[ FOLLOW DAHULU SEBELUM MEMBACA!!!]
Hanya sebuah cerita sederhana, tentang kedua remaja yang merasakan sensasi cinta pada pandangan pertama.
Berawal dari pertemuan yang menegangkan, Ketika sosok cowok yang di kenal sebagai seorang berandal, urakan...
*││▬▭▬▭ ፝֯֟ ✧◦✦◦✧ ፝֯֟ ▭▬▭▬* *││* *││ Selamat membaca, jan- ngan lupakan untuk tetap menghargai penulis. Berikan, Vote&komen, ya? Terimakasih. ╭──────┄┄─◌─┄┄➣ ♡~ ▭▬▭▬▭▬▭▬▭▬▭▬▭▬▭ Jadilah pembaca yang baik *││* *││▬▭▬▭ ፝֯֟ ✧◦✦◦✧ ፝֯֟ ▭▬▭▬*
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ayish menghembuskan nafasnya, sedikit menutup wajahnya dengan helaian rambut. Gadis itu berjalan mengendap-endap dari pintu gerbang masuk sampai kelasnya. Sampai di kelas pun ia masih menutup wajah dengan helaian rambut, sesekali ia menutup wajahnya menggunakan buku. Berharap jika seseorang yang ia hindari pagi ini tak melihatnya.
Ia tahu ini hal bodoh, mana mungkin dirinya tak terlihat? jelas-jelas orang itu dengannya satu kelas. Dan kebetulan duduk pada deretan meja yang sama.
Tapi mau bagaimana lagi? sungguh pagi ini rasanya ia ingin menukar wajah pada siapa saja.
"He! lo kenapa sih?"Tegur Sarah, yang kini sudah duduk di samping Ayish.
Ayish sedikit melirik temannya itu, masih menutup wajah dengan buku."Gue takut ketemu Fathur..."Cicitnya, dengan pelan.
Sarah sontak tertawa keras mendengarnya, namun setelahnya ia mengatupkan bibir karena Ardhito dan rombongannya mendecak kesal meneriaki Sarah. Cowok itu sedang membuat Video tugas dari Miss Aurel. Giving opinion.
Sarah maju, mendekatkan wajah."Kan udah gue bilang jangan main-main sama Fathur. Lo sih ngeyel. Rasain aja. Gue cuman bisa ngetawain."bisiknya.
Ayish mendecak, merasa lemas seketika. Gadis itu merutuki diri karena kemarin dengan songongnya menyetujui ajakan Fathur. Sungguh ia menyesal. Saat tanding kemarin, Ayish merasa akan mudah mengalahkan cowok itu seperti pertemuan pertama mereka. Tapi nyatanya? Ah, cowok itu tiga kali membanting Ayish. Sementara Ayish hanya mampu satu kali. Jelas ia kalah.
"Terus gimana dong Sar? gue gamau jadi babu dia."Rengek Ayish, kini sudah melempar kasar buku dari tangannya.
Sarah hanya menggeleng tak tahu.
Ayish menghela nafas kasar,"Aishh, sial banget gue."Gumamnya kesal.
Ayish langsung membelalak, saat sosok cowok jangkung memasuki kelas. Sosok yang ia hindari.
"Please, semoga dia seketika amnesia."gumamnya, kini gadis itu sudah sibuk menutupi wajah dan berpaling dari Fathur.