Ting tung...Suara itu berasal dari bel apartemen Rose. Entah siapa dengan berani sepagi ini bertamu kerumahnya. Jika diingat-ingat tamu Rose akhir-akhir ini hanya Lisa. Tapi mana mungkin itu Lisa, mengingat ia sedang pergi ke Busan. Rose yang sedang sibuk memasakpun akhirnya mematikan api kompornya. Ia melepas celemek yang ia gunakan sambil berjalan menuju pintu. Matanya terfokus ke layar intercom dan terkejut mendapati siapa yang berada di balik pintu.
"Chanyeol-ssi"Rose segera merapikan pakaian dan rambutnya yang sedari tadi terkucir asal-asalan kemudian membukakan pintu untuk Chanyeol.
"Rose, maaf mengganggumu sepagi ini. Aku sengaja ingin menemuimu sebelum berangkat bekerja" Chanyeol akhirnya buka suara setelah menyadari keterkejutan Rose.
Rose yang peka akan bahasa tubuh Chanyeol kemudian mempersilahkannya untuk masuk kedalam Apartemen one room miliknya. Well, sebagai yatim piatu Rose cukup berusaha keras untuk membiayai dirinya sendiri. Penghasilannya sebagai model hanya cukup untuk membiayai kuliahnya dan untuk menyewa tempat tinggal sekecil itu mengingat ia bukan model terkenal dengan gaji yang tidak menentu.
Chanyeol masuk ke dalam Apartemen milik Rose. Meskipun kecil tapi ruangan itu cukup nyaman dan rapi menurutnya. Ia kemudian duduk di sebuah kursi di samping tempat tidur Rose.
"Maaf aku hanya sedikit terkejut, kau tiba-tiba kemari tanpa memberitahuku dulu Chanyeol-ssi." ucap Rose yang sedikit canggung mengingat kejadian beberapa waktu yang lalu.
"Sudah ku katakan kau bisa bicara informal saja padaku Rose." Chanyeol sedikit mendegus karena beberapa kali ia menyuruh Rose untuk tidak bicara formal namun gadis tetap saja memberikan embel-embel ssi pada namanya.
"Mianhae, Chanyeol" Rose Sedikit menunduk malu.
"Aku kemari untuk meminta tolong padamu Rose." Chanyeol menunduk dan mengusap kepalanya kemudian mengdongak menatap Rose.
"Pertolongan apa ?"
"Menikahlah denganku, Rose"
Rose sangat terkejut mendengar permintaan Chanyeol dengan tiba-tiba.
"Maaf tapi aku tidak mengerti maksudmu"Chanyeol menghela napas, matanya tajam mengarah ke kedua mata Rose, jemarinya yang saling bertautan terasa dingin dan detak jantungnya meningkat. Ia sudah berusaha agar tidak gugup tapi tampaknya tidak berhasil.
"Menikahlah denganku, kumohon. Kita bisa saling menguntungkan satu sama lain. Aku mengembalikan nama baik ayahku dan kau mendapatkan ayah untuk bayimu."Rose tersentak pada kalimat terakhir Chanyeol. Tidak pernah terpikirkan olehnya untuk mencarikan ayah untuk anaknya. Membayangkan jika suatu saat anak itu akan menanyakan dimana keberadaan ayahnya pun tidak. Tapi apakah sosok ayah untuk anaknya harus Park Chanyeol, seorang pria yang baru ia kenal dan tidak ada cinta diantara mereka. Apakah mungkin untuk menjalani pernikahan tanpa didasari cinta. Rose rasa itu akan sulit.
"Pernikahan itu bukan semacam permainan Chanyeol. Kita dua orang yang belum lama mengenal dan tidak ada cinta diantara kita. Mana mungkin kita bisa menikah. Kurasa itu cukup sulit." Rose menatap manik mata Chanyeol, Ia dapat melihat kekalutan tampak jelas disana. Sebenarnya apabila ada cara lain selain pernikahan Rose pasti bersedia untuk membantu Chanyeol mengembalikan nama baik keluarganya. Bagaimanapun jika Rose tidak menerima ajakan Chanyeol saat itu mungkin tidak akan ada skandal semacam ini.
"Ku mohon Rose. Seiring berjalannya waktu kita bisa saling mengenal dan saling mencintai. Kau tidak ingin anakmu dihina oleh lingkungannya kelak bukan. Ini saat yang tepat Rose. Tolong bantu aku dan ... " Chanyeol menggenggam erat tangan Rose "masa depan anakmu".

KAMU SEDANG MEMBACA
Me, You & the Baby (Chanrose)
FanfictionKarena pertemuan yang tidak disengaja di sungai Han menyebabkan sebuah kesalahpahaman sehingga Chanyeol harus bertanggung jawab atas bayi yang Rose kandung Me, You & the Baby Chanrose Colour twist