yang lalu-

"Jeon Somi, aku mencintaimu..."

"Nado, jeongmal saranghaeyo. Park Chanyeol"

"YAK! PARK CHANYEOL!"-???

/JDAR!

"SOMI!"

.
.
.

Somi... gadis cantik yang dulu sangat aku harapkan, aku cintai dan pernah aku miliki. Dia ditembak dengan pria satu sekolahnya, sebenarnya... bukan kematian Jeon Somi yang ia harapkan. Aku.

Sayang sekali peluru itu melesat pada sasaran yang salah. Seharusnya aku yang mati saat itu. Pria gila itu bunuh diri karna gadis yang juga ia cintai mati karna ulahnya.

Aku benar-benar ingin dia mati di tanganku.

Gadis yang sangat sangat aku cintai, harus pergi dengan cara seperti ini... dendamku belum dan tidak akan pernah terbalaskan.

__________

(Doyoung POV)

Saat perjalanan pulang, Daera tertidur dalam mobil. Padahal ini sudah dekat dengan rumah.

Tanpa sadar, tanganku tergerak mengelus surai hitam miliknya.

'Kenapa kamu mau menyatukan keluarga yang retak ini?, bukankah hatimu sudah hancur berkali-kali?'

Mental Daera bisa saja terganggu. Aku pun khawatir akan begitu, tapi semoga saja tidak. Aku ingin sekali membawanya pergi, tapi setelah kulihat... dia sangatlah lugu. Meski kami hanya beda 8 bulan, aku bisa merasakan dirinya yang semakin dewasa dan tumbuh besar.

Daera adalah satu-satunya perempuan yang sangat sangat aku lindungi. Dulu dua perempuan, tapi yang pertama sudah berada di lindungan tuhan. Mama.

________
Rumah
___________

Saat sudah tiba. Daera belum juga bangun. Karna tidak mau membangunkannya, aku terpaksa harus menggendongnya masuk kedalam rumah. Pasti berat sekali. Gimana ga berat, setiap malam makan jajangmyeon + kimchi. Kalau berat badannya sudah naik, dia bakal merengek "oppa, berat badanku naik 2 kilogramㅠㅠ" kurang lebih seperti itu. Memang mengesalkan, tapi tingkahnya itu imut sekali, JJINJA!.

____________
Kamar Daera
_______________

Aku merebahkannya diatas ranjangnya. Seperti biasa, kamarnya selalu rapih dan bersih. Di meja belajarnya, ia selalu meletakkan pigora mama dan Soonyoung. Sangat terlihat, bahwa dua orang itu adalah sosok yang paling berkenan selama hidupnya. Aku harap saat aku mati kelak, dia juga akan memajang fotoku, buahahaha bicara apa aku ini.

______________

(4 unread message from Han Saerim♡)

-Yak! Kemana saja kau? Pesanku tidak dibalas?!

-Daera, apa kau baik-baik saja?

-setidaknya bacalah pesanku!

-Aish! Baiklah, aku akan membalas perlakuanmu, Kim Daera!

...

(Saerim POV)

Anak ini bikin khawatir saja, apa dia masih belum pulih sepenuhnya setelah keluar dari rumah sakit? Ingin saja aku keluar dari ponselnya lalu memarahinya.

Aku harap Daera tau bahwa Nakyung bukanlah teman yang baik untuk berada di dalam hubungan kita. terkadang Daera bisa menjadi manusia yang telalu baik, Bahkan untuk orang yang menyakitinya atau membuatnya menangis, ia bisa dengan mudah memaafkan mereka yang seperti itu. Sangat berbeda denganku.

Nakyung tidak pantas diperlakukan dengan baik, meskipun hanya perkara 'tidak mengunjungi Daera' tapi sudah jelas sekali ia tak mau berurusan dengan orang yang susah.  Sekarang waktunya dia untuk merasakan kebersalahan yang sangat amat sakit. Aku tidak jahat, kan?

Ah, sudahlah. Aku tidak perlu mengurusi kehidupannya lagi. Dia juga tidak mau diganggu, bukan? Aish! Menyebalkan.

Sekarang aku hanya perlu mengurusi hidupku dan membantu Daera keluar dari masalah keluarganya.

___________

"Gimana ini, Ming?"-jsh.

"Udah, putusin aja..."-my

.
.
.

Bersambung...

______________________
HELAW! KABAR BAIK?
ALHAMDULILLAH!~ SEMANGAT YA BELAJARNYA! AKU DOAIN YANG TERBAIK UNTUK READERS SETIA AKU

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Nov 11, 2020 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

LOVE AGAIN | ParkJisung✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang