Bayi itu lahir, dari sepasang insan yang saling mencintai, namun malangnya dia tidak bisa merasakan kasih sayang seorang ibu.
Lucy Medeion, nama yang cukup indah. Diberikan sebagai hadiah atas kedatangannya ke dunia setelah sebuah kecupan dari orang tuanya.
Perempuan itu pergi setelah buah hatinya lahir ke dunia, meninggalkan lelaki yang ke sekian kali dari banyaknya lelaki yang lalu lalang di hidupnya, meninggalkan sebuah kisah cinta yang terukir jelas dalam memori sang tuan, dari sekian banyaknya kisah cinta yang telah dijalani oleh sang puan.
Waktu demi waktu, mau tak mau, anak itu tumbuh besar.
"Ayah, bunda nggak sayang Lucy ya? Soalnya bunda nggak pernah dateng ketemu Lucy.""Bunda bukannya nggak sayang, nak. Bunda itu sayang kamu, makanya dia pergi. Walaupun bunda pergi selamanya."
Tiga kalimat yang masih belum dimengerti oleh seorang anak kecil. Yang mungkin sudah agak pudar dari ingatannya.
Yang tentunya memiliki sebuah rahasia dibaliknya.Tumbuh tanpa seorang ibu, tanpa ada yang mengajari memasak, bermain saat ayah sedang kerja. Singkat saja, selama ini hidup tanpa seorang ibu membuat suatu rongga kosong dalam hatinya.
Dengan rongga kosong itu dia menghadapi dunia yang tidak adil kepadanya.
"Katanya ibunya ninggalin dia. Kasian ya, ternyata ibunya nggak sayang sama dia hahaha."
"Maaf ya, tapi proyekmu kena air nih. Gimana dong? Ah, mending nggak usah ngumpulin aja, capek kan kalau kamu buat lagi, hehe."
"Heh sipit, yang becus dong kerjain tugas gue! Lo mau gue benamin pala lo ke toilet lagi hah?"
"See? Nyatanya nggak ada yang bener-bener sayang sama lo. Semua cuma topeng mereka yang dipake dengan sempurna."
Dilandaskan dengan alasan iri, karena dia yang terbaik di kelas. Dan tak jarang karena tingkat rasisme di sini yang tinggi. Benar-benar telah membuat manusia yang satu ini kehilangan tujuan hidup.Atau mungkin tidak. Di sisi lain masih ada orang lain yang selalu tulus menyayanginya.
"Lucy! Ayah bawa dimsum nih tadi dikasih sama temen ayah. Ayo makan malam!"
"Makan yang banyak, kamu jelek kalau kurus, hahaha."
"Jangan sakit, ayah nggak mau kehilangan lagi. Nanti ayah sendirian."
"Lucy, nggak harus ada alasan kita berdoa sama Tuhan. Dilahirkan di dunia dengan tubuh yang sehat udah cukup buat alasan kamu nggak lupa sama Tuhan."
Sang penanam bunga yang sangat menyayangi bunganya satu-satunya. Merawatnya dengan baik, memberinya pupuk agar subur, membasmi hama yang mengganggunya, dan menghalau orang yang ingin memetiknya.
Sayangnya florist itu tidak bisa menjaga bunga kesayangannya selamanya. Karena pada suatu saat, dia pasti akan kembali ke sisi Sang Pencipta.
Dan pada saat itu mungkin bunganya masih belum mekar seutuhnya.────────────
Hening, hanya terdengar suara dari monitor pasien. Beberapa hari ini aku berada di rumah sakit, mendengar bunyi dari berbagai macam alat medis terus menerus- membuatku depresi. Ditambah yang berbaring di ranjang depanku ini adalah orang yang paling kusayangi di dunia, ayahku.

KAMU SEDANG MEMBACA
HOPE
Mystery / ThrillerEveryone has their own hope. This story is about hope, lies, trauma and unusual things. Also don't forget that the world is still have its own secret. OC Thriller by @danderlily, 2020